Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Melek dan sadar IT, kurangi kekerasan pada anak

ilustrasi ilustrasi

Yogyakarta-KoPi, Kasus kekerasan pada anak akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga ini menjadi PR bersama agar kasus-kasus tersebut tidak terjadi lagi. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Sukiman, M.Pd. saat ditemui di ruangannya menjelaskan dua faktor yang paling dominan dari kasus yang sedang berkembang tersebut (14/05).

“Yang jelas memang sosial masyarakat kita terutama dari pengaruh perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) itu bisa juga menyebabkan terjadinya perilaku-perilaku seperti itu ya (kekerasan pada anak), baik itu yang dilakukan oleh anak sesama anak atau mungkin oleh tenaga kependidikan baik itu guru atau tenaga adaministrasi, misalnya dari televisi, internet, dan lain sebagainya itu. Itu saya kira yang dominan menurut saya,” Ujarnya.

“Terus yang kedua, ya itu memang mungkin pembawaan pribadi yang bersangkutan, mungkin kelainan. Jadi ada faktor dari dalam dan faktor dari luar. Nah dari luar itu yang kuat sekarang adalah dampak negatif dari TIK,” tambahnya.

Namun, Sukiman juga menggaris bawahi bahwa perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) tidak selalu berdampak negatif. Menurutnya TIK itu juga sangat mendukung proses pembelajaran.

“Sebenarnya kalau saya sendiri memang termasuk yang kurang setuju anak-anak dilarang menggunakan HP di sekolah, karena saya terutama sebagai dosen media kan melihatnya dari sisi positif itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran,” tegasnya.

Melihat perkembanangan TIK, menurutnya sekarang informasi dengan mudah dan cepat bisa diperoleh. “kalo itu hanya dari buku dan dari guru itu sangat kurang,” tambahnya lagi.

Karena TIK sering dilihat dari sisi negatifnya, maka ia berpesan kepada kita semua agar bisa meningkatkan kemampuan dan menggunakan TIK sesuai dengan tempatnya.

“Tetapi dalam realitasnya memang belum semua kita itu melek dan sadar IT (Information Technology). Kalau melek itu terkait kemampuan menggunakan kalau sadar itu melihat dari sisi positifnya. Jadi yang lebih banyak dilihat itu dari sisi negatifnya,” pesannya.


Reporter: Fahrurrazi

back to top