Menu
Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor SAR Yogyakarta

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor …

YOGYAKARTA - Senin (14/08...

Penyadang disabilitas merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah

Penyadang disabilitas merasa diperl…

Sleman-KoPi| Organisasi P...

Organisasi Penyandang Difabel ajak masyarakat kawal PP penyandang Difabel

Organisasi Penyandang Difabel ajak …

Sleman-KoPi| Organisasi P...

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan M…

Sleman-KoPi|Koalisi Masya...

Paket umrah 15-17 juta berpotensi tipu calon jemaah

Paket umrah 15-17 juta berpotensi t…

Jogja-KoPi|Kepala Kanwil ...

Prev Next

Menteri PPPA resmikan Sekolah Srikandi Sungai Indonesia I UGM

Menteri PPPA resmikan Sekolah Srikandi Sungai Indonesia I UGM

Jogja-KoPi|Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Yohana Susana Yembise resmikan Sekolah Srikandi Sungai Indonesia (SSSI) I bentukan direktorat pengabdian kepada masyarakat UGM.

Yohana mengatakan SSSI I dalam bentuk penerjunannya akan sangat membantu lingkungan hidup dan perempuan yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS)khususnya DAS Sungai Code.

"Komitmen kementrien PPA, kita kerja sama dengan kementrian lingkungan hidup, menjaga sungai dan lingkungan salah satunya DAS, (Daerah aliran sungai). Kami sangat berterima kasih dengan UGM yang bekerja sama dalam memberdayakan Masyarakat kampung,"katanya saat diwawamcarai di Kampung Jetis Harjo, Kali Code , Sabtu (10/6).

Menurutnya saat ini masih banyak temuan perkampungan yang kurang ramah pada anak dan perempuan.

Masyarakat pinggir sungai khususnya perempuan dan anak-anak yang terbisa menggunakan kamar mandi atau WCK dipinggir sungai cenderung yang paling rawan menjadi korban kekerasan.

Dengan hadirnya SSSI, setidaknya Ia dapat berharap SSSI dapat menciptakan kondisi daerah yang ramah terhadap anak-anak dan perempuan.

SSSI sendiri yang merupakan bentuk gagasan dari Wakil Rektor UGM,Prof Suratman diharapkan dapat menjadi wadah perempuan dan lingkungan hidup Sungai di Indonesia.

Bentuk aplikasi dan pelaksanaan dari SSSI sendiri seperti memberikan kampanye, pendampingan dan penyuluhan dari dosen dan mahasiswa UGM dari Fakultas Farmasi, Biologi dan Geografi.

Kepala bidang Pemberdayaan UGM,Wiwik menjelaskan tujuan dari SSSI adalah menciptakan tidak hanya restorasi sungai dan kesehatan sungai namun juga mengubah pola pikir untuk meningkatkan lingkungan hidup.

"Fokusnya adalah masalah lingkungan sungai dengan pendekatan women leaderahip,"kata Wiwik saat memberikan sambutan.

Sementara itu dari Pemda DIY, Sri Sultan lewat sambutannya melalui Kepala Pemberdayaan }Perempuan dan Masyarakat DIY, Dr Arida menyampaikan inisiasi gerakan Srikandi ini dapat mendorong kegiatan positif dalam menciptakan sungai yang bersih dan indah.

Ia juga menyampaikan sungai sendiri mempunyai multifungsi dalam menjaga lingkungan, ekonomi dan masyarakat.

"Fungsi sungai sendiri tidak hanya dalam konteks ekonomi tapi juga perlindungan lingungkan, mencegah longsor, dan kesehatan," terangnya.

Wakil Rektor UGM, Prof Suratman sebagai penggagas SSSI menyampaikan akan membawa gagasan kepedulian sungai ke kancah internasional lewat UNESCO. Harapannya issue gender, sanitasi dan peningkatan lingkungan hidup indonesia dapat terus digalakkan dan dikenal didunia Internasional.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top