Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pustawakan diharapkan bisa jadi penulis

Pustawakan diharapkan bisa jadi penulis

Jogja-KoPi| Seorang pustawakan diharapkan bisa menjadi penulis yang baik. Namun dalam mewujudkan hal tersebut, pustakawan juga harus bersabar dalam menjalani setiap prosesnya. Sebagaimana dikatakan oleh Muh. Mursyid, Pustakawan Perpus Emha Ainun Najib, saat menjadi narasumber dalam Workshop Penulisan Kepustakawanan bagi Pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di wilayah Yogyakarta, pada Sabtu (21/1).

 

Muh. Mursyid menyampaikan pada para pustakawan bahwa untuk menjadi seorang penulis itu butuh proses. Bahkan menulis sendiri itu adalah sebuah proses. “Seperti orang berenang, dengan teori yang sangat banyak tanpa pernah mencoba dan tidak berlatih terus menerus maka tidak akan berhasil,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini merupakan kerjasama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), UAD dan Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogya dan diikuti oleh 33 pustakawan dari 3 universitas tersebut. Mursyid kembali menambahkan, tidak perlu bakat khusus untuk menjadi seorang penulis, akan tetapi dapat dimulai dengan menulis dari hal sederhana. “Mood khusus sering menjadi alasan tidak menulis bagi pustakawan, akan tetapi dengan membiasakan diri ataupun memaksakan diri lambat laun menulis akan menjadi habit pustakawan,” ujarnya.

Mursid juga menyampaikan beberapa tips tambahan agar para pustakwan tersebut bisa menjadi penulis yang baik. “Banyak-banyaklah membaca buku, surat kabar, mengamati, pengalaman, mengikuti seminar mencari sumber di internet atau pun lainnya. Hal itu penting dilakukan untuk dapat memunculkan ide baru,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Widiastuti. Menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi pustakawan PTMA untuk dapat membagikan hasil pemikirannya dan tulisannya kepada pustakawan lain di lingkungan Muhammadiyah. “Hasil pemikiran tersebut nanti akan difasilitasi dalam website Muhammadiyah.or.id dan Menara62.com agar lebih bermanfaat. Semoga workshop ini tidak berhenti pada level pustakawan PTMA tapi juga untuk semua pustakawan dan pemerhati perpustakaan di kalangan Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Lasa HS, ketua Forum Perpustkaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (FSPPTMA) dalam sambutannya menyampaikan, bahwa output dari workshop ini diharapkan semua peserta dapat menghasilkan tulisan yang akan dimuat dalam buku Bunga Rampai Pustakawan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang rencananya akan dilaunching pada Munas FSPPTMA pada bulan Maret 2017 di UM Surakarta.

back to top