Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Winda Efanur FS


Yogyakarta- KoPi, “Bagi Pemerintah pembatasan S1 maksimal akan menghemat anggaran subsidi pendidikan yang selama ini diberikan kepada Perguruan Tingg (PT), terutama PT Negeri. Namun bagi Mahasiswa pembatasan ini sebagai bentuk "pemasungan" untuk menjalankan peran agen perubahan. Pembatasan tersebut membelenggu mahasiswa untuk hanya tahu dunia kuliah dan perpustakaan saja. Dengan mengabaikan kegiatan non-kampus”.

Demikian respon dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Dr. Fahmy Radhi, MBA. Menurutnya yang terpenting dari seorang mahasiswa mempunyai jiwa prospective leader. Mahasiswa dituntut untuk mengembangkan soft skiil dan kepekaan sosialnya.

Memang tidak ada jaminan mahasiswa kuliah kurang dari 5 tahun atau lebih dari itu masa depannya akan cerah. Namun yang patut dipahami bersama akumulasi nilai (baca : IPK) jangan dijadikaan standar keberhasilan mahasiswa.

“Karena Indikator kesuksesan mahasiswa tidak hanya lulus tepat waktu dan IP tinggi, tetapi juga mahasiswa tersebut harus memiliki kemampuan soft skill dan leadership serta peka terhadap perubahan ekonomi dan sosial di negerinya.

Anies Baswedan seorang aktivis saat menjadi mahasiswa di FE UGM, sehingga waktu kelulusan lebih 5 tahun. Namun, soft skill yang diperoleh Anies sbg aktivis mhs mengantarkan Anies Baswedan sbg salah seorang a young prospective leader, ” tegas Fahmy.

 

 

 

back to top