Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Mahasiswa UGM kembangkan alat main gamelan untuk tuna netra

Mahasiswa  UGM kembangkan alat main gamelan untuk tuna netra

Sleman-KoPi|Lima mahasiswa UGM kembangkan alat Gamelan untuk penyandang tunanetra. Alat gamelan yang dinamakan E-Gamatuna ini dapat membantu tunanetra untuk bermain gamelan.

Berangkat dari kegelisahan agar tuna netra kesulitan bermain gamela, tim proyek UGM yang terdiri dari Fadil Fajeri, Dinar Sakti Candra Ningrum,Muhammad Ali Nirham,Sapnah Rahmawati, dan Musfira Muslihat merancang alat pembantu disabilitas agar dapat bermain gamelan.

Ketua tim proyek Fadil Fajeri dari Sekolah Vokasi,Teknik Elektro menjelaskan dengan instrumen dan alat dibuat timnya,orang buta dapat memainkan gamelan layaknya pemain gamelan pada umumya.

Peyandang disabilitas cukup memainkan jari di atas papan E -Gamatuna dan nantinya suara dapat keluar dari speaker yang tersambung dengan laptop yang sudah memiliki software E-Gamatuna. Jari Jemari penyandang tuna netra sendiri sudah ditempeli sensor buatan timnya.

"Alat yang digunakan dalam E-Gamatuna ini terdiri dari 3 alat,Papan Hardware yang didalamnya terdapat microchip,Sensor alumunium foil yang ditempel di Jari-jari , Software yang ada di Laptop dan Komputer untuk output suara,"katanya saat jumpa pers di UGM,Senin(5/6).

E-Gamatuna ini diadaptasi dengan metode pelatihan gamelan dengan notasi kepatihan. Notasi kepatihan ini merupakan notasi angka dalam bahasa jawa yaitu Ji, Ro,Lu, Pet, Mo, Nem, Pi.

"Secara logika dan pada umumnya,sistemnya seperti do re mi fa la si, "kata Dinar salah satu tim E-Gamatuna.

Meski demikian, alat E-Gamatuna ini masih dalam proses pengembangan. Fadil menjelaskan baru alat gamelan jenis saron yang baru bisa dimainkan.Namun selanjutnya timnya akan mengembangkan alat gamelan lainnya seperti demung dan peking.

Selain itu alat E-Gamatuna harganya lebih murah dibandingkan alat gamelan aslinya. E-Gamatuna ini dapat dibuat dengan biaya kurang dari lima ratus ribu rupiah. Fadil juga berharap E-Gamatuna ini agar tuna netra dapat ikut berkontribusi dalam mempromosikan budaya indonesia.

"Pembuatan alat ini lebih murah dibandingkan gamelan yang asli. Dan tentunya sangat membantu tunanetra. Non penyandang juga dapat memainkan gamelan ini,"pungkasnya. | Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top