Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Lord Baker kenalkan dunia kerja kepada murid sekolah dasar

Lord Baker kenalkan dunia kerja kepada murid sekolah dasar

Inggris-KoPi, Murid-murid sekolah dasar harus diberikan pandangan yang lebih jauh mengenai dunia kerja, papar pendiri Education Secretary Lord (Kenneth) Baker hari ini (Rabu, 26/3/2014).

Baker akan mengajak sekolah-sekolah untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan penyedia lapangan pekerjaan setempat sehingga dengan begitu anak-anak dengan usia yang masih sangat muda mendapatkan gambaran mengenai macam-macam pekerjaan yang kelak akan ditawarkan kepada mereka.


“Ini bukan hal memilih karir pada saat anak-anak masih berusia 7, 10 atau bahkan 13 tahun, walaupun memang anak-anak pada rentang usia tersebut sudah memiliki ambisi yang sangat jelas. Ini adalah tentang membuka mata mereka kepada berbagai macam karir yang tidak mereka lihat di TV atau di kehidupan sehari-hari mereka,” paparnya.


Saat berbicara kepada The Independent, Baker menambahkan:”Menurut saya, tindakan ini harus diawali sejak dini. Anak kecil pada umur empat atau lima tahun itu sangat berhubungan erat dengan alat digital—mereka selalu bermain dengan iPads dan telepon pintar, dan benda ajaib ini lah yang akan kita jadikan sebagai pendorongnya.”


“Mereka akan mendapatkan keuntungan dengan melihat bagaimana tekhnologi digital tersebut berfungsi dalam dunia kerja.”


Lord Baker, ketua Edge Foundation, yang bertekad untuk mempromosikan pendidikan kejuruan dan menempatkannya dalam kedudukan yang sama dalam kualifikasi pendidikan, juga akan mengajukan permohonan tersebut demi meningkatkan program pemerintah untuk membangun Universitas Tekhnik. Universitas-universitas tersebut dirancang untuk menggabungkan pendidikan kejuruan kelas atas dengan pembelajaran akademis.

 


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent


back to top