Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rektor dan Mahasiswa UGM Nonton Bareng Film Lima

Sleman-KoPi | Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng., Bersama para mahasiswa UGM menyaksikan pemutaran Film  Lima  di auditorium MM UGM, Jumat (25/5). Nonton bersama Film yang akan ditayangkan serentak di layar bioskop pada 31 Mei mendatang ini dalam rangka menyongsong hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni mendatang.

 

Produser Film Gomulia Oscar, Menyatakan bahwa pembuatan film Lima Berjalan lima orang sutradara yang menampilkan konsep alur cerita yang berbeda. Namun begitu rangkaian cerita dalam film tersebut dalam rangka-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyrakat.

"Kita perlu membumikan ideologi pancasila lewat kreasi film," katanya.
 
Lola Amaria salah satu penggagas film ini untuk mencapai film Lima dapat  memperoleh perwujudan  positif bagi masyarakat.

"Semoga mendapat tanggapan baik dari masyarakat, pada akhir Mei ini bisa berbondong-bondong datang ke Bisokop," katanya.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D., Eng., Film relawan baik diputarnya  Lima  di kampus UGM.Menurut Rektor, nilai rata -nilai Pancasila memang cukup dengan beretorika namun harus bisa dipraktekkan langsung dalam kehidupan bermasyarakat.

"Dengan menyaksikan film ini kita bisa mengambil hikmahnya dan bisa diteladani, semutin keberagaman yang kita miliki akan tetap ada, menjadi satu, dan semakin menjadi kuat," katanya.

Salah satu cuplikan awal Film ini mengisahkan seorang perempuan setengah baya yang kembali memeluk agama Islam sesaat akan meninggal. Terjadi perdebatan seru antar ketiga, salah satunya diperankan oleh Prisia Nasution, tentang aturan pemakaman jenazah di Islam dan Kristen. Di Islam semua asesoris di harus dilepas. Masih satu pesan wasiat sebelum meninggal jadi gigi palsunya jangan dilepas dan kukunya dihias dengan kutek.

Tidak hanya itu, anak laki-laki tertuanya juga berkeinginan untuk menguburkan jenazah ibunya di liang lahat. Di era masyarakat masih ada aturan yang melarang orang-orang non muslim menurunkan jenazah di liang kuburan orang muslim. Namun di Film ini anak laki-lakinya yang beragama Kristen berkesempatan menguburkan Ibunya di liang kubur setelah mendapat izin dari pemuka agama. Video dari orang-orang yang melakukan panggilan doa untuk doa-doa dalam agama Kristen saat jenazah dikuburkan dengan cara orang muslim. (Humas UGM / Gusti Grehenson)

back to top