Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Mau ikut kuliah umum dr. Zakir Naik di UMY? Gratis, tempat terbatas

Mau ikut kuliah umum dr. Zakir Naik di UMY? Gratis, tempat terbatas

Bantul-KoPi| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta akan mengundang Ustadz legendaris dan kontroversial dr. Zakir Naik mengisi kuliah umum 3 April 2017 di Sportarium UMY dalam rangkaian Milad UMY.

Rektor UMY, Dr. Gunawan Budiyanto menjelaskan Zakir akan membawakan materi kuliah terkait toleransi agama dengan tema "Religion' as an Agent of Mercy and Peace" (Agama sebagai agen perdamaian dan kasih sayang). Menurut Gunawan tema ini cukup umum dan bisa dipahami tidak hanya civitas akademika, namun masyarakat luas.

"Pada rangkaian milad ini, kita mengambil tema yang luas dan tema ini mengarah ke humanisme yang berkaitan kuat dalam agama," papar Dr. Gunawan Budiyanto saat Jumpa pers di Rektorat UMY,Senin (20/3).

Nasrullah, ketua panitia pelaksana dari MCL, menambahkan kedatangan Zakir Naik ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih tentang Islam serta menghilangkan persepsi buruk tentangnya. Menurutnya dr. Zakir Naik merupakan sosok yang ahli dalam perbandingan agama atau comparative religion.

Selaku panitia nasional yang mengurus kedatangan dr. Zakir Naik, Khaeruddin Khamsin berharap nantinya peserta kuliah umum dapat menggali manfaat dari isi ceramah dr. Zakir Naik. Menurutnya Zakir Naik ini mampu memberikan paradigma pengetahuan yang luas terkait dengan humanisme, agama dan Al-quran.

"Ada banyak hal yang bisa digali dari sosok dr. Zakir Naik, kita ingin mengambil dari sisi dari Al-quran bukan sisi kontroversialnya,"imbuh Khaeruddin Khamsin.

dr. Zakir Naik dikenal luas masyarakat dunia melalui perdebatanya dengan para ilmuwan dan seorang pastur besar dan ulasannya terkait makhluk asing, dan teori teori konspirasi flat earth.

panitia zn

Ratih Herningtyas, MA, Wakil Ketua Panitia Committee sekaligus panitia Biro Humas & Protokol dari kuliah umum mengatakan acara ini tidak dipungut biaya namun dibatasi 6.000 orang peserta dan diharuskan mendaftar terlebih dahulu.

Alasan dari pembatasan jumlah ini berkaitan dengan keamanan serta kapasitas gedung Sportarium UMY. Peserta dapat mendaftar via website UMY di http://dzn.umy.ac.id, pendaftaran dibuka pada tanggal 20 hingga 30 Maret 2017.

"Segala informasi berkaitan dengan kuliah umum dr.Zakir Naik dapat diakses via website kami, acara ini dapat diikuti oleh semua khalayak umum dan tidak dipungut biaya alias gratis,"jelas Ratih.

Sementra itu Rektor UMY menjelaskan tujuan mengundang Zakir Naik adalah mengembangkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan Agama Islam.

"Kuliah umum satu bahan atau kajian untuk mengenbangkan ilmu pengetahuan,UMY sendiri tidak menutup sumber ilmu dan kita tidak menghalangi sumber ilmu," pungkas Dr Gunawan Budiyanto. |Syidiq Syaful Ardli|

back to top