Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Managing Ecotourism Village in Yogyakarta

Managing Ecotourism Village in Yogyakarta

Yogyakarta dikenal sebagai kota wisata dan budaya. Kekayaan wisata dan budaya tersebut menjadi hal yang sangat menarik untuk selalu dikaji dan dikembangkan. Berpijak dari hal tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY dengan support dari Kantor Kerjasama dan Promosi menyelenggarakan Immersion Program dengan tema Managing Ecotourism Village in Yogyakarta, Indonesia.

Program yang diselenggarakan dengan supporting pendanaan dari Hibah Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional (PKKUI) 2016 dari Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi – KEMENRISTEK DIKTI RI akan berlangsung mulai tanggal 5 sampai dengan 22 Oktober 2016.

Pelaksanaan program akan diawali dengan pembekalan tentang metode riset, creative thinking untuk pengembangan program, media promosi serta pengenalan bahasa dan budaya Indonesia khususnya Jawa selama 4 hari. Dalam kegiatan selanjutnya peserta diajak untuk melakukan pengkajian dan menyusun proposal program pengembangan desa wisata. Dua tema dapat dipilih oleh peserta yang akan berkarya dalam kelompok, yaitu Ecotourism Management for The Village dan Network and Promotion Managemenet for Village.

Selain itu, untuk memantapkan rencana yang akan dibuat, peserta juga diajak untuk lebih dekat dengan masyarakat desa wisata. Selama 12 hari mereka akan tinggal di desa, mengenal kekayaan alam desa dan sekitarnya, kearifan lokal, belajar membuat kerajinan, belajar kesenian serta membuat makanan lokal khas desa Kebon Agung, Bantul, D.I. Yogyakarta. Kegiatan akan diakhiri dengan pentas seni yang akan dilakukan peserta bersama masyarakat dan tentu saja presentasi hasil workshop peserta.

Program yang akan digelar selama 18 hari, akan diikuti oleh 12 mahasiswa berasal dari universitas partner, yaitu Passau University dan Technische Universitat Ilmenau Jerman, mahasiswa asing dari Amerika Serikat, Italia dan Timor Leste, 3 orang mahasiswa dari Unika Soegijapranata Semarang dan Unika Atmajaya Jakarta, serta 2 orang mahasiswa UAJY. Selama mengikuti program mereka akan didampingi oleh 2 orang asisten lapangan dan 1 orang fasilitator program.

Program Immersion merupakan program baru yang digagas oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY untuk mendukung program internasionalisasi universitas sekaligus meningkatkan daya tarik mahasiswa partner luar negeri untuk studi di UAJY. Untuk menempuh studi di UAJY, mereka tidak harus mengikuti program pemerintah atau program exchange selama 1 atau 2 semester; namun dapat dilakukan juga melalui program-program pendek yang diselenggarakan menyesuaikan ketersediaan waktu calon mahasiswa.

Selain Program Immersion, UAJY juga menyelenggarakan Program Short Course, yaitu ARTECH diselenggarakan oleh Prodi Teknik Industri untuk peserta yang berminat mendalami dan mengembangan produksi suvenir, chocolate, dll;

SPARCH untuk mereka yang mempunyai background di bidang Arsitektur agar lebih dalam memahami pengelolaan bangunan khusus dan penciptaan bangunan dengan memanfaatkan material lokal; Impression Program untuk peserta yang berminat dalam bidang kajian sosial dan media, serta e-TROPIC untuk mahasiswa yang berminat melakukan pengamatan, penelitian dan pengembangan bidang biologi. Pada tahun 2016, salah satu program telah selesai diselenggarakan yaitu SPARCH dengan tema “Finding The Heart of The Old of Yogyakarta” pada bulan Agustus – September 2016.

Dalam semua Program Short Course, pengelola selalu mengkombinasikan program utama dengan kearifan lokal serta budaya Jawa sebagai ciri khas program.

back to top