Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

PEMERHATI: TANGKIS PERMEN PCC DENGAN ‘HEALTHIER FOOD’

PEMERHATI: TANGKIS PERMEN PCC DENGAN ‘HEALTHIER FOOD’

YOGYAKARTA, 25 SEPTEMBER 2017 – Maraknya peredaran permen yang mengandung Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) dalam pemberitaan media beberapa minggu terakhir ini sangat mencemaskan. Apakah ini berita benaran atau hoax? Yang pasti ada ancaman yang sedang mengintai terutama generasi penerus bangsa. Jajanan yang dikatakan ‘healthier food’ sanggup menangkis permen PCC.

Hal itu diungkapkan oleh Pemerhati Bidang Sosial Masyarakat dari Wiratama Institute, Desquart Ompusunggu, dalam siaran persnya pada diskusi terbatas tentang Langkah Antisipatif Menghadapi Permen PCC, yang berlangsung di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (25/09/2017).

“Jajanan “healthier food”, seharusnya bukan pilihan tetapi sebagai ketentuan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Sebab mampu menangkis isu peredaran permen PCC yang infonya marak beredar saat ini,” ujar dia.

Menurut dia, healthier food secara khusus dalam hal ini ditandai dengan jelasnya kandungan makanan tersebut yang tertera di bungkus makanan. Paling tidak, katanya lagi, ini sudah menjamin kepercayaan masyarakat akan produk makanan tersebut.

Misalnya, para pelaku industri besar seperti Unilever, Indofood, Nestle dan lain-lain memproduksi makanan yang bervitamin tinggi, menggunakan bahan yang lebih sehat dan menurunkan kadar gula, kolesterol dan lemak.

“Dan semua informasi itu tertulis dengan jelas di dalam kemasan makanan tersebut. Jadi pasti lebih sehat,” ungkap Desquart yang juga mahasiswa Program Doktor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta itu.

Peran UMKM

Desquart menuturkan, penulisan keterangan makanan yang ada di dalam kemasan juga menjadi salah satu kesempatan bagi produsen untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Hal itu, kata dia, sama seperti yang dilakukan oleh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi pada sektor makanan. Dimana UMKM sejenis diperhadapkan pada tantangan untuk memproduksi jajanan yang memerhatikan healthier food.

“Selain sebagai peluang bisnis untuk pengembangan ekonomi, pengembangan UMKM sektor makanan juga diharapkan mampu menghambat dan menghentikan minat masyarakat akan makanan yang tidak sehat,” terang Desquart.

Ia menambahkan, salah satu upaya UMKM merebut perhatian masyarakat untuk memilih produk healthier food adalah dengan peningkatan kualitas dan kesegaran makanan tersebut. Karena itu, faktor pengemasan makanan agar tetap terasa segar saat di tangan konsumen menjadi keharusan yang wajib diperhatikan oleh produsen, dalam hal ini UMKM.

“Jadi kami sangat mendorong masyarakat untuk mengembangkan UMKM sektor makanan, daripada repot dan khawatir memikirkan makanan yang tidak sehat. Ayo kita mulai memproduksi dan mengembangkan jajanan healthier food. Selain berguna juga bisa mendatangkan peluang ekonomi bagi masyarakat,” tandas dia.

Penjelasan BPOM

Sebelumnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah memberi penjelasan tentang isu peredaran permen yang diduga mengandung PCC. Meski mengakui, bahwa isu peredaran permen yang diduga mengandung PCC itu tidak benar, namun BPOM melalui Balai Besar POM di Semarang telah mengambil sampel dan tengah melakukan pengujian terhadap sampel permen yang diisukan mengandung PCC.

Bahkan, BPOM juga akan terus memantau perkembangan isu tersebut dan mengambil langkah hukum jika terbukti melanggar peraturan perundang-undangan. BPOM juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu terkait obat dan makanan yang beredar melalui media sosial.

back to top