Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

KTSP 2006 buat siswa tidak bisa menghadapi MEA

KTSP 2006 buat siswa tidak bisa menghadapi MEA
Surabaya - KoPi | Kebijakan Menteri pendidikan era Jokowi menuai kritikan tajam. Pemberhentian Kurikulum 2013 menuai kritikan tajam dari mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud RI) Muhammad Nuh.

Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dinilai membuat sekolah di Indonesia tidak siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kedepannya.

“Di Indonesia kini yang masih memakai K-13 hanya tinggal 16 ribu sekolah. Sisanya kembali ke KTSP” ungkap Nuh setelah seminar nasional bertajuk Kebijakan Pedidikan Nasional Dalam Menghadapi MEA di Aula Srikandi Fakultas Ilmu Soial (FIS) Universitas Negri Surabaya (UNESA) kemarin.

Kebijakan mentri baru yang memberhantikan K-13 akan menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia mengalami kemunduran. Sekolah yang kembali menanamkan KTSP dianggap tidak akan siap menghadapi MEA.

Dalam K-13 yang berbasis kreatifitas, siswa dituntut kreatif hingga mampu menciptakan sesuatu. “Hal utama dalam menghadapi MEA adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Siswa yang memiliki keterampilan dan kreatifitas tinggi saya rasa akan mampu bersaing dengan MEA” ujarnya.

Sedang saat ini kurikulum yang ditanamkan adalah kembali pada KTSP. Dimana hanya mengoptimalkan pembelajaran aktif antara guru dan siswa. Sehingga murid dinilai akan kagok untuk menjadi lebih kreatif dalam menciptakan sesuatu.

Tidak hanya itu, Nuh sebenarnya merancang K-13 untuk 2045 mendatang. pada tahun 2045 nanti, persaingan akan lebih besar.  “Tidak hanya MEA, nanti ada negara pasifik dan lainnya. Semua pasti berkompetisi. Kalau dasar pendidikannya tidak dibangun, kapan kita mau bersaing” tuturnya. | Labibah

back to top