Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Kemenristekdikti merasa kaget ada pemangkasan beasiswa S3

Kemenristekdikti merasa kaget ada pemangkasan beasiswa S3
Jogja-KoPi| Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama kooirdinasi perguruan tinggi swasta mengaku shock pada pemangkasan kuota mahasiswa Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri(BPPDN) atau beasiswa yang dikhususkan calon doktor S3 tahun ini. 
Hal tersebut diungkapkan oleh Yun Widyati sebagai sekretaris pelaksana Kopertis wilayah V merespon kebijakan pemangkasan kuota. Pasalnya pada tahun 2016  BPPDN dibuka untuk 3000 mahasiswa,dan tahun ini beasiswa dibuka hanya untuk 1000 mahasiswa. 
"Kami pun cukup shock mendapatkan respon dari LPDP yang memangkas kuota tahun ini,padahal kami sudah mengajukan agar kuota tahun ini sama seperti tahun lalu,"ujarnya saat ditemui di kantor Kopertis wilayah V,Rabu(11/10)
Kebijakan pemangkasan dan pemberian anggaran beasiswa ini pun sudah diatur oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Lembaga ini masuk kedalam lembaga badan layanan umum(BLU) yang berada dibawah naungan kementrian keuangan.
Sementara itu,Kemenristekdikti dan Kopertis ini hanya hadir untuk menyaring calon-calon yang pantas menerima beasiswa ini. 
"Sehingga kebijakan atau policynya ada di tangan LPDP,"lanjutnya
Yun pun hanya bisa mereka-reka kemungkinan LPDP memangkas dengan dalih kepengurusan beasiswa jenis lainnya. Namun demikian,Ia menegaskan beasiswa jenis inilah yang paling banyak digandrungi oleh calon-calon Doktor. 
Pasalnya,ia memaparkan, beasiswa ini membuka kuota terbesar dengan persyaratan yang tak terlalu rumit.
 
Beberapa beasiswa S3 lainnya,seperti beasiswa Program Pendidikan Magister Menuju Doktor Untuk Sarjana Unggul (PMDSU) menekankan mahasiswanya mempunyai usia muda dengan IP cemerlang. Kuota PMDSU pun lebih sedikit dibandingkan BPPDN. 
"Yang jelas anggaran dana yang dialokasikan  PMDSU tidak sebanyak LPDP, sehingga kuotanya juga tidak banyak,"katanya
Yun bersama Kopertis dan Kemeristekdikti pun saat ini sedang memikirkan cara untuk mengedepankan program beasiswa tanpa tergantung ke dana LPDP. Tujuannya adalah agar mahasiswa ini tidak khawatir dengan adanya pemangkasan kuota beasiswa seperti yang terjadi saat ini. 
Sebelumnya sejumlah mahasiswa dan dosen yang tergabung di Aliansi Calon Doktor Seluruh Indoneisa menggelar audiensi ke beberapa universitas untuk menuntut penambahan kuota beasiswa BPPDN. 
Koordinator aliansi,Lalu Sumardi, Mahasiswa Pascasarjana UNY Prodi ilmu Pendidikan UNY menekankan penambahan kuota ini diharapkan dapat mengakomodir mahasiswa S3 indoneisa yang berusaha mendaftar program ini. 
"Perjuangan teman-teman adalah PENAMBAHAN KUOTA BPPDN dan BUDI DN agar semua mahasiswa S3 yang daftar diakomodir,"ujarnya saat dihubungi via Whatsapp.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top