Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mahasiswa UGM temukan teh daun sukun untuk obat ginjal dan jantung

Mahasiswa UGM temukan teh daun sukun untuk obat ginjal dan jantung

Sleman-KoPi| Mahasiswa UGM dan Alumni Mahasiwa UGM ubah daun sukun jadi obat penyembuhan sakit ginjal dan jantung, Senin (6/2).

Daun sukun mengandung senyawa flavonoid, riboflavin, dan sirosterol yang bermanfaat untuk menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler. Selain itu, menurut Suhartono, daun sukun juga bermanfaat dalam membantu penyembuhan sakit ginjal, darah tinggi, diabetes, menurunkan kolestrol serta mengatasi inflamasi.

Suhartono, Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA UGM, bersama dua temannya Retno Wulandari dan Yunita Praptiwi alumni UGM mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun di rumahnya di Dusun Dukuhsari RT 07 RW 02, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

Sebelumnya, ketiga Mahasiwa ini telah mengembangkan teh sukun pada kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013.

"Sebelumnya ide untuk mengolah daun sukun sebagai teh herbal ini awalnya sempat mengalami penolakan dari dosen pembimbing, karena dinilai kurang," jelas Suhartono saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Namun, pada akhirnya ide tersebut diterima oleh dosen lain dan mendapatkan dana hibah sebesar Rp 7.250.000 dari Dirjen Dikti.

Pengolahan daun sukun untuk menjadi teh daun sukun sendiri tergolong sederhana. Daun-daun miss dan segar dipetik langsung dari pohon kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya, daun dipotong-potong dan dijemur di bawah sinar matahari selama 4-5 hari hingga mengering.

"Setelah kering daun sukun dihaluskan lalu dikemas dalam bentuk teh celup", jelas Suhartono.

Teh daun sukun yang diberi nama Laasyka ini dapat dinikmati layaknya mengkonsumsi teh pada umumnya. Retno Wulandari, salah satu pengembang teh daun sukun ini menjelaskan bahwa teh daun dapat dinikmati dengan merendamnya dalam air panas.

Hanya saja untuk bisa menikmati teh ini perlu direndam lebih lama sekitar 4-5 menit hingga muncul warna coklat kehijauan.

"Karena terbuat murni dari bahan daun sukun asli tanpa tambahan pewarna perlu diaduk atau direndam lebih lama sampai keluar warnanya," jelasnya.

back to top