Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Rektor dan Mahasiswa UGM Nonton Bareng Film Lima

Sleman-KoPi | Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng., Bersama para mahasiswa UGM menyaksikan pemutaran Film  Lima  di auditorium MM UGM, Jumat (25/5). Nonton bersama Film yang akan ditayangkan serentak di layar bioskop pada 31 Mei mendatang ini dalam rangka menyongsong hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni mendatang.

 

Produser Film Gomulia Oscar, Menyatakan bahwa pembuatan film Lima Berjalan lima orang sutradara yang menampilkan konsep alur cerita yang berbeda. Namun begitu rangkaian cerita dalam film tersebut dalam rangka-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyrakat.

"Kita perlu membumikan ideologi pancasila lewat kreasi film," katanya.
 
Lola Amaria salah satu penggagas film ini untuk mencapai film Lima dapat  memperoleh perwujudan  positif bagi masyarakat.

"Semoga mendapat tanggapan baik dari masyarakat, pada akhir Mei ini bisa berbondong-bondong datang ke Bisokop," katanya.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D., Eng., Film relawan baik diputarnya  Lima  di kampus UGM.Menurut Rektor, nilai rata -nilai Pancasila memang cukup dengan beretorika namun harus bisa dipraktekkan langsung dalam kehidupan bermasyarakat.

"Dengan menyaksikan film ini kita bisa mengambil hikmahnya dan bisa diteladani, semutin keberagaman yang kita miliki akan tetap ada, menjadi satu, dan semakin menjadi kuat," katanya.

Salah satu cuplikan awal Film ini mengisahkan seorang perempuan setengah baya yang kembali memeluk agama Islam sesaat akan meninggal. Terjadi perdebatan seru antar ketiga, salah satunya diperankan oleh Prisia Nasution, tentang aturan pemakaman jenazah di Islam dan Kristen. Di Islam semua asesoris di harus dilepas. Masih satu pesan wasiat sebelum meninggal jadi gigi palsunya jangan dilepas dan kukunya dihias dengan kutek.

Tidak hanya itu, anak laki-laki tertuanya juga berkeinginan untuk menguburkan jenazah ibunya di liang lahat. Di era masyarakat masih ada aturan yang melarang orang-orang non muslim menurunkan jenazah di liang kuburan orang muslim. Namun di Film ini anak laki-lakinya yang beragama Kristen berkesempatan menguburkan Ibunya di liang kubur setelah mendapat izin dari pemuka agama. Video dari orang-orang yang melakukan panggilan doa untuk doa-doa dalam agama Kristen saat jenazah dikuburkan dengan cara orang muslim. (Humas UGM / Gusti Grehenson)

back to top