Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pameran dan Bazar Festival Al-Qur'an resmi dibuka

Rektor UMY bersama para panitia pelaksana Festival Al Qur'an saat melihat pameran Mushaf Akbar dengan ukuran 145 cm x 95 cm, yang ditulis selama 2 tahun 3 bulan oleh Drs. Hayat dari Universitas Sain Al Qur'an (Unsiq) Wonosobo - Jateng Rektor UMY bersama para panitia pelaksana Festival Al Qur'an saat melihat pameran Mushaf Akbar dengan ukuran 145 cm x 95 cm, yang ditulis selama 2 tahun 3 bulan oleh Drs. Hayat dari Universitas Sain Al Qur'an (Unsiq) Wonosobo - Jateng

Bantul-KoPi| Rektor UMY, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA secara resmi membuka pameran dan bazar “Seni dan Budaya Islam” dalam rangka Festival Al Qur'an Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah seluruh Indonesia. Hal ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Rektor UMY. Dengan pembukaan tersebut, maka dimulailah rangkaian acara Festival Al Qur'an selama tiga hari ke depan.

Acara pembukaan tersebut dilakukan di pintu timur Sportorium, Selasa (9/8). Sebanyak 17 stand mengikuti pameran ini. Mereka diantaranya berasal dari Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal, PP muhammadiyah, hingga Madrasah Mualimin/Mualimat juga membuka stand dalam pameran ini.

Dalam sambutannya, Prof. Bambang Cipto menyatakan kebanggaan UMY sebagai tuan rumah Festival Al Qur’an PTM/A seluruh Indonesia yang diadakan pertama kalinya ini.

“UMY merasa terhormat dan bangga telah menjadi tuan rumah Festival Al Qur’an yang pertama kali ini. Semoga dalam pelaksanaannya acara berjalan lancar dan kami berhasil menjadi tuan rumah yang baik,” terangnya.

Prof. Bambang juga menambahkan bahwa gagasan Festival Al Qur'an merupakan gagasan lama. “Sebenarnya gagasan ide Festival Al Qur'an ini telah ada sejak tahun 2015, namun baru terlaksana sekarang. Semua ini berkat kerja keras seluruh panitia,” tutur beliau.

Sementara itu Ketua Pelaksana, Ghoffar Ismail menjelaskan rincian acara dalam laporan acara Festival Al Quran.

“Pembukaan acara ini menandai berjalannya rangkaian acara Festival Al Quran dari 9 hingga 11 Agustus 2016. Untuk hari ini masih ada rangkaian acara lain seperti talkshow dengan menghadirkan Habiburrahman ElShirazy dan juga seminar Al Qur’an,”paparnya.

Ghoffar juga memaparkan bahwa dalam Pameran dan Bazar ini juga menampilkan hal unik-unik seputar Islam. Ada Al-Qur’an terbesar di Jawa Tengah yang didatangkan langsung dari Masjid Agung Jawa Tengah, Al-Qur’an terkecil di Indonesia, dan ada juga Miniatur masjid-masjid di Mekkah dan Madinah yang ditampilkan oleh Madrasah Mualimin/Mualimat. Selain itu juga terdapat Manuskrip-manuskrip kuno peninggalan Islam yang ditampilkan oleh stand PP Muhammadiyah.

Ghoffar melanjutkan bahwa Pameran dan bazaar ini juga menyediakan fasilitas bagi orang umum untuk belajar dan mendalami Al Qur’an.

“Silahkan untuk semua orang datang dan melihat pameran ini karena di sini juga bisa menjadi tempat belajar mengenal Al Qur’an. Ada Al Qur’an Braile untuk saudara-saudara kita yang tidak bisa melihat, ada juga yang menyediakan belajar tahsin jika anda ingin membenarkan cara baca Al Qur’an, dan juga anda bisa belajar sejarah lewat stand Bayt Al Qur’an dan Museum Istiqlal,”tambahnya.

Ghoffar juga menambahkan bahwa Festival Al-Quran ini sebagai bentuk apresiasi kepada Qori/Qoriah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah agar bisa melahirkan Qori yang handal. “Semoga acara ini menghasilkan Qori/Qoriah yang handal dan acara ini menjadi bentuk apresiasi kepada Qori/Qoriah yang ada di Indonesia khususnya di PTM/PTA,”tutupnya. |Bagas

back to top