Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Muhaimin Iskandar dinilai belum pantas mendapatkan penghargaan Doktor Honoris Causa

Sumber: Pitunews Sumber: Pitunews

Surabaya-KoPi| Ketua Umum PKB MUhaimin Iskandar mendapat penolakan dari civitas Fisip Unair atas rencana pemberian penghargaan Doktor Honoris Causa dari Universitas Airlangga. Rencana pemberian gelar akan diberikan hari Selasa, 3 Oktober 2017.

Ucu Martanto dari Departemen Politik Fisip Unair mengatakan pihaknya tidak menolak tetapi lebih menimbang untuk menunda pemeberian gelar tersebut.

"Kami tidak menolak tapi lebih meminta untuk menunda dengan beberapa pertimbangan, " katanya melalui sambungan seluler.

Menurut Ucu, pertimbangan pertama karena prosesnya tidak melibatkan civitas Fisip Unair. Kedua, Muhaimin Iskandar dinilai belum pantas mendapatkan penghargaan itu karena belum terlihat capainnya. Ketiga, pemberian itu akan membuat kredibilitas Fisip Unair menjadi buruk karena mudah memberikan penghargaan.

Sementara itu Departemen Sosiologi FISIP Universitas Airlangga Surabaya melalui sebaran pers rilisnya menyatakan tidak tahu menahu atas rencana pememberian gelar Doktor Honoris Causa.

Pernyataan ini disampaikan pada media pers melalui surat pernyataan yang ditandatangi oleh Ketua Departemen Sosiologi Dr. Sutinah, M.S.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top