Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti Pertamina UGM mengirimkan kembali mobil balap rancangan mahasiswa ke Kompetisi Internasional tahunan "Student Formula Jepang".

Tim yang terdiri 36 mahasiswa rekrutan dari berbagai lintas fakultas UGM,akan mengikuti kompetisi selama 5 hari dari tanggal 5-9 September berlokasi Shizuoka,Jepang. Kapten tim, Rifqi Taufiq Al-Hakim mengatakan tim Bima sakti UGM ikut berpartisipasi kompetisi Student Formula hampir setiap tahunnya.

"Bimasakti sudah terbentuk dan mulai membuat mobil balap sejak tahun 2010 ,pada tahun 2011 kita mulai mengikuti ajang student formula Jepang,namun kami sempat vakum pada tahun 2015, sehingga pada tahun 2017 kami mengikuti ajang ini untuk keenam kalinya,"ujarnya saat diwawancarai di Balai Rung UGM,Kamis (17/8).

Kompetisi Student Formula ini merupakan sebuah kompetisi bergengsi yang menarik perhatian ratusan peserta akademisi dari seluruh dunia dengan model kempetisi merakit mobil balap sendiri untuk dibalapkan dan dipresentasikan.

Bimasakti Pertamina dan dibantu oleh tim sponsor seperti Pertamina ,HR Racing,UPT Logam pun meluncurkan mobil balap mini dengan jenis BM-6.

Rifqi memaparkan pihaknya merakit mobil balap tersebut selama memakan waktu kurang lebih 14 Bula. Selama kurang satu tahun penuh pihaknya harus melewati 3 fase perakitan sebelum mobil dinyatakan selesai pada Agustus.

" Perakitan mobil ada 3 fase,fase desain dilakukan secara berkelanjutan mengikuti improvement desain mobil tahun lalu dan memakan waktu 4 sampai 5 Bulan ,Fase manufaktur yang dibantu sponsor untuk membuat Exhausting dan kaki mobil ,memakan waktu sekitar 6 bulan. Dan sisanya kita pakai untuk testing, selama 1 hingga 2 bulan,"tutur mahasiswa Fakultas Teknik UGM angkatan 2013 ini.

Dalam perakitannya Rifqi mengungkapkan adanya kendala yang ia lalui seperti kurangnya sumber daya riset yang lebih canggih. Sehingga ia kerap meminta saran dan mendapat dari sponsor untuk membuat beberapa parts manufaktur mobil balap.

Kendala lainnya merupakan kendala bersifat teknis seperti mesin susah menyala dan rem yang kurang berfungsi dengan baik

"Semua kendala teknis tersebu sudah kami eliminasi saat fase testing,"tambahnya.

Tim Bimasakti Pertamina nantinya akan mengikuti 2 jenis bernama Static dan Dynamic event pada kompetisi di Jepang.Static event ini adalah sebuah event yang tidak melibatkan menyalanya mesin mobil,jenis eventnya seperti Presentasi Bisnis, Presentasi biaya yang dihabiskan atau Cost Presentation, dan Presentasi Desain.

Sementara Dynamic Event merupakan event yang melibatkan mesin mobil dinyalakan dan dibalapkan. Setidaknya terdapat 5 event yang dilalui oleh tim Bimasakti Pertamina seperti,Akselerasi,Sirkuit angka 8,Autocross,Endurance dan Efisiensi.

"Untuk akselerasi, mobil berjalan lurus seperti drag racing, lalu Ada skip pet,mobil dibalapakan pada sirkuit angka 8, untuk dilihat handlingnya, lalu autocross dimana mobil dimasukkan ke sirkuit full sebanyak 2 lap, Endurance, mobil diuji pada track 20 kilo selama setengah jam, dan efisiensi dilaksanakan selama event endurance untuk mengevaluasi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon dioksida,"paparnya

Rifqi pun berambisi mendapatkan sejumlah penghargaan dari Kompetisi tahun ini seperti Top Fifteen atau lima belas tim terbaik dari total 110 tim yang mengikuti gelaran,Overall Ranking dari 110 tim, Penghargaan Eficiency,Bisnis Presentation Award dan Best Improvement Award.

Setelah mendapatkan penghargaan tersebut,Rifqi mengimbuhkan untuk ikut serta ke jenjang kompetisi Student Formula di Eropa seperti di Jerman atau Inggris.

Lebih jauh ia berharap kedepan pihaknya dapat ikut andil dalam memajukan industri otomotif Indonesia lewat mobil ciptaannya serta penghargaan yang ia peroleh.

"Jika mampu ,kami juga ingin menciptakan industri otomotif mandiri,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top