Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Mahasiswi baru UGM termuda berusia 15 tahun 5 bulan

Mahasiswi baru UGM termuda berusia 15 tahun 5 bulan

Sleman-KoPi|Universitas Gadjah Mada menerima mahasiswa termuda pada Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB)atau penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2017.

Mahasiswi baru (maba) bernama Kamila Putri Hafizah asal Sidoarjo ini masuk perguruan tinggi negeri (PTN) pada usia 15 tahun 5 bulan di UGM bersama 8.322 maba yang lolos pada seleksi Penerimaan Maba tahun ini.

Ia pun mengambil jurusan Geografi dan ilmu lingkungan di Fakultas Geografi sebagai pilihan kedua setelah lolos seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN)2017.

"Saya senang sekali dan tidak menyangka saat pengumuman SBMPTN diterima di Fakultas Geografi UGM. Pilihan pertama saya saat SBMPTN psikologi di Unpad,UGM pilihan kedua ,namun saya tidak menyesal diterima di UGM karena saya menyenangi jurusan ini ( Geografi),"kata Kamila di wawanacarai di Lapangan Graha Sabha Pramana UGM saat PPSMB,Senin (7/8).

Lebih lanjut, Kamila mengatakan dirinya memang sudah tertarik dengan ilmu alam sejak kecil. Cita-citanya adalah menjadi anggota national Geographic setelah lulus dari UGM nanti.

"Saya memilih jurusan georgrafi dan ilmu lingkungan karena sejak kecil saya senang mempelajari ilmu alam . Saya juga tertarik dengan film yang berkaitan dengan alam. Cita-cita saya menjadi anggota national Geographic,"jelas Kamila.

Kamila sendiri lulus pada SMA dan lolos SMBPTN tahun ini juga. Sebab ia menjadi yang termuda, Ia menuturkan dirinya sudah mengikuti kelas akselerasi sejak SD hingga SMA. Sehingga ia mengeyam dunia pendidikan dasar yang relatif cukup singkat, sekitar 3 tahun lebih cepat (9 tahun masa pendidikan) dibandingkan siswa pada umumnya.

"Saya menjalani masa pendidikan SD selama 5 tahun,SMP 2 tahun dan lulus di SMA 2 tahun,"ujar Kamila yang merupakan lulusan SMAN 2 Sidoarjo.

Kamila sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudari. Kakaknya yang bernama Anisa Putri Afifa usia 18 tahun juga masuk ke perguruan tinggi tahun ini namun mengambil jurusan D3 di Sekolah tinggi akutansi negara (STAN) Jakarta. Sementara sang adik masih duduk dibangku kelas 2 SMP.

Tak lupa ,Kamila juga memberikan pesan dan kesan kepada adik-adik kelas yang berencana mengikuti jejaknya. Ia mengatakan akselerasi ini bukan sekedar kecerdasan dan kepintaran IQ semata,namun kelas akselerasi juga membutuhkan kepintaran Sq dan Eq.

"Jadi kalo pintar namun tidak bisa mengatur emosi (Eq) ya sama saja tidak akan berhasil masuk ptn dan tidak bisa mengikuti kelas akselerasi,"ucapnya.

Sementara itu,Rektor UGM,Panut Mulyono mengatakan UGM tidak akan memberikan perlakuan khusus pada Kamila sebagai mahasiswa termuda. Semua mahasiswa yang masuk ke UGM akan mendapat perlakuan yang sama.

"Tidak ada pelakukan khusus, kami prinsipnya setelah masuk UGM ,mereka akan mendapatkan perlakuan yang sama ,dulu juga pernah ada ,namun mereka berhasil survive,"ujar Panut setelah pembubaran PPSMB UGM.

Ia mengimbuhkan terkadang mahasiswa termuda ini mengalami shock diawal masuk kuliah. Namun seiring berjalan waktu ,mereka dapat mengikuti perkuliahan dan sukses menyelesaikan studinya.

Panut pun berharap selanjutnya mahasiswa ini dapat melanjutkan studi mereka di tingkat S2 dan S3, hingga mendapatkan gelar prof atau doktor termuda.

"Mereka ini sangat muda namun sudah teruji dan matang karena pada SMP dan SMA mereka sudah sukses menyelesaikan pendidikannya yang relatif singkat. Harapannya mereka dapat meneruskan kesuksesannya pada tingkat perguruan tinggi dan melanjutkan studinya di s2 atau bahkan mendapatkan gelar dokter atau prof termuda," tandasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top