Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Peluncuran dan Diskusi Buku Menyelami Lautan Film

Sleman-KoPi| Mahasiswa konsentrasi studi Film Sinema mengadakan acara Peluncuran dan Diskusi Buku: Menyelami Lautan Film. Acara diselenggarakan Senin 5 Desember 2016, di Lobby Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY).

Acara ini menghadirkan Aloysius Bramantyo (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai moderator, Lucas Deni Setiawan (Dosen FISIP UAJY) sebagai pembicara pertama, Judith Brenda (Mahasiswa FISIP UAJY) sebagai pembicara kedua dan Fajar Junaedi, S.IP., M.Si. sebagai dosen pengampu konsentrasi studi tersebut.

“Sebenarnya, kami boleh mengkaji apa saja, namun Pak Lucas memberi pola yang mengerucut ke film. Oleh sebab itu kita akhirnya memilih untuk mengkaji film”, tutur Judith saat bercerita mengenai proses pembuatan buku.

Hal yang menarik dalam buku ini adalah adanya kajian mengenai film-film di era Orde Baru dan pasca Orde Baru. Misalnya pada bagian bab Remaja terdapat film Lupus yang di kaji. "Karakter Lupus pada orde baru nyleneh dan jahil, sedangkan pada sesudah orde baru, karakter Lupus menjadi santun dan religius. Hal ini menujukan bahwa setelah orde baru, Lembaga Sensor Indonesia lebih ketat dalam menyeleksi film-film," ujar Judith. Dalam buku ini juga dijelaskan mengenai trend masyarakat yang berubah seiring perkembangan zaman. Misalnya sebelum muncul film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), film dengan genre cinta kurang laris di pasaran. Setelah muncul film tersebut, masyarakat mulai minat dengan film genre cinta dan banyak bermunculan film seperti AADC.

Lucas berharap mahasiswa tidak hanya menerbitkan buku untuk tugas kuliah saja. Ia berharap mahasiswa terus berkarya sehingga karya-karyanya dapat dibukukan.

"Jika Anda menerbitkan buku, maka Anda tidak akan tenggelam oleh waktu. Anak cucu Anda bisa mengenal Anda dengan cara membaca karya-karya Anda," kata Lucas. Jun menambahkan, “Suatu saat ketika wisuda, mahasiswa tidak hanya memberikan skripsi saja namun juga sebuah buku." Kata Lucas. |Elsa|

back to top