Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Skripsi diganti pengabdian masyarakat, tidak tepat

arifdwijanrko.wordpress.com arifdwijanrko.wordpress.com
Jogjakarta-KoPi| Banyak pihak memandang skripsi penuh dengan masalah entah masalah muncul dari plagiasi atau kualitas skripsi menggugurkan syarat kelulusan semata. 
 
Wacana Kemenristek Muh Nasir tidak mewajibkan skripsi sebagai syarat kelulusan namun bisa menggantinya dengan pengabdian masyarakat juga berpotensi masalah.
 
Menurut mahasiswa HI UGM, Mochammad Kukuh Susanto mengatakan wacana pemerintah mengganti skripsi dengan opsi pengabdian ke masyarakat keliru. Pasalnya mengabdi ke masyarakat adalah kewajiban bagi semua mahasiswa, bukan sekedar syarat kelulusan.
 
Hal senada juga dipaparkan oleh Koordinator Kopertis V Jogjakarta, Bambang Supriyadi model pengabdian masyarakat seperti KKN belum berperan penting dalam masyarakat.
 
“Apalagi contoh KKN yang bareng-bareng. Kalau mengembangkan dari kerja praktek itu mungkin terus dia angkat dari skripsinya, ini diteliti latar belakangnya, dari data kerja praktek bukan melaksanakan pengabdian masyarakat itu otomatis jadi pengganti skripsi itu no way”, kata Bambang.
 
Salah satu opsi lain yang ditawarkan oleh dosen ilmu politik UGM, Abdul Ghaffar pengganti skripsi dengan magang. Kegiatan magang, atau advokasi merupakan analisis atas masalah ditunjukkan dalam tindakan dan aktivitas.
 
“Nah apapun metodenya, mahasiswa tetap harus membuat perencanaan yang matang. Dalam magang, ada laporan ringkas saja, tentang analisis atas situasi yang dihadapi, serta langkah-langkah yang dilakukan”, papar Ghaffar.
 
Sependapat dengan Ghaffar, Kukuh menyetujui laporan magang pengganti skripsi. Syaratnya laporan tersebut sesuai dengan bidang ilmu mahasiswa. Laporan bersifat ilmiah, dan memuat analisis-kritisnya. 
“Idealnya tugas akhir bisa memberi solusi atau setidaknya membantu orang lain memahami fenomena yang ada”, pungkas Kukuh. |Winda Efanur FS|
 
 
 
 
 
back to top