Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Kurikulum anti-narkoba; Risma geram, guru bingung

Kurikulum anti-narkoba; Risma geram, guru bingung
Surabaya - KoPi | Walikota Surabaya Tri Rismaharini tampaknya benar-benar geram pada ulah bandar narkoba di Surabaya. Karena itu ia mendukung penuh pelaksanaan kurikulum anti-narkoba yang digagas BNN Jawa Timur. Menurut Risma, narkoba adalah penyakit masyarakat dan harus dicegah sebelum benar-benar menjadi parah.
 

Risma mengatakan, dengan melalui kurikulum, pesan mengenai bahaya narkoba lebih mudah dan lebih efektif disampaikan kepada anak-anak. Sebab, dengan sekali bicara, guru akan bisa langsung menyebarkan pesan bahaya narkoba kepada satu kelas, dan dapat dilakukan lebih sering. "Saya tiga kali sehari harus ngomong ke 60 sampai 100 anak-anak. Kalau dengan cara itu, bayangkan untuk dapat sekian puluh ribu anak perlu waktu berapa tahun? Tapi kalau dimasukkan ke kurikulum pendidikan guru akan secara otomatis akan mengajarkan pada satu kelas," kata Risma.

Meski demikian, beberapa guru masih bingung mengenai adanya kurikulum ini. Salah seorang guru SMA 45 yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan hingga saat ini masih belum ada penataran ataupun pelatihan mengenai integrasi kurikulum anti-narkoba dalam mata pelajaran.

"Setahu saya masih belum ada pelatihan. Modulnya baru diserahkan ke hari ini ke kepala sekolah, itu juga baru simbolik. Nanti kita lihat dulu ke depannya," ungkap guru perempuan tersebut.

back to top