Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

Mengikat kerukunan dan perdamaian dengan agama

bunga pk2
Menyongsong Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa 8-10 Februari 2018

Bantul-KoPi| Sebagai bangsa yang besar, Indonesia masih membutuhkan banyak instrumen untuk mendorong kerukunan dan perdamaian.

Keharmonisan masyarakat dan kerukunan agama yang selama ini dijalin selama puluhan tahun, kerap ternoda sikap-sikap intoleran, pandangan tentang masalah kebangsaan, dan memudarnya etika sosial hubungan umat beragama.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP, saat dihubungi pada Senin (5/2).

Untuk itu, menurut Gunawan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas isu-isu strategsi dan persoalan-persoalan pokok untuk kerukunan bangsa.

Acara FGD ini rencanannya digelar dalam rangka menyambut dan sekaligus memberikan masukan untuk “Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa” yang digelar Kantor Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban di Jakarta pada 8-10 Februari 2018.

Gunawan menyatakan bahwa saat ini banyak forum yang harus digelar yang melibatkan tokoh dan unsur akar rumput dalam masyarakat agar proses dialog bisa lebih efektif.
"Prof. Dr. Din Syamsuddin yang ditunjuk Presiden Ir. Joko Widodo sebagai Kepala Kantor Urusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban akan menghadiri acara ini," ujarnya.

Gunawan juga mengatakan bahwa terdapat beberapa masalah pokok yang dibahas dalam Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, yaitu: 1) Pandangan dan sikap umat beragama tentang NKRI berdasarkan Pancasila; 2) Pandangan dan Sikap Umat Beragama tentang Bhineka Tunggal Ika; 3) Pandangan dan sikap umat beragama tentang pemerintahan yang sah hasil pemilu demokratis berdasarkan konstitusi; 4) prinsip-prinsip kerukunan umat beragama; 5) Etika kerukunan umat beragama; 6) Penyiaran agama dan pendirian rumah ibadah; 7) Rekomendasi tentang faktor-faktor non-Agama yang mengganggu kerukunan antar umat beragama.

Sementara itu, FGD di yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana UMY ini akan, memfokuskan kepada beberapa isu pokok di atas, antara lain tentang sikap dan pandangan umat beragama terhadap NKRI dan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan pemerintahan yang sah.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, juga menegaskan, Muhammadiyah sudah lama memiliki perhatian terhadap masalah kebangsaan, termasuk ketika merumuskan Pancasila. Karena FGD di UMY akan mendalami aspek-aspek yang khusus terkait dengan masalah kerukunan yang terkait dengan isu kebangsaan.

“Biar kontribusi dan masukan kita terhadap pemerintah, tentu dengan perspektif yang dimiliki oleh Muhammadiyah, bisa lebih fokus,” tambahnya.

back to top