Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Melek dan sadar IT, kurangi kekerasan pada anak

ilustrasi ilustrasi

Yogyakarta-KoPi, Kasus kekerasan pada anak akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga ini menjadi PR bersama agar kasus-kasus tersebut tidak terjadi lagi. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Sukiman, M.Pd. saat ditemui di ruangannya menjelaskan dua faktor yang paling dominan dari kasus yang sedang berkembang tersebut (14/05).

“Yang jelas memang sosial masyarakat kita terutama dari pengaruh perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) itu bisa juga menyebabkan terjadinya perilaku-perilaku seperti itu ya (kekerasan pada anak), baik itu yang dilakukan oleh anak sesama anak atau mungkin oleh tenaga kependidikan baik itu guru atau tenaga adaministrasi, misalnya dari televisi, internet, dan lain sebagainya itu. Itu saya kira yang dominan menurut saya,” Ujarnya.

“Terus yang kedua, ya itu memang mungkin pembawaan pribadi yang bersangkutan, mungkin kelainan. Jadi ada faktor dari dalam dan faktor dari luar. Nah dari luar itu yang kuat sekarang adalah dampak negatif dari TIK,” tambahnya.

Namun, Sukiman juga menggaris bawahi bahwa perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) tidak selalu berdampak negatif. Menurutnya TIK itu juga sangat mendukung proses pembelajaran.

“Sebenarnya kalau saya sendiri memang termasuk yang kurang setuju anak-anak dilarang menggunakan HP di sekolah, karena saya terutama sebagai dosen media kan melihatnya dari sisi positif itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran,” tegasnya.

Melihat perkembanangan TIK, menurutnya sekarang informasi dengan mudah dan cepat bisa diperoleh. “kalo itu hanya dari buku dan dari guru itu sangat kurang,” tambahnya lagi.

Karena TIK sering dilihat dari sisi negatifnya, maka ia berpesan kepada kita semua agar bisa meningkatkan kemampuan dan menggunakan TIK sesuai dengan tempatnya.

“Tetapi dalam realitasnya memang belum semua kita itu melek dan sadar IT (Information Technology). Kalau melek itu terkait kemampuan menggunakan kalau sadar itu melihat dari sisi positifnya. Jadi yang lebih banyak dilihat itu dari sisi negatifnya,” pesannya.


Reporter: Fahrurrazi

back to top