Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Permendikbud No. 49 membungkam aktivis mahasiswa

Winda Efanur FS


Yogyakarta- KoPi, “Bagi Pemerintah pembatasan S1 maksimal akan menghemat anggaran subsidi pendidikan yang selama ini diberikan kepada Perguruan Tingg (PT), terutama PT Negeri. Namun bagi Mahasiswa pembatasan ini sebagai bentuk "pemasungan" untuk menjalankan peran agen perubahan. Pembatasan tersebut membelenggu mahasiswa untuk hanya tahu dunia kuliah dan perpustakaan saja. Dengan mengabaikan kegiatan non-kampus”.

Demikian respon dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Dr. Fahmy Radhi, MBA. Menurutnya yang terpenting dari seorang mahasiswa mempunyai jiwa prospective leader. Mahasiswa dituntut untuk mengembangkan soft skiil dan kepekaan sosialnya.

Memang tidak ada jaminan mahasiswa kuliah kurang dari 5 tahun atau lebih dari itu masa depannya akan cerah. Namun yang patut dipahami bersama akumulasi nilai (baca : IPK) jangan dijadikaan standar keberhasilan mahasiswa.

“Karena Indikator kesuksesan mahasiswa tidak hanya lulus tepat waktu dan IP tinggi, tetapi juga mahasiswa tersebut harus memiliki kemampuan soft skill dan leadership serta peka terhadap perubahan ekonomi dan sosial di negerinya.

Anies Baswedan seorang aktivis saat menjadi mahasiswa di FE UGM, sehingga waktu kelulusan lebih 5 tahun. Namun, soft skill yang diperoleh Anies sbg aktivis mhs mengantarkan Anies Baswedan sbg salah seorang a young prospective leader, ” tegas Fahmy.

 

 

 

back to top