Menu
Gus Ipul Apresiasi Program Kepemilikan Rumah Bagi Driver Gojek

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemili…

Surabaya-KoPi| Wakil Gu...

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama …

Sleman-KoPi| Wakil Dewa...

Siswa di Bantul diduga terjangkit Difetri

Siswa di Bantul diduga terjangkit D…

Sleman-KoPi| Satu siswa...

Peneliti mendeteksi tanah merekah di Yogyakarta

Peneliti mendeteksi tanah merekah d…

Jogja-KoPi|Dua akademisi ...

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunakan Tradisi Intelektual Pada Budaya Kerja

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunaka…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, Gus Ipul Baca “Duhai Kanjeng Nabi”

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, G…

Surabaya-KoPi| Mewujudk...

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima masukan masyarakat sebagai pribadi

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima…

Jogja-KoPi|Wakil Wali Kot...

Pemuda peduli Pemilu

Pemuda peduli Pemilu

Jogja-KoPi| Partsipasi ...

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia belum terkelola baik

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia…

Sleman-KoPi|Kepala Bada...

UMKM Foords Plaza Geldboom

UMKM Foords Plaza Geldboom

Surabaya -KoPi| Artis p...

Prev Next

Saat ponsel dilarang dibawa ke sekolah

Saat ponsel dilarang dibawa ke sekolah
Surabaya – KoPi| Peraturan sekolah kadang masih berupa prosedur yang harus dijalankan. Itu membuat siswa merasa menaati peraturan karena rasa takut, bukan karena mengerti. Ketakutan tersebut kadang membuat siswa berpikir tidak rasional, seperti kasus jatuhnya siswa dari gedung sekolah karena berupaya menyembunyikan ponsel temannya baru-baru ini.

“Peraturan yang ditegakkan secara konsisten akan membuat siswa mematuhinya. Jika peraturan hanya dijalankan secara sporadis, razia secara acak, hanya akan membuat siswa mencuri-curi kesempatan,” terang Sosiolog Pendidikan Tuti Budirahayu di Surabaya (16/10).

Jika peraturan membuat anak takut, peraturan itu artinya tidak berhasil mengakomodasi kebutuhan anak. Di jaman sekarang, alat komunikasi seperti telepon seluler bukan lagi keinginan, namun sebuah kebutuhan. Siswa juga perlu ponsel untuk dapat berhubungan dengan keluarganya. Keluarga pun dapat memantau keadaan siswa melalui alat komunikasi.

Larangan membawa ponsel ke sekolah seharusnya sudah waktunya direvisi. Perlu aturan baru yang bisa menyenangkan semua pihak. 

“Ponsel sekarang sudah jadi kebutuhan. Memang siswa perlu dilarang menggunakan ponsel pada jam belajar. Tapi kan bisa diatur, misalnya siswa harus menyerahkan ponsel mereka di ruang guru begitu pelajaran dimulai. Guru bisa menjaga ponsel mereka dengan aman, dan murid tidak lagi harus sembunyi-sembunyi jika perlu membawa ponsel. Orangtua juga tetap bisa memantau keadaan siswa di sekolah,” cetus Tuti.

back to top