Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mereka lalu jatuh cinta tanpa dicegah lagi

Mereka lalu jatuh cinta tanpa dicegah lagi

Surabaya-KoPi| Mendongeng adalah kegemarannya, meski belajar hanya dengan cara otodidak, namun perempuan cantik ini dapat bercerita dengan memikat. Cerita yang dituturkan tidak hanya fiktif dongeng belaka, tetapi kejadian nyata di lingkungan keluarganya. 

 

Adalah Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, sosok ibu dari empat anak ini bercerita kepada 200 murid TK dan SD Raudlatul Jannah Sidoarjo pada Sabtu (26/09) pagi. Di hadapan para murid yang antusias mendengarkan, istri Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifullah Yusuf ini bercerita tentang dua kambing kesayangan Reno putra bungsunya.

 

Pada moment Idul Adha ini, Reno memiliki keinginan yang kuat untuk berkurban kambing. Tetapi ia tidak ingin kalau si coklat dan si belang begitu nama kambingnya, dikorbankan karena sudah terlanjur sayang. Fatma pun bertutur bagaimana Reno akhirnya berhasil mendapatkan sebuah kambing putih untuk di korbankan karena sudah rajin belajar dan pandai mengaji. 

 

Gelak tawa ceria anak-anak terdengar ketika Fatma menceritakan pada saat Reno mengajak kambing putihnya bermain dan berkeliling dulu sebelum disembelih. Kecintaan sang buah hati terhadap binatang dan tetap ingin ikut berkurban ini dikemas sedemikian rupa oleh Fatma agar makna idul kurban yang disampaikan dapat pula diserap oleh pribadi anak-anak yang mendengarkan.

 

“Momentum Idul Adha yang barusan kita lalui adalah tema yang saya ceritakan kepada anak-anakSaya bercerita peristiwa yang ada di lingkungan keluarga sendiri. Saya juga mengajak anak-anak untuk mencontoh keteladan Nabi Ibrahim AS yang mengikhlaskan Nabi Ismail semata-mata karena Allah SWT ke dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fatma sesaat setelah acara usai.

 

Meskipun tidak berlatar seorang pendongeng, Fatma tetap mendapat perhatian penuh dan ceria dari anak-anak yang hadir. Bahkan ada seorang murid dengan semangat dapat mengulang cerita Fatma dari awal hingga akhir, apalagi ketika mendapatkan hadiah karena bisa menebak nama-nama lakon yang diceritakan. 

 

“Ketika di Jakarta dulu saya sering mendongeng di hadapan anak-anak kecil. Saat itu Gus Ipul menjadi Menteri di era Presiden SBY, sayapun aktif menjadi pengurus Mobil Pintar semacam perpustakaan keliling yang di pelopori oleh Ibu Ani SBY,” ujar Fatma kepada KoPi.

 

Bagi Fatma, dongeng adalah bentuk eksplorasi khayalan seorang anak.

 

"Dongeng itu sebenarnya kan cerita khayalan. Tetapi sebisa mungkin disampaikan dengan cara yang menarik dan diselipkan pula nasehat untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan alam semesta. Bahkan dongeng sebelum tidur itu juga sangat penting bagi anak-anak usia dini. Disamping mereka dapat di ajak berkhayal, dapat pula di bekali nilai-nilai kebaikan, tetapi yang paling penting adalah tumbuhnya keterikatan batin atau kedekatan antara orangtua dan anak," tutur Fatma menutup perbincangan.

 

Penyelenggara acara memberi komentar pendek saja kepada KoPi "Mereka, anak-anak, sepertinya jatuh cinta pada Bu Fatma." |Labibah|

back to top