Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Sleman-KoPi| Keluarga Mahasiswa Budhis Dharma Jaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KDJU) mengadakan talkshow bertajuk Dhamma Talk “A Simple thing called Peace” pada hari Sabtu, 12 November 2016 di Auditorium Kampus 3 UAJY.

Acara ini menghadirkan Ir. Agus Santoso (Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Yogyakarta sekaligus murid dari Master Chan Sheng Yen) sebagai pembicara, dan Jean-Pascal Elbaz, praktisi yoga 30 tahun. Acara ini dimoderatori oleh Christian Winata.

Ir. Agus Santoso sebelum berbicara mengenai meditasi, mengajak para peserta untuk mempraktekan meditasi secara sederhana agar mendapatkan relaksasi. Ia mengatakan dalam meditasi ada panduan yang harus diperhatikan, yaitu selalu gunakan akal sehat dan cek sendiri hasil atau manfaatnya apakah efektif atau hanya sekedar memuaskan.

Meditasi menurutnya adalah cara mengatur pikiran menuju kebebasan dari kemelekatan, penolakan, dan kekacauan. Agus juga menjelaskan ada 3 keadaan pikiran, pertama biasa-acak-menyebar, kedua kondusif-teratur, dan ketiga terang-hening luas-tenang. Hal-hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari cenderung dalam kondisi biasa-acak-menyebar.

Ketika melakukan yoga, olahraga atau diskusi pikiran berada dalam kondisi di antara biasa-acak-menyebar dan kondusif-teratur. Meditasi sendiri berada di antara kondisi kondusif-teratur dan terang-hening luas-tenang. Hal itulah yang menurutnya menjadi pembeda antara yoga dengan meditasi. “Meditasi bukan berarti melarikan diri, melainkan hadir dan berkonfrontasi dengan keadaan yang sekarang”, ujar Agus.

Jean-Pascal Elbaz, warga Prancis yang sudah lama berada di Indonesia ini sudah mendalami serta menyebarkan ajaran Yoga sejak ia mengenal yoga pada tahun 1980-an. Ia mengatakan, yoga merupakan 2 tali yang bisa dihubungkan, dimana 2 tali itu merupakan pikiran dan tubuh, yang juga dapat diartikan konsentrasi atau fokus.

Ajaran yoga sudah ada sejak lama, bahkan Dewa Siwa (Dewa dalam Agama Hindu), dan Buddha pun melakukan yoga. Pada saat ini Yoga tidak ada hubungannya dengan Agama, banyak orang dari berbagai kalangan sudah mempraktekkan yoga untuk mencapai keseimbangan fisik, mental, dan emosional dalam tubuh.

Dengan melakukan Yoga banyak manfaat yang bisa didapat seperti menurunkan stress, membentuk postur tubuh, serta kedamaian pikiran. Dengan melakukan yoga diharapkan orang-orang dapat merasa tenang dan rileks. |Krisna

back to top