Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Orasi Menteri Luar Negeri Menutup PPSMB Palapa 2017

Orasi Menteri Luar Negeri Menutup PPSMB Palapa 2017

Sleman-KoPi| Rangkaian kegiatan Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM 2017 resmi ditutup Sabtu (12/8) siang. Upacara penutupan PPSMB kali ini dihadiri sederet menteri serta pejabat negara alumni UGM dan diisi oleh penyampaian orasi kebangsaan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

"Tiga puluh enam tahun yang lalu saya berdiri di tempat ini seperti kalian, saya bukan siapa-siapa, tapi saya punya mimpi. Mimpi inilah yang membawa saya bisa menjadi menteri seperti sekarang ini," ujarnya mengenang perjalanannya semasa berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.

Pada kesempatan ini, Retno mengajak para mahasiswa untuk mulai menetapkan tujuan yang ingin dicapai melalui studi mereka di UGM, serta senantiasa berusaha dan berjuang untuk mencapai tujuan tersebut.

“Untuk menggapai mimpi perlu perjuangan. Dan perjuangan perlu dikejar dengan usaha, dengan doa, dengan kebajikan, dan dengan energi yang positif,” ucapnya.

Dalam semangat PPSMB 2017 yang mengusung tema “Dari UGM untuk Indonesia” kepada para mahasiswa ia menekankan peran penting generasi muda dalam membangun Indonesia dengan inovasi dan dengan toleransi. Suasana keberagaman yang nyata terlihat dalam PPSMB dan dalam interaksi di kampus UGM, ujarnya, seharusnya mendorong setiap warga UGM untuk dapat melihat perbedaan sebagai sesuatu yang indah.

“Ingat, Indonesia dilahirkan dari perbedaan dan perbedaan itu adalah sesuatu yang indah. Kita semua harus bangga dan dengan lantang mengatakan, aku bangga menjadi Indonesia yang majemuk,” kata Retno.

Tak lupa ia berpesan, agar para mahasiswa UGM dapat menghidupi panggilannya sebagai generasi penerus bangsa dan tulang punggung pembangunan nasional, serta menyebarkan semangat-semangat positif di tengah masyarakat.

“Indonesia harus menjadi besar, Indonesia harus menjadi jaya, dan kalianlah yang akan mengisinya. Isilah Indonesia dengan toleransi, keadilan, rasa kemanusiaan, inovasi, mampu berkompetisi hadapi bangsa lain, serta bebas dari korupsi dan narkoba,” serunya disambut riuh oleh para mahasiswa.

Selain orasi Menteri Luar Negeri, Upacara Penutupan PPSMB 2017 juga diisi oleh orasi yang disampaikan oleh mahasiswa berprestasi UGM program diploma dan program sarjana, Pralampita Khofi Mufida dan Wyncent Halim yang memberikan motivasi kepada para adik tingkat mereka.

Seperti upacara penutupan dalam 5 tahun terakhir, di tengah-tengah lokasi penutupan di Lapangan Pancasila Grha Sabha Pramana, para mahasiswa baru berbaris membentuk formasi tertentu. Kali ini, formasi logo UGM terbentuk rapi ketika para mahasiswa memasuki lapangan.

Tidak lama kemudian, terbentuk warna bendera merah putih di atas logo UGM seraya para mahasiswa melakukan selebrasi dengan menaikkan pom-pom, yang langsung disembut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan serta warga yang sengaja hadir untuk menyaksikan prosesi tersebut.

“Dengan ini rangkaian PPSMB Palapa 2017 resmi ditutup. Terima kasih atas setiap pihak yang terlibat untuk mensukseskan acara ini,” ujar Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono di akhir acara.

Pada kesempatan ini, ia berpesan, agar semangat persatuan dan kerja sama yang mereka dapatkan dalam PPSMB dapat terus dibawa sepanjang masa studi di UGM dan bahkan hingga mereka lulus nantinya.

“Bekerja samalah, bersinergilah, karena kalian adalah benteng ibu pertiwi dan NKRI,” ucap Panut. (Humas UGM/Gloria).

back to top