Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Paduan Suara Universitas Airlangga raih juara di Estonia

Paduan Suara Universitas Airlangga raih juara di Estonia
Surabaya - KoPi | Prestasi putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi paduan suara international di Eropa. Tim Paduan Suara Universitas Airlangga (PSUA) meraih Juara I pada kategori Folksong Choir, Juara III pada kategori Early Music, dan Juara IV pada katogeri Mixed Choir dalam “The 14th International Choir Festival Tallin (ICFT) 2015” di Tallin, Estonia.

PSUA menjadi satu-satunya wakil dari Asia dan berhasil menyisihkan 11 tim paduan suara yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Estonia, Firlandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, Austria, dan lain-lain. Tim yang dipimpin oleh music director Yosafat Rannu Leppong ini menonjolkan ragam budaya Indonesia melalui karakter suara. Lagu yang dibawakan adalah 12 lagu tradisional, seperti Janger, Tari Saman, Cing Cang Keling dan Yamko Rambe Yamko.

PSUA berhasil menembus babak utama Grand Prix bersama dengan 5 tim paduan suara lainnya yakni Youth Male Choir Estonian National Opera, Segakoor HUIL Estonia, Adolf Fredik’s Church Sweden, Kampiun Laulu Firland, dan Girl’s Choir Kameraaled Estonia. Ketua panitia Tim PSUA Satria Agung menyatakan, “Menjadi juara dan lolos ke babak Grand Prix benar-benar pencapaian yang luar biasa” terangnya.

Apresiasi tinggi yang didapatkan tim PSUA saat tampil diucapkan langsung dari para kompetitor lainnya. Para penonton di Parnu dan Tallin bahkan kerap memberi tepuk tangan meriah dan standing applause setelah PSUA menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko yang berasal dari Papua.

Keberhasilan yang diperoleh Tim PSUA dalam ICTF 2015 di Estonia bukan berarti tanpa kendala. Perbedaan iklim antara Indonesia dan Estonia menjadi kendala utama selama kompetisi berlangsung. Cuaca dingin dan udara kering membuat beberapa anggota terkena batuk. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi kualitas suara para penyanyi. Namun dengan koordinasi Yosafat dan bantuan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) yang berada di Estonia, Tim PSUA dapat memberikan penampilan terbaiknya.

“Musik adalah sebuah proses tanpa batasan ruang dan waktu. Saya berharap paduan suara Indonesia bisa belajar artistik dan penggalian musik dari ajang kompetisi ICFT kemarin," ujar Yosafat. | Labibah

back to top