Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Melek dan sadar IT, kurangi kekerasan pada anak

ilustrasi ilustrasi

Yogyakarta-KoPi, Kasus kekerasan pada anak akhir-akhir ini semakin meningkat, sehingga ini menjadi PR bersama agar kasus-kasus tersebut tidak terjadi lagi. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Sukiman, M.Pd. saat ditemui di ruangannya menjelaskan dua faktor yang paling dominan dari kasus yang sedang berkembang tersebut (14/05).

“Yang jelas memang sosial masyarakat kita terutama dari pengaruh perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) itu bisa juga menyebabkan terjadinya perilaku-perilaku seperti itu ya (kekerasan pada anak), baik itu yang dilakukan oleh anak sesama anak atau mungkin oleh tenaga kependidikan baik itu guru atau tenaga adaministrasi, misalnya dari televisi, internet, dan lain sebagainya itu. Itu saya kira yang dominan menurut saya,” Ujarnya.

“Terus yang kedua, ya itu memang mungkin pembawaan pribadi yang bersangkutan, mungkin kelainan. Jadi ada faktor dari dalam dan faktor dari luar. Nah dari luar itu yang kuat sekarang adalah dampak negatif dari TIK,” tambahnya.

Namun, Sukiman juga menggaris bawahi bahwa perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) tidak selalu berdampak negatif. Menurutnya TIK itu juga sangat mendukung proses pembelajaran.

“Sebenarnya kalau saya sendiri memang termasuk yang kurang setuju anak-anak dilarang menggunakan HP di sekolah, karena saya terutama sebagai dosen media kan melihatnya dari sisi positif itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran,” tegasnya.

Melihat perkembanangan TIK, menurutnya sekarang informasi dengan mudah dan cepat bisa diperoleh. “kalo itu hanya dari buku dan dari guru itu sangat kurang,” tambahnya lagi.

Karena TIK sering dilihat dari sisi negatifnya, maka ia berpesan kepada kita semua agar bisa meningkatkan kemampuan dan menggunakan TIK sesuai dengan tempatnya.

“Tetapi dalam realitasnya memang belum semua kita itu melek dan sadar IT (Information Technology). Kalau melek itu terkait kemampuan menggunakan kalau sadar itu melihat dari sisi positifnya. Jadi yang lebih banyak dilihat itu dari sisi negatifnya,” pesannya.


Reporter: Fahrurrazi

back to top