Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mau ikut kuliah umum dr. Zakir Naik di UMY? Gratis, tempat terbatas

Mau ikut kuliah umum dr. Zakir Naik di UMY? Gratis, tempat terbatas

Bantul-KoPi| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta akan mengundang Ustadz legendaris dan kontroversial dr. Zakir Naik mengisi kuliah umum 3 April 2017 di Sportarium UMY dalam rangkaian Milad UMY.

Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto menjelaskan Zakir akan membawakan materi kuliah terkait toleransi agama dengan tema "Religion' as an Agent of Mercy and Peace" (Agama sebagai agen perdamaian dan kasih sayang). Menurut Gunawan tema ini cukup umum dan bisa dipahami tidak hanya civitas akademika, namun masyarakat luas.

"Pada rangkaian milad ini, kita mengambil tema yang luas dan tema ini mengarah ke humanisme yang berkaitan kuat dalam agama," papar Dr. Gunawan Budiyanto saat Jumpa pers di Rektorat UMY,Senin (20/3).

Nasrullah, ketua panitia pelaksana dari MCL, menambahkan kedatangan Zakir Naik ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih tentang Islam serta menghilangkan persepsi buruk tentangnya. Menurutnya dr. Zakir Naik merupakan sosok yang ahli dalam perbandingan agama atau comparative religion.

Selaku panitia nasional yang mengurus kedatangan dr. Zakir Naik, Khaeruddin Khamsin berharap nantinya peserta kuliah umum dapat menggali manfaat dari isi ceramah dr. Zakir Naik. Menurutnya Zakir Naik ini mampu memberikan paradigma pengetahuan yang luas terkait dengan humanisme, agama dan Al-quran.

"Ada banyak hal yang bisa digali dari sosok dr. Zakir Naik, kita ingin mengambil dari sisi dari Al-quran bukan sisi kontroversialnya,"imbuh Khaeruddin Khamsin.

dr. Zakir Naik dikenal luas masyarakat dunia melalui perdebatanya dengan para ilmuwan dan seorang pastur besar dan ulasannya terkait makhluk asing, dan teori teori konspirasi flat earth.

panitia zn

Ratih Herningtyas, MA, Wakil Ketua Panitia Committee sekaligus panitia Biro Humas & Protokol dari kuliah umum mengatakan acara ini tidak dipungut biaya namun dibatasi 6.000 orang peserta dan diharuskan mendaftar terlebih dahulu.

Alasan dari pembatasan jumlah ini berkaitan dengan keamanan serta kapasitas gedung Sportarium UMY. Peserta dapat mendaftar via website UMY di http://dzn.umy.ac.id, pendaftaran dibuka pada tanggal 20 hingga 30 Maret 2017.

"Segala informasi berkaitan dengan kuliah umum dr.Zakir Naik dapat diakses via website kami, acara ini dapat diikuti oleh semua khalayak umum dan tidak dipungut biaya alias gratis,"jelas Ratih.

Sementra itu Rektor UMY menjelaskan tujuan mengundang Zakir Naik adalah mengembangkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan Agama Islam.

"Kuliah umum satu bahan atau kajian untuk mengenbangkan ilmu pengetahuan,UMY sendiri tidak menutup sumber ilmu dan kita tidak menghalangi sumber ilmu," pungkas Dr Gunawan Budiyanto. |Syidiq Syaful Ardli|

back to top