Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

MDT Solusi Pembentukan Karakter Bangsa

MDT Solusi Pembentukan Karakter Bangsa

Haerul Mustakim, Winda Efanur FS


Sleman-KoPi- Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sleman, tengah memperjuangkan Perda Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari tahun 2011. Hingga tahun 2014 rencana Perda tersebut masih sebatas rancangan.

FKDT berharap dengan adanya Perda khusus, MDT bisa lebih mantap sebagai pendidikan non formal yang berbasis masyarakat. Untuk saat ini, jumlah MDT di Kabupaten Sleman berjumlah 78 madrasah.

Keberadaan madrasah berbasis masyarakat bisa menjadi alat dalam membentuk karakter bangsa, dengan lebih menonjolkan materi Agama.
“Mensinergikan Madrasah Diniyah akan membangun karakter masyarakat Sleman berakhlak mulia.” Ujar Mardiansyah selaku ketua FKDT Sleman.

“Kegelisahan kita adalah melihat remaja saat ini, banyak remaja putri yang hamil diluar nikah, pemuda yang meninggal akibat minuman keras, judi dimana-mana, anak berani dengan orang tua. Hal ini kan dikarenakan remaja kita yang kurang dengan pengetahuan agama”. Ujar Mardiansyah

Menurutnya, jika Perda ini terwujud, maka MDT akan memiliki kurikulum yang jelas, pengajar juga akan mendapatkan hak yang layak.

Sifat MDT nantinya lebih sebagai pelengkap materi keagamaan soalnya ilmu agama yang disekolah formal cuma tiga jam dalam seminggu,” lanjut Mardiansyah mengatakan.

 

 

 

 

back to top