Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Mapala UMY akan lakukan Ekspedisi Kilimanjaro

Mapala UMY akan lakukan  Ekspedisi Kilimanjaro

Jogja-KoPi| Mapala UMY secara khusus mengunjungi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Rabu (7/9) di kantor KONI DIY. Kunjungan ini berupa audiensi untuk meminta dukungan dan petuah dari Ketua KONI DIY terkait rencana Mapala UMY yang akan melaksanakan Ekspedisi Kilimanjaro.

Kilimanjaro (Mt. Klimanjaro) adalah puncak tertinggi di benua Afrika. Memiliki tinggi 5895 mdpl, Kilimanjaro terletak di Tanzania, Afrika Timur dan termasuk dari 7 summits puncak tertinggi di 7 benua di dunia. Sebelumnya, Mapala UMY telah menaklukkan dua dari 7 summits, yaitu Puncak Carstensz Pyramid di Papua pada 1997 dan Mt. Elbrus di Rusia pada tahun 2014.

Ketua KONI DIY, Gusti Bandoro Pangeran Hario (GBPH) Prabukusumo secara langsung menyambut rombongan mapala UMY. Rombongan ditemani oleh Sugito, S.IP, M. Si, Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY. GBPH Prabukusumo mengapresiasi langkah UMY yang ingin mengadakan Ekspedisi Kilimanjaro.

“Saya kira ini langkah bagus setelah kemarin Ekspedisi Elbrus tahun 2014. Mapala UMY sudah berpengalaman untuk masalah seperti ini. Ini sangat baik untuk melatih kedisiplinan,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Mapala UMY, Vian Jamaludin Amin menyatakan Ekspedisi Kilimanjaro ini juga merupakan lanjutan dari Ekspedisi Elbrus dua tahun lalu. Hal ini termasuk dalam program 7 Summit yang dicanangkan Mapala UMY.

“Kita telah berhasil mencapai puncak tertinggi Oseania dan Eropa, kita lanjutkan untuk menaklukkan puncak tertinggi Afrika yaitu di Kilimanjaro. Semoga pengalaman menaklukkan Carstenzs dan Elbrus berguna untuk menaklukkan Kilimanjaro,”paparnya.

Vian menambahkan bahwa serangkaian kegiatan Ekspedisi Kilimanjaro telah dilaksanakan sejak Agustus 2016 hingga Juli 2017. “Serangkaian kegiatan telah kami mulai sejak Agustus 2016 termasuk audiensi kepada KONI DIY ini. Pendakian akan kami lakukan pada 20 Maret 2017 berangkat dari Indonesia dan akan kembali pada 6 April 2017, sedangkan rangkaiannya berakhir di bulan Juli 2017,”tambahnya.

Dalam Ekspedisi Kilimanjaro kali ini, Mapala UMY juga kembali mencoba memecahkan rekor MURI untuk pemakaian batik di puncak tertinggi.

“Setelah sebelumnya batik sukses dipakai di puncak tertinggi benua Eropa, Kini akan kembali dipakai di puncak tertinggi benua Afrika. Misi ini juga menjadi salah satu tanggung jawab kita sebagai pemuda-pemudi bangsa unutk menjaga dan mempromosikan batik sebagai warisan budaya dan identitas bangsa,” tutup Vian.| Bagas

back to top