Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Mahasiswa Budhis Dharma selenggarakan Dharma Talk

Sleman-KoPi| Keluarga Mahasiswa Budhis Dharma Jaya Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KDJU) mengadakan talkshow bertajuk Dhamma Talk “A Simple thing called Peace” pada hari Sabtu, 12 November 2016 di Auditorium Kampus 3 UAJY.

Acara ini menghadirkan Ir. Agus Santoso (Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Yogyakarta sekaligus murid dari Master Chan Sheng Yen) sebagai pembicara, dan Jean-Pascal Elbaz, praktisi yoga 30 tahun. Acara ini dimoderatori oleh Christian Winata.

Ir. Agus Santoso sebelum berbicara mengenai meditasi, mengajak para peserta untuk mempraktekan meditasi secara sederhana agar mendapatkan relaksasi. Ia mengatakan dalam meditasi ada panduan yang harus diperhatikan, yaitu selalu gunakan akal sehat dan cek sendiri hasil atau manfaatnya apakah efektif atau hanya sekedar memuaskan.

Meditasi menurutnya adalah cara mengatur pikiran menuju kebebasan dari kemelekatan, penolakan, dan kekacauan. Agus juga menjelaskan ada 3 keadaan pikiran, pertama biasa-acak-menyebar, kedua kondusif-teratur, dan ketiga terang-hening luas-tenang. Hal-hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari cenderung dalam kondisi biasa-acak-menyebar.

Ketika melakukan yoga, olahraga atau diskusi pikiran berada dalam kondisi di antara biasa-acak-menyebar dan kondusif-teratur. Meditasi sendiri berada di antara kondisi kondusif-teratur dan terang-hening luas-tenang. Hal itulah yang menurutnya menjadi pembeda antara yoga dengan meditasi. “Meditasi bukan berarti melarikan diri, melainkan hadir dan berkonfrontasi dengan keadaan yang sekarang”, ujar Agus.

Jean-Pascal Elbaz, warga Prancis yang sudah lama berada di Indonesia ini sudah mendalami serta menyebarkan ajaran Yoga sejak ia mengenal yoga pada tahun 1980-an. Ia mengatakan, yoga merupakan 2 tali yang bisa dihubungkan, dimana 2 tali itu merupakan pikiran dan tubuh, yang juga dapat diartikan konsentrasi atau fokus.

Ajaran yoga sudah ada sejak lama, bahkan Dewa Siwa (Dewa dalam Agama Hindu), dan Buddha pun melakukan yoga. Pada saat ini Yoga tidak ada hubungannya dengan Agama, banyak orang dari berbagai kalangan sudah mempraktekkan yoga untuk mencapai keseimbangan fisik, mental, dan emosional dalam tubuh.

Dengan melakukan Yoga banyak manfaat yang bisa didapat seperti menurunkan stress, membentuk postur tubuh, serta kedamaian pikiran. Dengan melakukan yoga diharapkan orang-orang dapat merasa tenang dan rileks. |Krisna

back to top