Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Pungli sekolah, wali murid bayar hingga jutaan

Pungli sekolah, wali murid bayar hingga jutaan

Jogjakarta-KoPi| Pungutan liar sekolah negeri kepada peserta didik baru menjadi persoalan yang tak kunjung usai. Pungutan liar sekolah melalui cara pembelian seragam hingga pemeliharaan gedung sekolah.

Para wali murid dengan terpaksa atau sukarela diwajibkan membayar tuntutan sekolah tersebut. Tak jarang para wali murid harus merogoh kocek jutaan demi kelancaran program belajar putera-puterinya di sekolah.

Menurut anggota Sarang Lidi (Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan), Yuliani menyebutkan praktek pungutan liar sekolah negeri SD,SMP, dan SMP sudah menjadi praktek tahunan. Namun sayangnya setiap tahun bukannya menurun, justru pungutan semakin naik.

Hal senada diungkapkan oleh wali murid Purnomo menyebutkan salah satu anaknya yang bersekolah di SDN Purwobinangun, Kalasan ditarik uang seragam. Pihak sekolah menawarkan seragam yang diklaim lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Pungutan SDN Purwobinangun, Kalasan sudah bertahun-tahun sejak anak saya SD sampai saat ini belum berakhir, uang seragam masih berlanjut, tanggal 11 saya coba konfirmasi, itu ibu gurunya dengan lantang itu adalah infak ,pungutan itu disebut infak, pertanyaan apakah benar itu infak,” tutur Purnomo.

Purnomo menambahkan salah satu anak buahnya, Daniel siswa SMPN 1 Berbah memliki tanggungan sekolah yang besar. “Anak buah saya, Daniel kurang dana PPDB sekitar 500 ribu, tutup tahun 50 ribu, uang kegiata agama 80 ribu, dana tata kelola 400 ribu, ECC Bahasa Iggris 330 ribu, LKS 121 ribu, rata-rata Sleman mungut yang pasti seragam, lainnya uang bangunan relatif,” imbuh Purnomo.

Yuliani anggota Sarang Lidi menegaskan pihak sekolah tidak memanfaatkan Penerimaan Siswa baru sebagai ajang bisnis. Pasalnya tunjangan saranan pembelajaran sekolah sudah menjadi tanggungan dari dana BOS.

|Winda Efanur FS|

back to top