Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Inggris-KoPi, Shakespeare harus ada dalam “inti sistem pendidikan Inggris”. Hal ini berdasarkan pernyataan aktor ternama, Simon Callow, yang mengungkapkan bahwa karya-karya penyair mengajarkan “pelajaran hidup dasar seperti empati dan bagaimana sejatinya fungsi manusia”.

Callow rencananya akan kembali dengan drama kritisnya yang berjudul Being Shakespeare yang merangkum perjalanan hidup dramawan kenamaan tersebut beserta sejumlah karakter terkenal dan waktu yang mengkisahkan perjalanannya.


Dirinya menyebut Shakespeare sebagai “alat didik yang paling utama. Anda berada dalam suatu keadaan dimana anda mengaktifkan kinerja otak dengan cara yang positif dan praktis. Ini adalah cara yang digunakan untuk menghasilkan karya seni yang hebat.”


Pernyataan Callow ini senada dengan pernyataan Gregory Doran, direktur artistik Royal Shakespeare Company beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa anak-anak yang berumur lima tahun harus diarahkan untuk mempelajari Shakespeare. Doran menemui Sekretaris Pendidikan, Michael Gove, meminta lebih banyak “Shakespeare” untuk diajarkan di sekolah.


Callow menyatakan bahwa dirinya mendukung gerakan Doran. “Ini adalah keberuntungan yang sangat luar biasa dimana kita mendapati bahwa bakat bangsa kita ialah menjadi dramawan,” ujarnya. “Hal ini membuat kita lebih mudah untuk menelusuri simpangan antara manusia dan apa yang membuat mereka lebih tergerak pada drama daripada seni atau puisi. Shakespeare adalah anugerah.”


Callow menambahkan:”Bermain menjadi orang lain itu sangat memberikan pelajaran. Hal ini membuat anda keluar dari prisma pribadi anda dan mengajarkan anda sikap empati. Disini, anda harus memikirkan orang lain.”

 



(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent



back to top