Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pungli sekolah, wali murid bayar hingga jutaan

Pungli sekolah, wali murid bayar hingga jutaan

Jogjakarta-KoPi| Pungutan liar sekolah negeri kepada peserta didik baru menjadi persoalan yang tak kunjung usai. Pungutan liar sekolah melalui cara pembelian seragam hingga pemeliharaan gedung sekolah.

Para wali murid dengan terpaksa atau sukarela diwajibkan membayar tuntutan sekolah tersebut. Tak jarang para wali murid harus merogoh kocek jutaan demi kelancaran program belajar putera-puterinya di sekolah.

Menurut anggota Sarang Lidi (Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan), Yuliani menyebutkan praktek pungutan liar sekolah negeri SD,SMP, dan SMP sudah menjadi praktek tahunan. Namun sayangnya setiap tahun bukannya menurun, justru pungutan semakin naik.

Hal senada diungkapkan oleh wali murid Purnomo menyebutkan salah satu anaknya yang bersekolah di SDN Purwobinangun, Kalasan ditarik uang seragam. Pihak sekolah menawarkan seragam yang diklaim lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Pungutan SDN Purwobinangun, Kalasan sudah bertahun-tahun sejak anak saya SD sampai saat ini belum berakhir, uang seragam masih berlanjut, tanggal 11 saya coba konfirmasi, itu ibu gurunya dengan lantang itu adalah infak ,pungutan itu disebut infak, pertanyaan apakah benar itu infak,” tutur Purnomo.

Purnomo menambahkan salah satu anak buahnya, Daniel siswa SMPN 1 Berbah memliki tanggungan sekolah yang besar. “Anak buah saya, Daniel kurang dana PPDB sekitar 500 ribu, tutup tahun 50 ribu, uang kegiata agama 80 ribu, dana tata kelola 400 ribu, ECC Bahasa Iggris 330 ribu, LKS 121 ribu, rata-rata Sleman mungut yang pasti seragam, lainnya uang bangunan relatif,” imbuh Purnomo.

Yuliani anggota Sarang Lidi menegaskan pihak sekolah tidak memanfaatkan Penerimaan Siswa baru sebagai ajang bisnis. Pasalnya tunjangan saranan pembelajaran sekolah sudah menjadi tanggungan dari dana BOS.

|Winda Efanur FS|

back to top