Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Winda Efanur FS


Yogyakarta- KoPi, “Bagi Pemerintah pembatasan S1 maksimal akan menghemat anggaran subsidi pendidikan yang selama ini diberikan kepada Perguruan Tingg (PT), terutama PT Negeri. Namun bagi Mahasiswa pembatasan ini sebagai bentuk "pemasungan" untuk menjalankan peran agen perubahan. Pembatasan tersebut membelenggu mahasiswa untuk hanya tahu dunia kuliah dan perpustakaan saja. Dengan mengabaikan kegiatan non-kampus”.

Demikian respon dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Dr. Fahmy Radhi, MBA. Menurutnya yang terpenting dari seorang mahasiswa mempunyai jiwa prospective leader. Mahasiswa dituntut untuk mengembangkan soft skiil dan kepekaan sosialnya.

Memang tidak ada jaminan mahasiswa kuliah kurang dari 5 tahun atau lebih dari itu masa depannya akan cerah. Namun yang patut dipahami bersama akumulasi nilai (baca : IPK) jangan dijadikaan standar keberhasilan mahasiswa.

“Karena Indikator kesuksesan mahasiswa tidak hanya lulus tepat waktu dan IP tinggi, tetapi juga mahasiswa tersebut harus memiliki kemampuan soft skill dan leadership serta peka terhadap perubahan ekonomi dan sosial di negerinya.

Anies Baswedan seorang aktivis saat menjadi mahasiswa di FE UGM, sehingga waktu kelulusan lebih 5 tahun. Namun, soft skill yang diperoleh Anies sbg aktivis mhs mengantarkan Anies Baswedan sbg salah seorang a young prospective leader, ” tegas Fahmy.

 

 

 

back to top