Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Membongkar mitos epilepsi

Membongkar mitos epilepsi

Sleman-KoPi| Presiden Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr. Arif Faisal,Sp. Rad(K), DHSM, menjelaskan masih banyak persepsi dan opini buruk di sekitar masyarakat tentang penyakit epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan.

Stiigma Orang Dengan Epilepsi (ODE) itu seperti tidak bisa menikah,ODE tidak bisa memiliki keturunan,ODE tidak dapat bekerja,Ode tidak dapat sekolah, muncul juga beberapa mitos seperti epilepsi penyakit kutukan, kerasukan roh, hanya terjadi pada anak-anak dan menular.

"Pengetahuan masyarakat mengenai epilepsi ini muncul dengan mitos dan stigma seperti tidak dapat disembuhkan,turunan dan menular," jelas Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr Arif Faisal di Ruang Yudistira,RS UGM,Sabtu (18/3).

Akibatnya, kata dokter spesialis syaraf RS UGM Dr.Fajar Maskuri,Sp.S,, M.Sc penderita epilepsi cenderung dijauhi dan memisahkan diri dari masyarakat.

Menurut dr. Fajar Maskuri penyakit epilepsi ini sama sekali tidak menular baik itu air ludah,darah, dan turunan lewat anak. Selain tidak menular,Fajar juga menghimbau masyarakat tidak menjauhi pasien epilepsi. Pasalnya beberapa pasien epilepsi dapat terpicu dengan suasana atau perasaan tidak menentu.

"Pemicu dari kejang epilepsi bisa karena stress yang berlebihan, ini bukan hanya aspek epilepsi, namun sosial dari pasien perlu kita beri edukasi ke masyarakat lainnya,"terang Dr. Fajar Maskuri.

Sebagai upaya dari penyadaran ke masyarakat terkait Epilepsi, RS UGM menggelar Seminar dengan Tema "Aku ODE (Orang Dengan Epilepsi) dan Aku Sukses". Prof. Arif Faisal memaparkan alasan dari pemilihan topik ini memberikan pemahaman tentang epilepsi, aspek-aspek pasien terhadap lingkungannya ,masyarakat dan kekuarga pasien.

Gelaran seminar ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies natalis UGM, Dies Natalis Kedokteran dan Dies Natalis RS UGM ke 5.

Prof. Arif faisal juga menjelaskan pihak RS UGM sudah mampu menangani pasien Epilepsi baik itu yang berobat jalan atau rawat inap. Hal inj ditunjukkan adanya dokter ahli syaraf,dokter anak dan konsultasi syaraf di RS UGM.

"Kita punya dokter syaraf, dokter anak, dan konsultasi syaraf seperti yang kita ketahui epilepsi menyerang anak anak dan dewasa," pungkas Prof. Arif Faisal. |Syidiq SyaifulArdli|

back to top