Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Pemutaran dan diskusi film “Pencari Keadilan”

Pemutaran dan diskusi film “Pencari Keadilan”

Siaran Press

“Pencari Keadilan”, merupakan judul film yang akan diputar pada hari Senin, 23 Juni 2014 di Ruang Teatrikal Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta pukul 14.00 sampai dengan selesai. Film ini merupakan film yang diproduksi oleh difabel yang berasal dari bermacam organisasi difabel dari lima kabupaten/kota Yogyakarta.

Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) merupakan inisiator dan produser film ini bekerja sama dengan Etnoreflika Yogyakarta, sebuah lembaga non profit yang bergerak pada media visual berbasiskan etnografi. Pemutaran film akan berlanjut dengan diskusi dengan narasumber Novi Kurnia, pengamat film - dosen Komunikasi dari FISIPOL UGM Yogyakarta ,Dewi Candraningrum, aktivis perempuan dari Jejer Wadon – Solo & Pemred Jurnal Perempuan , M. Joni Yulianto, aktivits difabel - Direktur SIGAB - Yogyakarta , akhmayshita KLC, seorang tuna rungu - pemeran film dari Deaf Art Community .

“Pencari Keadilan” adalah sebuah narasi besar yang ingin disampaikan tentang dunia difabel dan hukum melalui media audio visual yang aksesibel bagi difabel. Film “Pencari Keadilan” diangkat dari sebuah kisah nyata seorang difabel tuli yang merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh gurunya sendiri di sebuah Sekolah Luar Biasa di Sukoharjo. Film berdurasi 23 menit ini mencoba menceritakan kisah perjuangan difabel mencari keadilan dalam hukum. Film ini membingkai cerita, baik dalam proses pelaporan kasus, penyidikan, proses pengadilan, dan pendampingan litigasi dan nonlitigasinya. “Pencari Keadilan” terdiri dari tiga film yaitu, film pendek, iklan layanan masyarakat, dan film rekam proses produksi film. Selain sebagai film kampanye perjuangan keadilan hukum bagi difabel, film ini juga menyorot sistem hukum di Indonesia yang tidak berpihak pada difabel, juga diskriminasi yang membelenggu difabel.

Produksi film berlangsung secara inklusif, difabel dan nondifabel terlibat secara penuh dari proses penggodokan tema, pengambilan gambar, dan editting. Melalui fasilitasi dari Etnoreflika, film ini disutradari oleh difabel sendiri seperti Himawan (difabel cerebral palsy), kameraman Diki (Difabel tuli), dan pemain lainnya yang membuktikan bisa berkarya seni.  Film ini nantinya akan menjadi media kampanye mengenai difabel yang akan disebarkan  tidak hanya melalui hard copy, tapi juga melalui social media dan website solider.or.id.
Pencarian Keadilan melalui Aktivisme Offline dan Online

Kita tidak cukup hanya menjadi aktivis online saja. Perjuangan perwujudan keadilan hukum harus dilakukan secara nyata, melalui kritikan dan desakan kepada negara dan aparatur hukum. Aktivisme online merupakan sarana pendukung untuk mensosialisasikan dan mengingatkan tentang inklusivitas dan pengarusutamaan isu difabilitas dalam setiap kebijakan pemerintah.

Seluruh pihak yang terlibat dalam film ini, SIGAB, organisasi difabel di Yogyakarta, dan Etnoreflika, mengharapkan film ini menjadi media sosialisasi audio visual tentang difabel. Kemudahan akses untuk melihatnya melalui sosial media, youtube, membuat kami percaya bahwa setiap orang bisa dengan mudah menyebarkan virus inklusivitas dan ikut berjuang dalam pencarian keadilan untuk difabel.

Namun, pengawalan dari sisi kebijakan juga tak boleh dilupakan. Baru-baru ini, SIGAB mendesakkan  adanya Peraturan Mahkamah Agung (Perma) tentang difabel berurusan dengan hukum. Dengan keberadaan Perma ini, diharapkan dapat menutup kelemahan KUHP dan KUHAP yang secara substansi tidak lengkap mengatur hak-hak difabel. Difabel berhadapan dengan hukum, baik sebagai korban, saksi dan atau tersangka tidak mendapatkan perlakuan yang adil dan fair.

Difabel berhadapan dengan hukum kerap menjadi korban ketidakadilan sistem peradilan. Rabu, 18 Juni 2014, SIGAB juga melakukan audiensi ke Lembaga Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang ditemui oleh M. Naser, komisioner Kompolnas. Dalam pertemuan tersebut, M. Naser menjanjikan adanya Peraturan Kapolri (Perkap) tentang mekanisme difabel yang berurusan dengan hukum. “Angin segar” advokasi difabel berurusan dengan hukum juga datang dari Kementrian Kesehatan yang mengeluarkan kebijakan test DNA gratis bagi difabel yang menjadi korban pelecehan seksual.

Sosialisasi lewat media apapun yang mudah diakses bagi semua orang, harus dijalankan. Namun, pengawalan terhadap janji-janji aparat hukum untuk mendorong akses hukum yang berperspektif difabel, mutlak dilakukan.

Contact person: Purwanti (085799523277)
        Brita Putri Utami (0857254217333)

back to top