Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Sleman-KoPi| Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi sebuah produk komposit magnetik karbon aktif yang mampu menyerap kandungan limbah merkuri. Limbah ini sering dihasilkan di tambang-tambang emas.

 

Tim beranggotakan 4 Mahasiswa aktif ini adalah M. Rifqi Al-Ghifari (Kimia 2014), Bagas Ikhsan Pratomo (Kimia 2014), Charlis Ongkho (Teknik Fisika 2015) dan M. Ilham Romadon (Akuntansi 2015). Mereka tergabung dalam sebuah grup riset SuperC6 yang melakukan penelitian tentang limbah tambang.

“Kami mengembangkan produk karbon magnetik berbentuk bubuk yang bisa menyerap kandungan merkuri dari limbah di lingkungan,” jelas Rifqi, sebagai ketua tim riset SuperC6, di kantor Humas UGM, ditulis Sabtu (26/5).

Penelitian ini berawal dari keprihatinan mereka pada banyaknya temuan limbah merkuri di kawasan pertambangan, seperti saat pemantauan di desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Para penambang menggunakan bahan kimia merkuri untuk memisahkan emas dari material lainnya. Pengelolaan limbah nya pun dirasa kurang dilakukan dengan baik.

“Limbah merkuri hanya ditampung di sejumlah kolam penampungan untuk diendapkan. Proses pengendapan sendiri tidak lantas mengurangi kadar merkuri dalam limbah," kata Amin, sapaan akrab Rifqi Al Ghifari.

Berawal pada keprihatinan terhadap banyaknya limbah merkuri di pertambangan inilah, mereka mencoba mengembangkan produk senyawa untuk mengurangi kadar merkuri sebelum dilepas ke lingkungan.

Mengambil sampel air limbah dari kawasan tambang emas Kalirejo, Kulon Progo, mereka mulai melakukan penelitian. Dari uji coba dengan mengaplikasikan material karbon magnetik ke dalam air limbah menunjukkan hasil signifikan yakni mampu mengikat merkuri dengan optimal.

"Hasilnya menunjukkan produk ini mampu menyerap merkuri hingga 0,01 mg Hg per gram karbon aktif,” ungkapnya. 

Inovasi produk pengikat merkuri ini dikembangkan dengan menggunakan material murah dan mudah dijumpai di masyarakat. Mereka memanfaatkan limbah kayu jati dari industri furnitur yang belum banyak dimanfaatkan.

"Selain kayu jati kami juga mencoba membuat karbon aktif dari tandan kosong kelapa sawit dan batok tempurung kelapa, tapi dua bahan ini tidak cukup tersedia di sini" tambah Bagas Ikhsan.

Ada kendala pula yang di hadapi tim ini, salah satunya adalah senyawa sering kali rusak dan menjadi abu. Barulah setelah berkali-kali percobaan tercetuslah ide untuk menambahkan senyawa magnetit (fe3o4) ke dalam karbon aktif yang mampu memberikan sifat magnet pada material sehingga permasalahan pengumpulan karbon aktif bisa diatasi.

"Dengan penggabungan magnet ini memudahkan pengambilan kembali karbon aktif yang tersebar usai pemakaian. Komposit magnetik karbon aktif ini dapat digunakan untuk menyerap limbah merkuri hingga 3 kali pemakaian," urainya. 

Saat ini grup riset Super C6  terus melakukan penelitian lebih mendalam untuk pengembangan produk dan mematenkan produk tersebut. Selain itu, mereka  juga giat mencari investor dan menjalin kerja sama dengan mitra. 

“Sekarang kami masih terus melakukan pengembangan-pengembangan produk dan rencana kedepan bisa memproduksi dalam skala massal,” imbuh Ongkho dan Ilham.

 

 

back to top