Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Sleman-KoPi| Keluarga Mahasiswa Budhis Dharma Jaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KDJU) mengadakan talkshow bertajuk Dhamma Talk “A Simple thing called Peace” pada hari Sabtu, 12 November 2016 di Auditorium Kampus 3 UAJY.

Acara ini menghadirkan Ir. Agus Santoso (Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Yogyakarta sekaligus murid dari Master Chan Sheng Yen) sebagai pembicara, dan Jean-Pascal Elbaz, praktisi yoga 30 tahun. Acara ini dimoderatori oleh Christian Winata.

Ir. Agus Santoso sebelum berbicara mengenai meditasi, mengajak para peserta untuk mempraktekan meditasi secara sederhana agar mendapatkan relaksasi. Ia mengatakan dalam meditasi ada panduan yang harus diperhatikan, yaitu selalu gunakan akal sehat dan cek sendiri hasil atau manfaatnya apakah efektif atau hanya sekedar memuaskan.

Meditasi menurutnya adalah cara mengatur pikiran menuju kebebasan dari kemelekatan, penolakan, dan kekacauan. Agus juga menjelaskan ada 3 keadaan pikiran, pertama biasa-acak-menyebar, kedua kondusif-teratur, dan ketiga terang-hening luas-tenang. Hal-hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari cenderung dalam kondisi biasa-acak-menyebar.

Ketika melakukan yoga, olahraga atau diskusi pikiran berada dalam kondisi di antara biasa-acak-menyebar dan kondusif-teratur. Meditasi sendiri berada di antara kondisi kondusif-teratur dan terang-hening luas-tenang. Hal itulah yang menurutnya menjadi pembeda antara yoga dengan meditasi. “Meditasi bukan berarti melarikan diri, melainkan hadir dan berkonfrontasi dengan keadaan yang sekarang”, ujar Agus.

Jean-Pascal Elbaz, warga Prancis yang sudah lama berada di Indonesia ini sudah mendalami serta menyebarkan ajaran Yoga sejak ia mengenal yoga pada tahun 1980-an. Ia mengatakan, yoga merupakan 2 tali yang bisa dihubungkan, dimana 2 tali itu merupakan pikiran dan tubuh, yang juga dapat diartikan konsentrasi atau fokus.

Ajaran yoga sudah ada sejak lama, bahkan Dewa Siwa (Dewa dalam Agama Hindu), dan Buddha pun melakukan yoga. Pada saat ini Yoga tidak ada hubungannya dengan Agama, banyak orang dari berbagai kalangan sudah mempraktekkan yoga untuk mencapai keseimbangan fisik, mental, dan emosional dalam tubuh.

Dengan melakukan Yoga banyak manfaat yang bisa didapat seperti menurunkan stress, membentuk postur tubuh, serta kedamaian pikiran. Dengan melakukan yoga diharapkan orang-orang dapat merasa tenang dan rileks. |Krisna

back to top