Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemutaran dan diskusi film “Pencari Keadilan”

Pemutaran dan diskusi film “Pencari Keadilan”

Siaran Press

“Pencari Keadilan”, merupakan judul film yang akan diputar pada hari Senin, 23 Juni 2014 di Ruang Teatrikal Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta pukul 14.00 sampai dengan selesai. Film ini merupakan film yang diproduksi oleh difabel yang berasal dari bermacam organisasi difabel dari lima kabupaten/kota Yogyakarta.

Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) merupakan inisiator dan produser film ini bekerja sama dengan Etnoreflika Yogyakarta, sebuah lembaga non profit yang bergerak pada media visual berbasiskan etnografi. Pemutaran film akan berlanjut dengan diskusi dengan narasumber Novi Kurnia, pengamat film - dosen Komunikasi dari FISIPOL UGM Yogyakarta ,Dewi Candraningrum, aktivis perempuan dari Jejer Wadon – Solo & Pemred Jurnal Perempuan , M. Joni Yulianto, aktivits difabel - Direktur SIGAB - Yogyakarta , akhmayshita KLC, seorang tuna rungu - pemeran film dari Deaf Art Community .

“Pencari Keadilan” adalah sebuah narasi besar yang ingin disampaikan tentang dunia difabel dan hukum melalui media audio visual yang aksesibel bagi difabel. Film “Pencari Keadilan” diangkat dari sebuah kisah nyata seorang difabel tuli yang merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh gurunya sendiri di sebuah Sekolah Luar Biasa di Sukoharjo. Film berdurasi 23 menit ini mencoba menceritakan kisah perjuangan difabel mencari keadilan dalam hukum. Film ini membingkai cerita, baik dalam proses pelaporan kasus, penyidikan, proses pengadilan, dan pendampingan litigasi dan nonlitigasinya. “Pencari Keadilan” terdiri dari tiga film yaitu, film pendek, iklan layanan masyarakat, dan film rekam proses produksi film. Selain sebagai film kampanye perjuangan keadilan hukum bagi difabel, film ini juga menyorot sistem hukum di Indonesia yang tidak berpihak pada difabel, juga diskriminasi yang membelenggu difabel.

Produksi film berlangsung secara inklusif, difabel dan nondifabel terlibat secara penuh dari proses penggodokan tema, pengambilan gambar, dan editting. Melalui fasilitasi dari Etnoreflika, film ini disutradari oleh difabel sendiri seperti Himawan (difabel cerebral palsy), kameraman Diki (Difabel tuli), dan pemain lainnya yang membuktikan bisa berkarya seni.  Film ini nantinya akan menjadi media kampanye mengenai difabel yang akan disebarkan  tidak hanya melalui hard copy, tapi juga melalui social media dan website solider.or.id.
Pencarian Keadilan melalui Aktivisme Offline dan Online

Kita tidak cukup hanya menjadi aktivis online saja. Perjuangan perwujudan keadilan hukum harus dilakukan secara nyata, melalui kritikan dan desakan kepada negara dan aparatur hukum. Aktivisme online merupakan sarana pendukung untuk mensosialisasikan dan mengingatkan tentang inklusivitas dan pengarusutamaan isu difabilitas dalam setiap kebijakan pemerintah.

Seluruh pihak yang terlibat dalam film ini, SIGAB, organisasi difabel di Yogyakarta, dan Etnoreflika, mengharapkan film ini menjadi media sosialisasi audio visual tentang difabel. Kemudahan akses untuk melihatnya melalui sosial media, youtube, membuat kami percaya bahwa setiap orang bisa dengan mudah menyebarkan virus inklusivitas dan ikut berjuang dalam pencarian keadilan untuk difabel.

Namun, pengawalan dari sisi kebijakan juga tak boleh dilupakan. Baru-baru ini, SIGAB mendesakkan  adanya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) tentang difabel berurusan dengan hukum. Dengan keberadaan Perma ini, diharapkan dapat menutup kelemahan KUHP dan KUHAP yang secara substansi tidak lengkap mengatur hak-hak difabel. Difabel berhadapan dengan hukum, baik sebagai korban, saksi dan atau tersangka tidak mendapatkan perlakuan yang adil dan fair.

Difabel berhadapan dengan hukum kerap menjadi korban ketidakadilan sistem peradilan. Rabu, 18 Juni 2014, SIGAB juga melakukan audiensi ke Lembaga Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang ditemui oleh M. Naser, komisioner Kompolnas. Dalam pertemuan tersebut, M. Naser menjanjikan adanya Peraturan Kapolri (Perkap) tentang mekanisme difabel yang berurusan dengan hukum. “Angin segar” advokasi difabel berurusan dengan hukum juga datang dari Kementrian Kesehatan yang mengeluarkan kebijakan test DNA gratis bagi difabel yang menjadi korban pelecehan seksual.

Sosialisasi lewat media apapun yang mudah diakses bagi semua orang, harus dijalankan. Namun, pengawalan terhadap janji-janji aparat hukum untuk mendorong akses hukum yang berperspektif difabel, mutlak dilakukan.

Contact person: Purwanti (085799523277)
        Brita Putri Utami (0857254217333)

back to top