Menu
Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Ini tanggapan rektor UGM pada wacan…

Sleman-KoPi|Rektor Univer...

Cerita perjuangan wisudawan doktoral anak dari Satpam UGM.

Cerita perjuangan wisudawan doktora…

Sleman-KoPi| Tak ada yang...

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor tingkatkan internasionalisasi dosen dan mahasiswanya.

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor t…

Bantul-KoPi| Rektor Unive...

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil bes…

Sleman-KoPi| Tim mahasi...

Prev Next

Ketua MPR dan DPR RI Beri Pesan Penting Bagi IMM

IMG 0177

Bantul-KoPi| Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan, SE, MM dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo memberikan pesan penting bagi para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Beberapa pesan penting tersebut disampaikan keduanya dalam acara Malam Puncak Milad Akbar IMM Ke-54 tahun, yang diselenggarakan di gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (14/3).

Dalam sambutannya, baik Zulkifli maupun Bambang berpesan agar para kader IMM bisa menjadi pemimpin yang bersih, berintegritas dan terdepan di kalangan generasi muda.

Zulkifli menjelaskan bahwa ada tiga syarat untuk menjadi sebuah bangsa yang besar, selain ditentukan dari sosok pemimpin yang memimpin negaranya, yakni pondasi kokoh yang berasal dari kesatu an masyarakatnya, ilmu dan nilai.

"Akan tetapi, untuk memiliki pondasi yang kokoh tersebut harus disertai dengan ilmu. Pondasi yang tidak disertai dengan ilmu, maka pondasi tersebut belum bisa dikatakan sempurna. Kedua hal ini sangat menentukan sikap dari sebuah bangsa yang besar. Sebab bangsa itu akan maju bila manusianya berilmu," ungkapnya.

Syarat ketiga yakni nilai-nilai yang dimiliki dari sebuah bangsa. Peristiwa besar tidak pernah ada tanpa sebuah pengorbanan. Demikian pula dengan kesuksesan.

“Kesuksesan itu dapat diraih juga karena butuh pengorbanan,” ujarnya. Zulkifli juga menyinggung banyaknya pemimpin terutama kepala daerah yang tertangkap KPK. Hal ini menurutnya sangat disayangkan, karena apakah itu menjadi suatu kebanggaan atau sesuatu kemunduran. “Maka dari itu, jadilah pemimpin yang bersih dan berintegritas bagi kemajuan bangsa Indonesia,” pesan Zulkifli kepada kader IMM.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam orasinya juga menyampaikan bahwa kader IMM kedepannya harus menjadi pemimpin yang terdepan di kalangan generasi muda untuk membangun suasana yang damai. Ia menambahkan bahwa kesenjangan sosial dan ekonomi masih banyak ditemukan di masyarakat.

“IMM dapat mendorong dan membantu pemerintah dalam empat hal, yakni terciptanya lapangan pekerjaan yang mumpuni, menciptakan harga sembako yang bersahabat, menyediakan rumah yang layak, serta hak pendidikan dan kesehatan yang layak,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor kampus muda mendunia (UMY), Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP yang juga merupakan kader IMM di masanya, mengatakan bila kader IMM merupakan aset bagi Muhammadiyah. Apalagi sudah banyak kader IMM yang terbukti punya potensi lebih. “Kalau kita melihat pemetaan, banyak sumbangan kader yang berpotensi dan bagus. Kami berharap IMM tidak menjadi buih di tengah lautan,” ungkap Gunawan.

Ia menambahkan bila seorang pemuda apalagi seorang kader IMM haruslah memberikan kritik yang berlandaskan dan beralasan. Gunawan juga berharap kepada seluruh kader untuk banyak bicara di kancah internasional. “Jangan asal berkritik tanpa landasan dan alasan. Dan jangan mau jika hanya dijadikan sebagai pasukan nasi bungkus,” tutupnya. (Darel)

 

back to top