Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

PKM UAJY Rancang Game untuk Pasien Stroke

PKM UAJY Rancang Game untuk Pasien Stroke
Sleman- PKM Karsa Cipta telah berhasil merancang game untuk pasien stroke dengan menggunakan Kinect. Berawal dari ide bapak Kristanto Agung Nugroho selaku dosen pembimbing yang pernah melakukan penelitian mengenai virtual rehability stroke sebelumnya, Juan Pranajaya, I Dewa Putu Gede Raditya Wijaya, Eleonora Maria, dan Pradisty Herlina Setiabudi mahasiswa Fakultas Teknologi Industri merealisasikan ide tersebut. 
 
Tim yang diketuai oleh Juan menyadari bahwa saat ini kebanyakan penderita stroke tidak bisa mandiri karena memiliki keterbatasan gerak. 
 
“Dengan menciptakan game virtual rehability produk ini dapat mengurangi beban ketergantungan penderita dengan orang sekitar dan juga dapat menghibur pasien stroke tersebut. Sehingga penderita tidak mengikuti rehabilitasi yang tradisional”, ujar Juan.
 
Kinect yang diproduksi oleh Microsoft merupakan alat sensor gerak untuk game yang dapat menangkap gerakan dengan jarak 1 meter. Bukan hanya gerakan tangan saja, gerakan kaki bahkan suara dapat ditangkap oleh sensor tersebut.
 
Pada prinsipnya pembuatan permainan ini menggunakan aplikasi System Development Kinect untuk dikalibrasi dengan sensor Kinect dan juga game engine Unity. Akan tetapi karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh tim, saat ini mereka baru menyelesaikan hinggan gerakan tangan. 
 
Permainan yang bernama Timun Mas mengharuskan pasien untuk mengambil timun yang ada. Gerakan yang dibutuhkan dengan menggeser ke arah timun dan menggenggam tangan untuk menghilangkannya. 
 
Sehingga pada akhir permainan akan muncul skor berapa banyak timun yang didapatkan. Pengambilan nama permainan ini dari salah satu cerita rakyat yang khas di kalangan masyarakat Indonesia. 
 
“Jadi meskipun permainannya sudah tergolong modern, akan tetapi kita tidak meninggalkan kultur daerah”, jelas Juan. 
 
Pada awalnya Juan dan tim akan mencoba permainan ini kepada pasien stroke di rumah sakit. Akan tetapi perijinan rumah sakit memiliki prosedur tersendiri untuk melakukan hal tersebut. 
 
Tidak berputus asa, mereka mencoba permainan ini kepada 26 mahasiswa yang terkena stroke. Meskipun permainan ini baru dicoba oleh mahasiswa yang mengalami stroke, akan tetapi seluruhnya merespon permainan ini dengan senang dan berguna untuk mereka. 
 
“Saya dan tim ingin mengembangkan permainan ini hingga dapat menangkap gerakan kaki dan dengan adanya permainan ini semoga pasien stroke juga dapat menikmati hal yang sama dengan orang - orang lain seperti bermain. Selain itu harapan saya hal seperti ini dapat menjadi terbosan dalam dunia medis terutama fisioterapi”, harapan Juan untuk kedepannya.
 
back to top