Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Siswa miskin bisa masuk Jalur Mandiri gratis

Siswa miskin bisa masuk Jalur Mandiri gratis
Surabaya–KoPi| Siswa kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kini bisa bernafas lega. Pasalnya pada SNMPTN 2016 ini calon mahasiswa Bidikmisi dapat masuk ke perguruan tinggi lewat jalur mana pun, termasuk Jalur Mandiri.
 

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Airlangga Prof. M. Nasih. Pada peluncuran SNMPTN dan SBMPTN di Jakarta kemarin (15/1) Panitia Pusat SNMPTN telah sepakat bahwa calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang lolos seleksi Bidikmisi boleh mendaftar ke Jalur Mandiri.

"Ke depan kita dorong siswa-siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga mereka bisa masuk melalui Jalur Mandiri dengan beasiswa Bidikmisi," ungkap Prof. Nasih pada wartawan seusai Sidang Pengukuhan Guru Besar di Universitas Airlangga (16/1).

Keputusan tersebut dibuat dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, siswa dari keluarga kurang mampu tidak mendapat dukungan lebih untuk mengejar prestasi akademis. “Mereka kan tidak ada dana untuk bisa ikut les, juga sibuk membantu orangtua di rumah. Mereka lebih mudah tereliminasi di jalur SNMPTN dan SBMPTN karena tidak bisa belajar dengan optimal,” terang Prof. Nasih.

Meski demikian, lanjut Prof. Nasih, semua calon mahasiswa tetap harus mengikuti tes masuk yang ada. Bidikmisi tidak menjamin calon mahasiswa lolos tanpa tes. Prof. Nasih menyarankan pada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mendaftar Bidikmisi terlebih dahulu.

"Mereka bisa mengajukan beasiswa Bidikmisi terlebih dahulu. Nanti jika ternyata tidak lolos SNMPTN dan SBMPTN, lalu mendaftar di Jalur Mandiri dan diterima, beasiswa Bidikmisi-nya tidak akan dicabut," katanya.

back to top