Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Pihak Rektorat batal menghukum DO 25 Mahasiswa UP45

Jogja-KoPI|Hasil mediasi antara Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 dengan pihak kampus di Kantor Ombudsman RI pada Rabu (14/6) memutuskan puluhan mahasiswa tersebut tidak jadi di Drop out. Kepala Ombudsman RI, Budi Masthuri, ORI sebagai pihak netral pada mediasi menyampaikan pihak kampus menetapkan untuk tidak memberlakukan surat pemberhentian DO kepada 25 mahasiswa yang terancam DO akibat aksi protes mereka beberapa waktu lalu.

"Inti pokoknya dari mediasi kemarin pihak rektor tidak memberlakukan pemberhentian DO Kepada 25 mahasiswanya yang terancam DO,"katanya saat dihubungi lewat telepon,Kamis (15/6).

Budi menjelaskan salah satu pertimbangan kampus mencabut adalah pihak mahasiswa sudah meminta maaf soal aksi mereka yang sebelum-sebelumnya diwarnai dengan kericuhan dan ketidak nyamanan.

Ia melanjutkan, pihak kampus berencana membuka ruang dialog untuk civitas akademika Kampus UP 45. Harapannya adalah pihak kampus dapat mewujudkan visi penyelenggaraan kampus yang akuntabel dan transparan. Forum ini akan dibuka berkala dan digelar perdana pada bulan Agustus.

"Mahasiswa kemudian juga dapat memberi komitmen nya untuk menggunakan ruang forum dialog tersebut untuk memaksimalkan ide-ide, tanggapan, gagasan, permintaan klarifikasi yang ada."

M Junaidi Presiden Mahasiswa UP45 mengatakan dirinya menyambut baik wacana kampus tersebut.
Dari mediasi dengan pihak kampus kemarin pihak kampus tidak melarang aksi namun kampus meminta agar aksi berjalan kondusif dan tidak diwarnai kekerasan.

Pihaknya pun pada mediasi kemarin dimintai agar membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak menggelar aksi yang berbau ricuh dan kekerasan diwaktu kedepan.

"Teman-teman juga mengisi surat pernyataan bahwa tidak akan menggelar aksi yang merujuk ke arah kerasan dan kericuhaan dan itu ditukis secara tertulis,"kata M Jumaidi saat ditemui pada kamis.

Mengenai Laporan ke kepolisian terkait aduan kekerasaan dan kericuhan, M Junaidi mengatakan laporan masih berlanjut dan kemarin tidak dibahas karena pihak kampus terfokus pada penyelesaian SP DO mahasiswa.

Sementara itu Kepada ORI DIY,Budi mengimbuhkan dari hasil mediasi ini,maka setidaknya laporan kepolisian sudah bukan lagi menjadi masalah.

"Hasil mediasi itu bisa jadi bahan untuk mempertimbangkan kembali laporan ke kepolisian,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top