Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rektor UGM akhirnya penuhi tuntutan mahasiswa

Rektor UGM akhirnya penuhi tuntutan mahasiswa

Jogja-KoPi| Rektor UGM akhirnya temui mahasiswa UGM yang sedang melakukan aksi di depan Gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada, setelah mengalami negosiasi yang alot selama 7 jam.

Mahasiswa UGM yang tergabung dalam aliansi mahasiswa UGM akhirnya dapat menemui rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati setelah menungu dari pukul 11.00 WIB. Tuntutan yang disuarakan sejak tadi pagi akhirnya mendapatkan jawaban dari rektorat.

Prof. Ir. Dwikorita Karnawati saat menemui mahasiswa di depan Balaiurang mengatakan bahwa Rektor bersama pimpinan fakultas dan beberapa komponen lainnya telah mendengarkam mahasiswa pada tgl 28 April 2016 dan menetapkan bahwa UKT kali ini tetap sama dengan tahun lalu, tidak ada uang pangkal untuk jalur mandiri, UKT yang tidak sesuai akan dipertimbangkan sesuai dengan tanggungan keluarga yang ditanggung bukan hanya dadi tingkat pendapatan.

"Untuk beasiswa PPA akan diupayakan adanya beasiswa lain yang jumlahnya sama dengan beasiswa PPA", jelas Prof. Ir. Dwikorita Karnawati.

Untuk masalah tunjangan tendik, Rektor UGM mengatakan bahwa untuk menurunkan tunjangan tendik harus merubah UU.

"Jika tidak dirubah saya menyalahi aturan, menyalaji kewnangan. Kami telah berusaha bersama PTNBJ lain dalam masalah ini", paparnya.

Sementara itu, Prof. Ir. Dwokorita Karnawati bahwa pihak rektorat sudah mewaspadai tahun 2016 yang tidak ada tukin.

"Kami telah menyiapkan sistem insentif kinerja. Konsepnya adalah untuk legitimasi birokrasi sesuai capaian kinerja", ujar Rektor UGM.

Relokasi kantin Bonbin sendiri kami lakukan untuk memberikan layanam yang terbaik untuk mahasiswa. Kami memindahkannya ke Plaza BI atau ke lembah UGM bagian Timur.

" Kami dari awal telah sepakat untuk menyelamatkan pedangang-pedagang ini, walaupun masa kontrak mereka sudah habis", jelas Prof. Ir. Dwikorita Karnawati.

Untuk mengatur masalah relokasi ini perlu adanya SP 1 dan SP 2 mengingat tanah UGM adalah milik pemerintah dan sultan ground. Menurut Rektor UGM, tanah ini tiap tahunnya akan ada pngecekan, dan saya tidak mungkin menyalahgunakan kewenangan saya", jelasnya.

Upaya yang diberikan rektorat ini akan dikonfirmasi oleh mahasiswa pada tanggal 16 Mei 2016. Disisi akhir penjelasannya Rektor UGM mengucapkan terimah kasih kepada mahasiswa nya.

back to top