Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Segera daftarkan kompetisi usaha kreatif  SOPREMA sebelum tutup 9 Juli 2017

Jogja–KoPi| Ratusan peserta telah mendaftarkan dirinya melalui soprema.fisipol.ugm.ac.id pada kategori kick off dan start up. Antusiasme pemuda Indonesia untuk berpartisipasi dalam kompetisi dan expo SOPREMA 2017 mendorong panitia untuk menutup masa pendaftaran dan pengumpulan proposal pada 9 Juli 2017.

Sejumlah juri dengan beragam latar belakang siap menyeleksi ratusan proposal bisnis sosial yang telah diajukan peserta tersebut.

“Sejauh ini pendaftar didominasi oleh mereka yang berasal dari pulau Jawa. Dengan adanya perpanjangan waktu pendaftaran dan pengumpulan proposal ini, kami berharap tahun ini SOPREMA mampu menjangkau peserta dari seluruh penjuru Nusantara,” kata Hempri, Direktur Pelaksana SOPREMA 2017.

Maka, penting untukmenyiapkan proposal dengan matang dan mempertimbangkan berbagai hal dalam mengajukan bisnis sosial yang dimiliki. Peserta juga harus memahami bahwa tidak cukup hanya memiliki ide bisnis yang orisinil dan inovatif, namun bisnis yang dimilikinya harus memiliki dampak luas terhadap pemberdayaan masyarakat. Hal itulah yang menjadi tujuan SOPREMA, yaitu mendorong pemuda Indonesia mengembangkan kreasiusaha yang tepat manfaat sosial dan membangkitkan semangat agen-agen perubahan atas masalahs osial yang ada di masyarakat.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Ghazalisman, CEO Nilam Socio Enterprise yang merupakan jawara SOPREMA 2016 bahwa memulai bisnis di bidang sosial itu tidak hanya berbekal permasalahan dan berfokus pada produk yang bermanfaat dan dibutuhkan pasar, namun juga harus bisa memberikan solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat tersebut. Solusi itulah yang direalisasikan dalam bentuk produk bisnis.

Tahun ini, proposal bisnis sosial yang masuk akan diseleksi dan dinilai oleh para juri yang ahl idalam sociopreneurship, diantaranya pada kategori kick off, Denok Marty Astuti, praktisi dari Republik Hasta Kriya; Octo Lampito, Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat; Saptuari Sugiharto, praktisi dari Sedekah Rombongan; dan Dian Sasmitha dari Sahabat Kapas akan menjadi juri pada tema industri kreatif.

Sedangkan juri untuk tema ketahanan pangan yaitu Prof. Dr. Ali Agus, Dekan Fakultas Peternakan UGM; Iswanto, praktisi dari Kampung Wisata Lingkungan Sukunan; Nico Setyo Utomo, praktisi dari Bank Liran; dan Nur Agis Aulia, praktisi dari Banten Bangun Desa.

Sedangkan pada kategori start up, Timbul Raharjo, akademisi dari Pengrajin Kasongan; Rommy Heryanto, praktisi yang merupakan pendamping UMKM Kota Yogyakarta; Rangga Almahendra, Dosen FEB UGM; dan Yuswohadi, praktisi dari Gandeng Tangan adalah juri untuk tema indusri kreatif. Selain itu, Dr. Jamhari, Dekan Fakultas Pertanian UGM; Sugeng Handoko, praktisi dari Ekowisata Pokdarwis Nglanggeran; dan Andreas Maryoto, jurnalis Kompas yang juga alumnus FTP UGM akan menjadi juri untuk tema ketahanan pangan.

Dalam tahap final, Prof. Dr. Ali Agus, Nur Agis Aulia, dan Saptuari Sugiharto akan kembali menjadi juri untuk kategori kick off. Sedangkan Rommy Heryanto, Sugeng Hndoko, dan Denok Marty Astuti akan menjadi juri untuk kategori start up. Maka, jangan ragu untuk mendaftarkan bisnis muda dan menjadi bagian dari SOPREMA 2017.

Untuk itu SOPREMA mengundang seluruh pemuda yang merupakan Warga Negara Indonesia dengan usia 16 hingga 30 tahunu ntuk berpartisipasi dalam Expo dan Kompetisi SOPREMA 2017. Daftarkan dirimu sebelum 9 Juli 2017 dan jadilah agen perubahan atas masalah sosial melalui kreasi usahamu! Untuk informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs web http://soprema.fisipol.ugm.ac.id.

 

back to top