Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

SJP Gandeng FISIP UAJY Peringati Hari Perempuan Internasional Lewat Nonton Bareng dan Diskusi

SJP Gandeng FISIP UAJY Peringati Hari Perempuan Internasional  Lewat Nonton Bareng dan Diskusi

Sleman-KoPi| Perjuangan menyuarakan hak perempuan telah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Di berbagai negara terdapat para tokoh yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Dalam rangka memperingati hari perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, para mahasiswa yang tergabung dalam Sahabat Jurnalistik Perempuan (SJP) region Yogyakarta bersama Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Atma Jaya Yogykarta (FISIP UAJY) menyelenggarakan Nonton Bareng dan Diskusi bertempat di ruang 4007 kampus 4 Gedung Teresa pada Kamis (9/3).

 

Acara dimulai dengan pemutaran film berjudul SUFFRAGETTE tahun 2015 yang di sutradarai oleh Sarrah Gauron. Film yang berasal dari Amerika Serikat ini mengisahkan tentang perjuangan para kaum perempuan di Inggris tahun 1962 yang tergabung dalam Suffragette yaitu gerakan yang menuntut hak suara bagi perempuan dan rela mengorbankan segalanya demi kesetaraan sosial.

Tidak hanya menonton film, acara dilanjutkan dengan Diskusi yang dimoderatori oleh Makrus Ali (Staff Bidang Perempuan dan Politik Yayasan Ternama) serta menghadirkan Karina Roosevita seorang seniman dan peneliti sebagai pemantik diskusi dalam acara tersebut.

Dalam diskusi Karina menyampaikan bagaimana kaitannya film SUFFRAGETTE dengan hak perempuan pada saat ini. “Karena film ini mempresentasikan hak – hak perempuan, bagi saya hak untuk memilih adalah hak yang paling penting,” Dr. Phili. Lukas S. Ispandriarno (Dosen FISIP UAJY) juga turut mengutarakan pendapatnya terhadap film karya Sarrah tersebut. “Film ini kuat menunjukan perempuan berjuang membuat perempuan menjadi militan sehingga kita perlu mencontoh.”

Tidak hanya mengkaitkan film SUFFRAGETTE terhadap realita hak perempuan pada saat ini, Karin juga membahasan mengenai diskriminasi media terhadap hak perempuan. “Diskriminasi media masih sangat kuat. Tahun 2000an sangat populer kisah–kisah kepedihan, wanita dipukuli, diperlakukan dengan kekerasan bahkan mengalami siksaan. Itu yang menarik untuk dijual. Marak-maraknya film berbau sex dan horor membuktikan bahwa hak perempuan di media belum terbukti kala itu. Kalian anak komunikasi perlu duduk di bangku produser agar bisa menopang suara-suara perempuan lewat sana,” jelasnya.

“Semua perempuan terlahir unik, berbeda satu dengan yang lain tapi bagaimana satu sama lain tersebut menjadikan kita saling menghargai, mendukung, merawat perbedaan itu,” ujar Karin di akhir diskusi.

back to top