Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahasiswa UGM temukan teh daun sukun untuk obat ginjal dan jantung

Mahasiswa UGM temukan teh daun sukun untuk obat ginjal dan jantung

Sleman-KoPi| Mahasiswa UGM dan Alumni Mahasiwa UGM ubah daun sukun jadi obat penyembuhan sakit ginjal dan jantung, Senin (6/2).

Daun sukun mengandung senyawa flavonoid, riboflavin, dan sirosterol yang bermanfaat untuk menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler. Selain itu, menurut Suhartono, daun sukun juga bermanfaat dalam membantu penyembuhan sakit ginjal, darah tinggi, diabetes, menurunkan kolestrol serta mengatasi inflamasi.

Suhartono, Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA UGM, bersama dua temannya Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi alumni UGM mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun di rumahnya di Dusun Dukuhsari RT 07 RW 02, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

Sebelumnya, ketiga Mahasiwa ini telah mengembangkan teh sukun pada kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013.

"Sebelumnya ide untuk mengolah daun sukun sebagai teh herbal ini awalnya sempat mengalami penolakan dari dosen pembimbing, karena dinilai kurang," jelas Suhartono saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Namun, pada akhirnya ide tersebut diterima oleh dosen lain dan mendapatkan dana hibah sebesar Rp 7.250.000 dari Dirjen Dikti.

Pengolahan daun sukun untuk menjadi teh daun sukun sendiri tergolong sederhana. Daun-daun miss dan segar dipetik langsung dari pohon kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya, daun dipotong-potong dan dijemur di bawah sinar matahari selama 4-5 hari hingga mengering.

"Setelah kering daun sukun dihaluskan lalu dikemas dalam bentuk teh celup", jelas Suhartono.

Teh daun sukun yang diberi nama Laasyka ini dapat dinikmati layaknya mengkonsumsi teh pada umumnya. Retno Wulandari, salah satu pengembang teh daun sukun ini menjelaskan bahwa teh daun dapat dinikmati dengan merendamnya dalam air panas.

Hanya saja untuk bisa menikmati teh ini perlu direndam lebih lama sekitar 4-5 menit hingga muncul warna coklat kehijauan.

"Karena terbuat murni dari bahan daun sukun asli tanpa tambahan pewarna perlu diaduk atau direndam lebih lama sampai keluar warnanya," jelasnya.

back to top