Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

M. Nuh: Buat apa ada ujian yang tak menentukan kelulusan?

M. Nuh: Buat apa ada ujian yang tak menentukan kelulusan?
Surabaya – KoPi | Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh punya komentar sendiri mengenai sistem UN 2015. Nuh mengaku ia berpegang pada aliran di mana ujian sebagai penentu kelulusan.
 

“Entah lulusnya 100 %, entah tidak lulus 100 %, yang penting ujian. Saya belum pernah menemui ujian yang tidak menentukan kelulusan. Buat apa ujian seperti itu? Ujian hidup itu juga ada yang lulus ada yang tidak lulus,” kata Nuh pada wartawan (18/4).

Nuh mengatakan hal itu karena iaberanggapan manusia itu perlu mendapat reward. Baginya orang yang sudah bekerja harus dapat penghargaan. “Anak-anak kita suruh belajar, kita uji, lalu kita beri penghargaan. Apa penghargaannya? Kelulusan dan masuk ke perguruan tinggi. Penghargaan untuk sekolah juga ada, yaitu pemetaan,” ujarnya.

Mengenai efektif atau tidaknya penggunaan nilai UN sebagai syarat kelulusan tergantung pada desainnya. Saat ini pemerintah menggunakan desain UN tidak dipakai sebagai syarat kelulusan. Namun nilai UN akan dipakai sebagai pertimbangan untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi, pemetaan, dan intervensi kebijakan.

“Tapi kalau mau dijadikan pemetaan, yang jangan pakai U, tapi pakai P, jadi Pemetaan Nasional. Pemetaan tidak harus lewat sensus, bisa lewat perwakilan. Satu orang siswa merepresentasi 100 siswa misalnya. Jadi biaya tidak perlu habis banyak,” ungkapnya.

Apakah tidak digunakannya nilai UN sebagai syarat kelulusan sebagai cara untuk menghindari isu mengenai banyaknya anak Indonesia yang tidak lulus? “Loh yang tidak lulus itu berapa? Ada ribuan, tapi itu kan dari jutaan anak Indonesia. Secara persentase itu sangat kecil. Wajar saja jika ada anak bandel, tidak mau mendengarkan guru, lalu tidak lulus,” tukas Nuh.

Namun ia menyerahkan keputusan itu pada pemerintah saat ini. Ia berharap pemerintah tetap melakukan yang terbaik untuk anak Indonesia. “Saya sekarang berikan kepercayaan itu pada kementerian yang sekarang, tapi pesan kami tolong haknya anak tetap diperhatikan,” ucapnya.

 

back to top