Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kemiskinan, tidak terdidik: krisis di Amerika

Kemiskinan, tidak terdidik: krisis di Amerika Foto : nytime.com

Hasil terbaru dari Program for International Student Assessment – penelitian yang mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa berusia 15 tahun dalam bidang matematika, membaca dan ilmu pengetahuan - yang dirilis pada awal desember tahun lalu, menempatkan Finlandia di daftar teratas.

Benar sekali, saat ini siswa-siswa di Asia diakui banyak menempati tempat teratas. Namun sistem Finlandia tetap menjadi salah satu yang memiliki performa tertinggi, dengan program Preschool Universal, manajemen berbasis situs dan meinggalkan sistem pengujian standar yang sering dijadikan acuan untuk mengukur keberhasilannya.

Sebagai perbandingan, nilai siswa AS tetap menjadi sebuah pertimbangan. Namun perbedaan yang paling jelas antara Finlandia dan Amerika ketika datang ke pendidikan adalah kemiskinan anak.

Kemiskinan adalah faktor yang paling relevan dalam menentukan hasil dari riwayat pendidikan seseorang, dan di Finlandia, angka kemiskinan anak adalah sekitar 5%. Di AS, angka ini hampir lima kali lebih tinggi. Tidak seperti di Amerika, Finlandia menghitung tingkat kemiskinan setelah memperhitungkan bantuan pemerintah, namun perbedaan tetap substansial.

Peneliti dalam hal ini, Michael Rebell dan Jessica Wolff,  yang fokus pada agenda Campaign for Educational Equity at Teachers College, Columbia University, telah mencatat, tidak ada krisis pendidikan umum di Amerika Serikat. Yang ada adalah krisis kemiskinan anak yang berdampak pendidikan.

Berikut ini satu poin yang perlu diingat. Ketika Anda mengukur nilai ujian sekolah Amerika dengan tingkat kemiskinan anak kurang dari 20%, anak-anak di Amerika tidak hanya mengungguli Finlandia, mereka mengungguli setiap bangsa di dunia.

Setengah Dari keseluruhan Siswa Dilanda Kemiskinan

Tapi ini kabar yang sangat buruk. Dua studi baru tentang pendidikan dan kemiskinan yang dilaporkan di Pekan Pendidikan pada bulan Oktober. Yang pertama Southern Education Foundation mengungkapkan bahwa hampir separuh dari semua siswa sekolah publik AS hidup dalam kemiskinan. Kemiskinan telah meningkat di setiap negara sejak Presiden Clinton meninggalkan kantor.

Studi kedua, yang dilakukan oleh National Student Clearinghouse Research Center, menunjukkan bahwa kemiskinan - tidak melihat dari latar belakang ras, etnis, asal negara atau di mana Anda menghadiri sekolah - adalah prediktor terbaik dari angka pastisipasi kuliah dan jumlah tamatan.

Memahami temuan di atas, penyebab kemiskinan sangat kompleks dan bervariasi: imigrasi yang berlebihan, kebijakan pajak, dan ekspor dan otomatisasi pekerjaan manufaktur.

Namun daftar solusi ditujukan untuk jangka pendek. Selain membantu orang tua anak-anak, juga dilakukan pemberian akses semua anak miskin tersebut ke pendidikan yang berkualitas tinggi.

Sedangkan solusi jangka panjang hanya untuk kemiskinan mungkin pendidikan yang baik, pendidikan yang baik jarang tersedia untuk anak-anak yang hidup dalam kemiskinan.

Salah satu alasannya adalah bahwa pengeluaran untuk pendidikan belum sejalan dengan meningkatnya kemiskinan anak. Sementara kemiskinan tumbuh sebesar 40% di Midwest dan 33% di Selatan 2001-2011, belanja pendidikan per siswa tumbuh hanya 12% di wilayah ini selama periode 10 tahun yang sama.

Sebelum kita benar-benar menjadi pesimis terhadap masa depan:

•    Di Tennessee, misalnya, sebuah program yang disebut tnACHIEVES bercita-cita untuk memberikan bantuan Last Dollar Scholarship untuk setiap lulusan SMA miskin yang ingin masuk di salah satu dari 13 perguruan tinggi negara atau 27 pusat teknologi

•    Di Atlanta, East lake Neighborhood telah berubah dari tempat kumuh dan sarat tindak kriminalitas dengan sekolah berkinerja terendah kota menjelma menjadi lingkungan yang makmur dengan salah satu sekolah kinerja tertinggi di negara bagian.

•    Tokoh dermawan, seperti Bill dan Melinda Gates, membantu mengirim siswa berpenghasilan rendah ke perguruan tinggi.

Namun upaya tersebut bersifat sementara. Dan bukannya Amerika tidak mencoba mengatasinya.

Pemerintah AS telah menghabiskan miliaran dolar untuk kupon makanan, kesejahteraan, Medicaid, Head Start dan program lainnya. Namun demikian, sampai kita bergerak melampaui mengobati gejala ke akar penyebab, gelombang pasang angka kemiskinan anak mengancam untuk mengubah negara paling makmur di dunia menjadi negara yang berselingkuh dengan korporasi terbesar.

Itu tidak berarti solusi harus datang dari Washington.

Sebaliknya, Tennessee berhasil mengatasinya karena mantan walikota dan empat pengusaha memutuskan untuk melakukan sesuatu tentang fakta bahwa sepenuhnya dua pertiga dari warga Tennesee tidak memiliki pelatihan pasca-sekolah menengah dan tidak siap untuk pekerjaan yang berarti dalam perekonomian saat ini.

East Lake berhasil mengatasinya karena seorang pengusaha kaya bermitra dengan kepala otoritas perumahan dan pemimpin lingkungan untuk mengubah lingkungan yang sedang berjuang menjadi salah satu yang terbaik. Upaya mereka untuk meniru East Gate Model di bagian lain dari Amerika Serikat melalui Purpose Built Comunnities telah mengumpulkan dukungan dari orang-orang seperti Warren Buffett dan Tom Brokaw.

Intinya adalah ini, Amerika masih bisa bekerja. Jika tidak di Washington, bisa saja dari Tennessee, Atlanta dan di tempat lain

Orang memutuskan untuk mulai serius tentang suatu masalah.

Kedua penelitian terbaru tentang kemiskinan anak memberitahu warga Amerika bahwa sekarang adalah waktunya.


Nora T. Ayudha

(Sumber: usatoday.com)

 

back to top