Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Jogja-KoPi│Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dorong para peneliti lakukan publikasi riset nasional maupun internasional untuk bersaing dengan peneliti negara lain.

Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengatakan bahwa para peneliti Indonesia perlu untuk meningkatkan riset dan melakukan publikasi riset.

“Perlu ada peningkatan riset dan publikasi riset yang ada di Indonesia. Potensi publikasi sebanyak 151 ribu tapi baru muncul 11 ribuan. Kalau seperti ini bisa dikatakan peneliti kita tidak ada apa-apanya”, jelasnya pada sosialisasi kebijakan, pengelolaan dan pelaksanaan riset Kemenristekdikti tahun 2017 dan 2018 bertempat di Graha Sabha Permana UGM, Kamis (6/4)

Penelitian di Indonesia hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai pengguguran tugas. Sehingga, penelitian yang dilakukan tidak mendapatkan hak paten dan publikasi.

“Karena banyak cueknya dengan penelitian akibatnya seperti ini, paten kita kurang dari 2000 sekarang. Kalau tidak ada perubahan maka kita tidak ads apa-apanya”, kata Dimyati.

Untuk itu Kemenristek mengajak para peneliti untuk mematenkan penelitiannya dan melakukan publikasi, sehingga tidak kalah dengan negara lain.

“Mari kita ubah penelitian kita untuk melakukan penelitian jangka panjang untuk mendapatkan hak paten dan publikasi”, ujar Dimyati.

Di sisi lain kemenristek juga telah menyederhanakan skema-skema riset yg ada sehingga minim pertanggung jawaban administrasi bagi peneliti.

“Dulu ada 17 skema sekarang menjadi 14 skema. Tiap skema Ada perubahan masing-masing, sekarang menampung doktor by research. Dan dalam penelitian ada luaran wajib dan luaran tambahan”, jelas Dimyati.

Selanjutnya Dimyati juga menjelaskan bahwa untuk mendorong para peneliti melakukan publikasi, kemenristek juga memberikan tambahan insentif bagi peneliti serta pertanggung jawaban keuangan yang minim.

“Kita berikan insentif untuk bergerak. Kalau tidak mau bergerak, ya kita tidak ada apa-apanya dengan peneliti negara lain”, tutup Dimyati.

back to top