Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Inggris-KoPi, Shakespeare harus ada dalam “inti sistem pendidikan Inggris”. Hal ini berdasarkan pernyataan aktor ternama, Simon Callow, yang mengungkapkan bahwa karya-karya penyair mengajarkan “pelajaran hidup dasar seperti empati dan bagaimana sejatinya fungsi manusia”.

Callow rencananya akan kembali dengan drama kritisnya yang berjudul Being Shakespeare yang merangkum perjalanan hidup dramawan kenamaan tersebut beserta sejumlah karakter terkenal dan waktu yang mengkisahkan perjalanannya.


Dirinya menyebut Shakespeare sebagai “alat didik yang paling utama. Anda berada dalam suatu keadaan dimana anda mengaktifkan kinerja otak dengan cara yang positif dan praktis. Ini adalah cara yang digunakan untuk menghasilkan karya seni yang hebat.”


Pernyataan Callow ini senada dengan pernyataan Gregory Doran, direktur artistik Royal Shakespeare Company beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa anak-anak yang berumur lima tahun harus diarahkan untuk mempelajari Shakespeare. Doran menemui Sekretaris Pendidikan, Michael Gove, meminta lebih banyak “Shakespeare” untuk diajarkan di sekolah.


Callow menyatakan bahwa dirinya mendukung gerakan Doran. “Ini adalah keberuntungan yang sangat luar biasa dimana kita mendapati bahwa bakat bangsa kita ialah menjadi dramawan,” ujarnya. “Hal ini membuat kita lebih mudah untuk menelusuri simpangan antara manusia dan apa yang membuat mereka lebih tergerak pada drama daripada seni atau puisi. Shakespeare adalah anugerah.”


Callow menambahkan:”Bermain menjadi orang lain itu sangat memberikan pelajaran. Hal ini membuat anda keluar dari prisma pribadi anda dan mengajarkan anda sikap empati. Disini, anda harus memikirkan orang lain.”

 



(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent



back to top