Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Sleman-KoPi| Keluarga Mahasiswa Budhis Dharma Jaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KDJU) mengadakan talkshow bertajuk Dhamma Talk “A Simple thing called Peace” pada hari Sabtu, 12 November 2016 di Auditorium Kampus 3 UAJY.

Acara ini menghadirkan Ir. Agus Santoso (Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Yogyakarta sekaligus murid dari Master Chan Sheng Yen) sebagai pembicara, dan Jean-Pascal Elbaz, praktisi yoga 30 tahun. Acara ini dimoderatori oleh Christian Winata.

Ir. Agus Santoso sebelum berbicara mengenai meditasi, mengajak para peserta untuk mempraktekan meditasi secara sederhana agar mendapatkan relaksasi. Ia mengatakan dalam meditasi ada panduan yang harus diperhatikan, yaitu selalu gunakan akal sehat dan cek sendiri hasil atau manfaatnya apakah efektif atau hanya sekedar memuaskan.

Meditasi menurutnya adalah cara mengatur pikiran menuju kebebasan dari kemelekatan, penolakan, dan kekacauan. Agus juga menjelaskan ada 3 keadaan pikiran, pertama biasa-acak-menyebar, kedua kondusif-teratur, dan ketiga terang-hening luas-tenang. Hal-hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari cenderung dalam kondisi biasa-acak-menyebar.

Ketika melakukan yoga, olahraga atau diskusi pikiran berada dalam kondisi di antara biasa-acak-menyebar dan kondusif-teratur. Meditasi sendiri berada di antara kondisi kondusif-teratur dan terang-hening luas-tenang. Hal itulah yang menurutnya menjadi pembeda antara yoga dengan meditasi. “Meditasi bukan berarti melarikan diri, melainkan hadir dan berkonfrontasi dengan keadaan yang sekarang”, ujar Agus.

Jean-Pascal Elbaz, warga Prancis yang sudah lama berada di Indonesia ini sudah mendalami serta menyebarkan ajaran Yoga sejak ia mengenal yoga pada tahun 1980-an. Ia mengatakan, yoga merupakan 2 tali yang bisa dihubungkan, dimana 2 tali itu merupakan pikiran dan tubuh, yang juga dapat diartikan konsentrasi atau fokus.

Ajaran yoga sudah ada sejak lama, bahkan Dewa Siwa (Dewa dalam Agama Hindu), dan Buddha pun melakukan yoga. Pada saat ini Yoga tidak ada hubungannya dengan Agama, banyak orang dari berbagai kalangan sudah mempraktekkan yoga untuk mencapai keseimbangan fisik, mental, dan emosional dalam tubuh.

Dengan melakukan Yoga banyak manfaat yang bisa didapat seperti menurunkan stress, membentuk postur tubuh, serta kedamaian pikiran. Dengan melakukan yoga diharapkan orang-orang dapat merasa tenang dan rileks. |Krisna

back to top