Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Kemenristekdikti merasa kaget ada pemangkasan beasiswa S3

Kemenristekdikti merasa kaget ada pemangkasan beasiswa S3
Jogja-KoPi| Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama kooirdinasi perguruan tinggi swasta mengaku shock pada pemangkasan kuota mahasiswa Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri(BPPDN) atau beasiswa yang dikhususkan calon doktor S3 tahun ini. 
Hal tersebut diungkapkan oleh Yun Widyati sebagai sekretaris pelaksana Kopertis wilayah V merespon kebijakan pemangkasan kuota. Pasalnya pada tahun 2016  BPPDN dibuka untuk 3000 mahasiswa,dan tahun ini beasiswa dibuka hanya untuk 1000 mahasiswa. 
"Kami pun cukup shock mendapatkan respon dari LPDP yang memangkas kuota tahun ini,padahal kami sudah mengajukan agar kuota tahun ini sama seperti tahun lalu,"ujarnya saat ditemui di kantor Kopertis wilayah V,Rabu(11/10)
Kebijakan pemangkasan dan pemberian anggaran beasiswa ini pun sudah diatur oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Lembaga ini masuk kedalam lembaga badan layanan umum(BLU) yang berada dibawah naungan kementrian keuangan.
Sementara itu,Kemenristekdikti dan Kopertis ini hanya hadir untuk menyaring calon-calon yang pantas menerima beasiswa ini. 
"Sehingga kebijakan atau policynya ada di tangan LPDP,"lanjutnya
Yun pun hanya bisa mereka-reka kemungkinan LPDP memangkas dengan dalih kepengurusan beasiswa jenis lainnya. Namun demikian,Ia menegaskan beasiswa jenis inilah yang paling banyak digandrungi oleh calon-calon Doktor. 
Pasalnya,ia memaparkan, beasiswa ini membuka kuota terbesar dengan persyaratan yang tak terlalu rumit.
 
Beberapa beasiswa S3 lainnya,seperti beasiswa Program Pendidikan Magister Menuju Doktor Untuk Sarjana Unggul (PMDSU) menekankan mahasiswanya mempunyai usia muda dengan IP cemerlang. Kuota PMDSU pun lebih sedikit dibandingkan BPPDN. 
"Yang jelas anggaran dana yang dialokasikan  PMDSU tidak sebanyak LPDP, sehingga kuotanya juga tidak banyak,"katanya
Yun bersama Kopertis dan Kemeristekdikti pun saat ini sedang memikirkan cara untuk mengedepankan program beasiswa tanpa tergantung ke dana LPDP. Tujuannya adalah agar mahasiswa ini tidak khawatir dengan adanya pemangkasan kuota beasiswa seperti yang terjadi saat ini. 
Sebelumnya sejumlah mahasiswa dan dosen yang tergabung di Aliansi Calon Doktor Seluruh Indoneisa menggelar audiensi ke beberapa universitas untuk menuntut penambahan kuota beasiswa BPPDN. 
Koordinator aliansi,Lalu Sumardi, Mahasiswa Pascasarjana UNY Prodi ilmu Pendidikan UNY menekankan penambahan kuota ini diharapkan dapat mengakomodir mahasiswa S3 indoneisa yang berusaha mendaftar program ini. 
"Perjuangan teman-teman adalah PENAMBAHAN KUOTA BPPDN dan BUDI DN agar semua mahasiswa S3 yang daftar diakomodir,"ujarnya saat dihubungi via Whatsapp.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top