Menu
Gus Ipul Apresiasi Program Kepemilikan Rumah Bagi Driver Gojek

Gus Ipul Apresiasi Program Kepemili…

Surabaya-KoPi| Wakil Gu...

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama selamatkan Golkar

Akbar Tanjung: Munaslub cara utama …

Sleman-KoPi| Wakil Dewa...

Siswa di Bantul diduga terjangkit Difetri

Siswa di Bantul diduga terjangkit D…

Sleman-KoPi| Satu siswa...

Peneliti mendeteksi tanah merekah di Yogyakarta

Peneliti mendeteksi tanah merekah d…

Jogja-KoPi|Dua akademisi ...

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunakan Tradisi Intelektual Pada Budaya Kerja

Pakde Karwo Minta Kepala OPD Gunaka…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, Gus Ipul Baca “Duhai Kanjeng Nabi”

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, G…

Surabaya-KoPi| Mewujudk...

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima masukan masyarakat sebagai pribadi

Pemkot Yogyakarta tidak akan terima…

Jogja-KoPi|Wakil Wali Kot...

Pemuda peduli Pemilu

Pemuda peduli Pemilu

Jogja-KoPi| Partsipasi ...

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia belum terkelola baik

Laksda Arie Soedewo: Laut Indonesia…

Sleman-KoPi|Kepala Bada...

UMKM Foords Plaza Geldboom

UMKM Foords Plaza Geldboom

Surabaya -KoPi| Artis p...

Prev Next

Mahasiswa UGM tawarkan aplikasi pemantau vaksin palsu pada Pemerintah

Mahasiswa UGM tawarkan aplikasi pemantau vaksin palsu pada Pemerintah

Sleman-KoPi|Lima sekawan mahasiswa Fakultas Teknik UGM menawarkan aplikasi inovasi pendeteksi Vaksin Palsu kepada Pemerintah dan Masyarakat.

Latar belakang penciptaan aplikasi ini adalah dari isu peredaran vaksin palsu tahun 2016 yang ditemukan disejumlah rumah sakit di kawasan Jabodetabek.

Merebaknya peredaran vaksin palsu ini juga disebabkan sulitnya pengawasan peredaran vaksin secara langsung oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Aplikasi yang diberi nama APLISIN ini diharapkan menjadi solusi untuk memantau peredaran vaksin Palsu di masyarakat.

Lima mahasiswa UGM yang bernama Novrizal Dwi Rozaq, Anggito, Kautsar,Musthafa Abdur Rosyied,Aditya Laksana Suwandi ,Almantera Tiantana A.F mengembangkan prototipe ini lewat program kreativitas mahasiswa (PKM) 2017 sejak tahun lalu.

Novrizal Dwi Rozaq salah satu anggota tim pembuat aplikasi ,menyampaikan aplikasi ini dapat digunakan untuk mengecek keaslian sebuah vaksin dengan mudah dan praktis.

"APLISIN diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi dan menghilangkan peredaran vaksin Palsu,memanfaatkan teknologi Internet of Things masyarakat dapat melakukan verifikasi secara mandiri sebelum melakukan vaksinasi,"ujarnya saat jumpa pers di Gedung Pusat UGM,Jumat (11/8).

Cara kerja dari Aplikasi ini dengan cara pemindaian scan QR Code yang berada di botol Vaksin. Pasien yang sudah memiliki aplikasi APLISIN dapat memindai botol vaksin ber QR Code dengan cara memfotonya lewat Aplikasi APLISIN yang sudah terpasang di Smartphone.

Hasil pemindaian akan diverifikasi oleh Aplikasi ini dan sistem akan memberikan konfirmasi apabila QR Code terdaftar pada basis data atau data base.

"Kita akan mengscan botol dari vaksin yang ada ,hasil scan tersebut akan dikirim dan diolah ke database komputer kami. Setelah itu muncul hasil scan pada yang layar, bacan scan bisa berupa terverifikasi,belum terdaftar atau palsu,sudah pernah di scan sebelumnya,"lanjutnya.

Meski aplikasi ini sudah lancar dan siap digunakan,namun tim mahasiswa mengatakan aplikasi ini belum bisa digunakan secara luas di masyarakat. Pasalnya aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan serta belum mampu memverifikasi semua jenis vaksin.

Novrizal menjelaskan baru ada dua jenis vaksin yang sudah masuk databasenya yaitu vaksin Malaria dan Demam berdarah.

"Kami baru bisa mengscan vaksin Malaria dan Demam berdarah,sementara scan vaksin jenis lainnya masih dalam tahap pengembangan,"lanjut Novrizal.

Kedepannya Novrizal berharap akan adanya kerja sama dari Pemerintah dan pemangku kebijakan dalam bidang medis untuk membantu mengembangkan aplikasi hingga dapat digunakan secara nasional.

Novrizal menutup jika aplikasi ini sudah berkembang secara luas dan memiliki hampir semua database ,aplikasi ini dapat diunduh lewat aplikasi playstore dan mampu terpasang di semua jenis Smartphone.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top