Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Sleman-KoPi| Rektor UGM, Panut Mulyono menegaskan bahwa meningkatkan kualitas dan akreditasi perguruan-perguruan tinggi di Indonesia itu bukan hanya lewat kedatangan dosen asing namun juga peningkatan ke fasilitas-fasilitasnya.
 
Dalam meraih rangking internasional perguruan tinggi yang baik dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi dunia, Panut pun mengatakan bahwa keberadaan dosen asing dan mahasiswa asing memang penting. Tetapi ia juga menekankan peran perguruan tinggi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan manfaatnya untuk negeri adalah dua hal yang utama.
 
"Saya selalu menyampaikan bahwa ranking itu memang diperlukan untuk menunjukkan akreditasi kita tetapi penting juga keberadaan Perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat bagi negara. Jika dua hal tersebut dipenuhi ,maka rangking yang tinggi merupakan hadiah bagi kita,"ujar Panut di kantornya, ditulis Jumat (20/4).
 
Untuk mencapai dua hal diatas dan juga rangking yang tinggi, Panut memaparkan bahwa kendala saat ini adalah kurangnya fasilitas dan lab di perguruan-perguruan tinggi. Pasalnya, ia merasa dosen-dosen dalam negeri sudah sangat memumpuni untuk mengejar dan bersaing dengan luar negeri. 
 
"Kita ini (dosen- dosen dalam negeri) orangnya pintar pintar. Hanya saja karena terbatas di fasilitas dan peralatan akibatnya ya masih diperlukan manajemen yang lain sehingga kemajuan masih belum bisa diraih dengan cepat. Contohnya dalam teori dan lain-lain itu, kita sudah mempelajari dan sudah mumpuni, namun untuk melakukan riset bidang itu banyak terkendala di peralatan olah fungsi-fungsi," tutur Panut. 
 
Lanjutnya, jika memang perguruan tinggi indonesia menginginkan publikasi di jurnal-jurnal tinggi seperti I1 atau I2 , maka alat-alat penelitian yang memadai juga sangat diperlukan untuk membuat karya penelitian yang tinggi kualitasnya. Sementara keberadaan dosen asing diharapkan menjadi katalisator yang baik bagi perguruan tinggi.
 
"Saya pun menghimbau kepada siapapun yang merupakan stakeholder, jika pendidikan Kita ingin maju di bidang riset itu tidak cukup jika kita hanya mendatangkan Profesor asing. Karena riset yang baik atau riset yang dalam itu membutuhkan alat-alat yang memadai,"pungkas Panut. 
 
back to top