Menu
Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi …

Jogja-KoPi|Menteri Agam...

Gus Ipul akan perkuat pendidikan agama

Gus Ipul akan perkuat pendidikan ag…

Nganjuk-KoPi| Wakil Gub...

Menhub meminta PT KAI mengantisipasi bahaya longsor

Menhub meminta PT KAI mengantisipas…

Jogja-KoPi|Memasuki mus...

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Prev Next

Muhaimin Iskandar dinilai belum pantas mendapatkan penghargaan Doktor Honoris Causa

Sumber: Pitunews Sumber: Pitunews

Surabaya-KoPi| Ketua Umum PKB MUhaimin Iskandar mendapat penolakan dari civitas Fisip Unair atas rencana pemberian penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universitas Airlangga. Rencana pemberian gelar akan diberikan hari Selasa, 3 Oktober 2017.

Ucu Martanto dari Departemen Politik Fisip Unair mengatakan pihaknya tidak menolak tetapi lebih menimbang untuk menunda pemeberian gelar tersebut.

"Kami tidak menolak tapi lebih meminta untuk menunda dengan beberapa pertimbangan, " katanya melalui sambungan seluler.

Menurut Ucu, pertimbangan pertama karena prosesnya tidak melibatkan civitas Fisip Unair. Kedua, Muhaimin Iskandar dinilai belum pantas mendapatkan penghargaan itu karena belum terlihat capainnya. Ketiga, pemberian itu akan membuat kredibilitas Fisip Unair menjadi buruk karena mudah memberikan penghargaan.

Sementara itu Departemen Sosiologi FISIP Universitas Airlangga Surabaya melalui sebaran pers rilisnya menyatakan tidak tahu menahu atas rencana pememberian gelar Doktor Honoris Causa.

Pernyataan ini disampaikan pada media pers melalui surat pernyataan yang ditandatangi oleh Ketua Departemen Sosiologi Dr. Sutinah, M.S.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top