Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pekan Budaya masuk kampus sebagai wujud dari konsep Budaya 3K

Pekan Budaya masuk kampus sebagai wujud dari konsep Budaya 3K

Bantul-KoPi|Pekan Budaya Masuk Kampus (PBMK) yang akan digelar mulai Selasa (11/10) hingga Jum'at (14/10) resmi dibuka pada Selasa malam (11/10) di pelataran Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. PBMK sendiri dinilai sebagai oportuniti bagus untuk melestarikan budaya di Yogyakarta, sebagai wujud dari konsep budaya 3K.

Pemaparan tersebut yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pemda DIY, Umar Priyono saat membuka PBMK. Konsep budaya 3K sendiri merupakan Kraton, Kampung dan Kampus, dimana kebudayaan yang ada di Yogyakarta harus mampu meliputi ketiga aspek tersebut. Dengan begitu, kebudayaan di Yogyakarta diupayakan dapat memberikan elemen ke seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta.

Umar melihat potensi budaya di DIY sangat luar biasa. "Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya komunitas-komunitas budaya yang dibentuk oleh masyarakat. Seperti contohnya Ikatan Mahasiswa yang ada di DIY yang membentuk kegiatan bernama Selendang Sutra," jelas Umar.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemda DIY tersebut juga berharap besar pada peran kampus dalam melestarikan budaya di Yogyakarta. "Kampus sebagai sebuah institusi selalu dinilai sebagai agent of change. Selain sebagai agent of change, maka harusnya kampus juga dapat menjadi agent of culture," harap Umar.

Selain itu Umar juga berharap Yogyakarta harus selalu pro-culture. Karena dengan meningkatkan kegiatan kebudayaan, juga akan berimbas pada peningkatan pariwisata di Yogyakarta yang lebih baik.

Senada dengan Umar, Rektor UMY, Prof. Bambang Cipto, M.A. menyampaikan bahwa PBMK dapat mempengaruhi citra kota Yogyakarta. "Kebudayaan merupakan sesuatu yang sangat lembut dan tidak kelihatan, tetapi kita butuhkan. Mudah-mudahan dengan adanya PBMK ini, kita bisa menjadikan kota ini tidak hanya sebagai kota pelajar saja, namun juga bisa menjadi kota budaya yang inovatif dan kreatif dengan seni," ungkap Bambang.

Bambang menambahkan agar merambahnya budaya tidak hanya di Kota Jogja saja, tetapi juga dapat menyebar ke kota lain di DI Yogyakarta seperti Bantul, Sleman dan lainnya. Dan dengan diselenggarakannya PBMK di UMY, Bambang berharap akan memberikan manfaat bagi mahasiswa UMY.

"Dengan adanya kegiatan Pekan Budaya Masuk Kampus, mahasiswa jadi dapat melihat langsung pelaku seni, dan menyaksikan budaya adi luhung yang tampil modern dan mengesankan. Karena yang ditampilkan juga bukan hanya budaya lokal saja, namun juga ada budaya asing, dan empat hari ke depan juga masih banyak kejutan-kejutan penampilan lainnya," ujar Bambang.

PBMK yang digelar di UMY selama empat hari ini juga terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Selain itu, kegiatan kebudayaan yang akan digelar dalam acara PBMK ini seperti Festival Dolanan Anak, Lomba Kethoprak Ringkes Anak-anak se-DIY, Panggung Gamelan Anak, Pentas Seni-Budaya Nusantara, Tarian Nusantara, Musik Etnik Nusantara, Workshop, Pentas Seni Lintas Agama dan Keyakinan, serta One Night Jazz. |Deansa

back to top