Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Jogja-KoPI|Hasil mediasi antara Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 dengan pihak kampus di Kantor Ombudsman RI pada Rabu (14/6) memutuskan puluhan mahasiswa tersebut tidak jadi di Drop out. Kepala Ombudsman RI, Budi Masthuri, ORI sebagai pihak netral pada mediasi menyampaikan pihak kampus menetapkan untuk tidak memberlakukan surat pemberhentian DO kepada 25 mahasiswa yang terancam DO akibat aksi protes mereka beberapa waktu lalu.

"Inti pokoknya dari mediasi kemarin pihak rektor tidak memberlakukan pemberhentian DO Kepada 25 mahasiswanya yang terancam DO,"katanya saat dihubungi lewat telepon,Kamis (15/6).

Budi menjelaskan salah satu pertimbangan kampus mencabut adalah pihak mahasiswa sudah meminta maaf soal aksi mereka yang sebelum-sebelumnya diwarnai dengan kericuhan dan ketidak nyamanan.

Ia melanjutkan, pihak kampus berencana membuka ruang dialog untuk civitas akademika Kampus UP 45. Harapannya adalah pihak kampus dapat mewujudkan visi penyelenggaraan kampus yang akuntabel dan transparan. Forum ini akan dibuka berkala dan digelar perdana pada bulan Agustus.

"Mahasiswa kemudian juga dapat memberi komitmen nya untuk menggunakan ruang forum dialog tersebut untuk memaksimalkan ide-ide, tanggapan, gagasan, permintaan klarifikasi yang ada."

M Junaidi Presiden Mahasiswa UP45 mengatakan dirinya menyambut baik wacana kampus tersebut.
Dari mediasi dengan pihak kampus kemarin pihak kampus tidak melarang aksi namun kampus meminta agar aksi berjalan kondusif dan tidak diwarnai kekerasan.

Pihaknya pun pada mediasi kemarin dimintai agar membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak menggelar aksi yang berbau ricuh dan kekerasan diwaktu kedepan.

"Teman-teman juga mengisi surat pernyataan bahwa tidak akan menggelar aksi yang merujuk ke arah kerasan dan kericuhaan dan itu ditukis secara tertulis,"kata M Jumaidi saat ditemui pada kamis.

Mengenai Laporan ke kepolisian terkait aduan kekerasaan dan kericuhan, M Junaidi mengatakan laporan masih berlanjut dan kemarin tidak dibahas karena pihak kampus terfokus pada penyelesaian SP DO mahasiswa.

Sementara itu Kepada ORI DIY,Budi mengimbuhkan dari hasil mediasi ini,maka setidaknya laporan kepolisian sudah bukan lagi menjadi masalah.

"Hasil mediasi itu bisa jadi bahan untuk mempertimbangkan kembali laporan ke kepolisian,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top