Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mahasiswa UGM temukan teh daun sukun untuk obat ginjal dan jantung

Mahasiswa UGM temukan teh daun sukun untuk obat ginjal dan jantung

Sleman-KoPi| Mahasiswa UGM dan Alumni Mahasiwa UGM ubah daun sukun jadi obat penyembuhan sakit ginjal dan jantung, Senin (6/2).

Daun sukun mengandung senyawa flavonoid, riboflavin, dan sirosterol yang bermanfaat untuk menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler. Selain itu, menurut Suhartono, daun sukun juga bermanfaat dalam membantu penyembuhan sakit ginjal, darah tinggi, diabetes, menurunkan kolestrol serta mengatasi inflamasi.

Suhartono, Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA UGM, bersama dua temannya Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi alumni UGM mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun di rumahnya di Dusun Dukuhsari RT 07 RW 02, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

Sebelumnya, ketiga Mahasiwa ini telah mengembangkan teh sukun pada kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013.

"Sebelumnya ide untuk mengolah daun sukun sebagai teh herbal ini awalnya sempat mengalami penolakan dari dosen pembimbing, karena dinilai kurang," jelas Suhartono saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Namun, pada akhirnya ide tersebut diterima oleh dosen lain dan mendapatkan dana hibah sebesar Rp 7.250.000 dari Dirjen Dikti.

Pengolahan daun sukun untuk menjadi teh daun sukun sendiri tergolong sederhana. Daun-daun miss dan segar dipetik langsung dari pohon kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya, daun dipotong-potong dan dijemur di bawah sinar matahari selama 4-5 hari hingga mengering.

"Setelah kering daun sukun dihaluskan lalu dikemas dalam bentuk teh celup", jelas Suhartono.

Teh daun sukun yang diberi nama Laasyka ini dapat dinikmati layaknya mengkonsumsi teh pada umumnya. Retno Wulandari, salah satu pengembang teh daun sukun ini menjelaskan bahwa teh daun dapat dinikmati dengan merendamnya dalam air panas.

Hanya saja untuk bisa menikmati teh ini perlu direndam lebih lama sekitar 4-5 menit hingga muncul warna coklat kehijauan.

"Karena terbuat murni dari bahan daun sukun asli tanpa tambahan pewarna perlu diaduk atau direndam lebih lama sampai keluar warnanya," jelasnya.

back to top