Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Program Pascasarjana harus jadi Center of Excellence

Program Pascasarjana harus jadi Center of Excellence

Bantul-KoPi| Program pascasarjana sudah seharusnya menjadi center of excellence bagi sebuah perguruan tinggi. Hal tersebut bisa tercermin pada alumni Pascasarjana yang memenuhi standar akademik yang ditentukan. Selain itu, alumni Pascasarjana juga bisa saling bersinergi untuk mencari solusi dan memecahkan problem akademik dari program pascasarjana sendiri.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sri Atmaja P. Rosidi, S.T., M.Sc. M.Eng., Ph.D., P.Eng, saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Pascasarjana pada hari Rabu sore (14/6) di Ruang Amphitheater lantai 4 gedung Pascasarjana UMY. Komisariat Alumni Pascasarjana tersebut terdiri dari lulusan magister dan juga doktor lulusan Pascasarjana UMY dan berada di bawah pengurusan Keluarga Alumni UMY (KAUMY) Pusat.

"Program Pascasarjana dituntut untuk menjadi center of excellence, dimana pertama lulusan Pascasarjana harus memenuhi standar akademik yang ditentukan. Misalnya untuk mahasiswa Doktor harus memiliki publikasi internasional. Tujuannya adalah selain sebagai standar akademik di sana juga ada kepentingan institusional, karena untuk akreditasi yang ditanyakan adalah publikasi, sitasi, dan seberapa banyak universitas mampu melahirkan karyanya dalam jurnal bereputasi. Untuk itu Direktorat Pascasarjana UMY akan mengambil langkah-langkah strategis supaya hal ini tidak menjadi hambatan bagi kita," ujar Sri.

Sri juga mengungkapkan, Komisariat Alumni Pascasarjana juga bisa saling bersinergi untuk mencari solusi dan memecahkan problem. "Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Kamsi, MA (Dewan Penasehat Alumni Pascasarjana) bahwa kiranya organisasi Keluarga Alumni Pascasarjana ini mampu menjembatani persoalan-persoalan yang terkait dengan problematika yang dihadapi oleh program Pascasarjana. Misalnya dalam penyelesaian tugas-tugas akademik yang diembankan kepada mahasiswa Pascasarjana seperti penulisan disertasi atau tesis," ungkap Sri.

Sri kemudian melanjutkan, yang kedua berkaitan dengan standar pengelolaan. "Program pasca di UMY ini bisa dikatakan tidak baru namun kita masih mencari bentuk pengelolaan yang paling tepat. Kenapa demikian? karena kalau kita melihat ke perguruaan tinggi lainnya, program S2 dan S3 dikelola oleh fakultas masing-masing dan pasca hanya mengelola program-program yang sifatnya multi disciplinary atau program yang memang tidak ada induknya.

Sedangkan di UMY Pascasarjana adalah pengelolaan dengan program yang paling banyak, ada 9 program studi. Untuk itu kita perlu mencari standar pengelolaan yang baik dan harapan kita standar yang akan kita terapkan sudah ISO (red, sesuai standar internasional). Di sini peran alumni sangat penting untuk bisa memberikan masukan, dukungan dan doa. Kontribusi dari alumni diharapkan mampu memberikan support yang dibutuhkan pasca, seperti memberikan kuliah umum, mendatangkan pakar dan juga bersinergi untuk memberikan solusi akademik maupun pengurusan pasca," papar Sri.

Hal ketiga yang harus diperhatikan pula oleh program Pascasarjana untuk menjadi center of excellence yakni, tidak boleh sama dengan S1 dan harus memiliki prestasi yang lebih dari prodi di S1. "Jadi nanti disertasi dan tesis yang dihasilkan di pasca harus berkontribusi kepada umat dan secara khusus kepada persyarikatan.

Dalam hal ini mahasiswanya harus berfokus pada hal yang bisa memberikan kontribusi, bukan hanya sekedar memenuhi kredit dan kewajiban akademik," papar Sri lebih lanjut. Sri menjelaskan dengan menjadikan Pascasarjana sebagai center of excellence diharapkan nantinya dapat menghasilkan lulusan yang menjadi cendekiwan, intelektual dan praktisi yang dapat bersaing tidak hanya dalam skala nasional namun juga global.

Selain itu, isu internasionalisasi pascasarjana juga turut disampaikan oleh Sri. "Banyak perguruan tinggi yang juga memiliki prodi magister yang sama dengan yang ada di UMY, namun kita harus memiliki keunggulan yang membedakan dengan yang lainnya. Ini yang akan kita coba gali agar bisa menjadi resource bagi kemajuan keilmuan, terlebih lagi untuk kemajuan bangsa dan negara," tutup Sri. Adapun kepengurusan Keluarga Alumni Pascasarjana UMY ini diketuai oleh Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si (PPI) sebagai Ketua Umum. (raditia)

back to top