Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Membongkar mitos epilepsi

Membongkar mitos epilepsi

Sleman-KoPi| Presiden Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr. Arif Faisal,Sp. Rad(K), DHSM, menjelaskan masih banyak persepsi dan opini buruk di sekitar masyarakat tentang penyakit epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan.

Stiigma Orang Dengan Epilepsi (ODE) itu seperti tidak bisa menikah,ODE tidak bisa memiliki keturunan,ODE tidak dapat bekerja,Ode tidak dapat sekolah, muncul juga beberapa mitos seperti epilepsi penyakit kutukan, kerasukan roh, hanya terjadi pada anak-anak dan menular.

"Pengetahuan masyarakat mengenai epilepsi ini muncul dengan mitos dan stigma seperti tidak dapat disembuhkan,turunan dan menular," jelas Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr Arif Faisal di Ruang Yudistira,RS UGM,Sabtu (18/3).

Akibatnya, kata dokter spesialis syaraf RS UGM Dr.Fajar Maskuri,Sp.S,, M.Sc penderita epilepsi cenderung dijauhi dan memisahkan diri dari masyarakat.

Menurut dr. Fajar Maskuri penyakit epilepsi ini sama sekali tidak menular baik itu air ludah,darah, dan turunan lewat anak. Selain tidak menular,Fajar juga menghimbau masyarakat tidak menjauhi pasien epilepsi. Pasalnya beberapa pasien epilepsi dapat terpicu dengan suasana atau perasaan tidak menentu.

"Pemicu dari kejang epilepsi bisa karena stress yang berlebihan, ini bukan hanya aspek epilepsi, namun sosial dari pasien perlu kita beri edukasi ke masyarakat lainnya,"terang Dr. Fajar Maskuri.

Sebagai upaya dari penyadaran ke masyarakat terkait Epilepsi, RS UGM menggelar Seminar dengan Tema "Aku ODE (Orang Dengan Epilepsi) dan Aku Sukses". Prof. Arif Faisal memaparkan alasan dari pemilihan topik ini memberikan pemahaman tentang epilepsi, aspek-aspek pasien terhadap lingkungannya ,masyarakat dan kekuarga pasien.

Gelaran seminar ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies natalis UGM, Dies Natalis Kedokteran dan Dies Natalis RS UGM ke 5.

Prof. Arif faisal juga menjelaskan pihak RS UGM sudah mampu menangani pasien Epilepsi baik itu yang berobat jalan atau rawat inap. Hal inj ditunjukkan adanya dokter ahli syaraf,dokter anak dan konsultasi syaraf di RS UGM.

"Kita punya dokter syaraf, dokter anak, dan konsultasi syaraf seperti yang kita ketahui epilepsi menyerang anak anak dan dewasa," pungkas Prof. Arif Faisal. |Syidiq SyaifulArdli|

back to top