Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Jogja-KoPi│Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dorong para peneliti lakukan publikasi riset nasional maupun internasional untuk bersaing dengan peneliti negara lain.

Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengatakan bahwa para peneliti Indonesia perlu untuk meningkatkan riset dan melakukan publikasi riset.

“Perlu ada peningkatan riset dan publikasi riset yang ada di Indonesia. Potensi publikasi sebanyak 151 ribu tapi baru muncul 11 ribuan. Kalau seperti ini bisa dikatakan peneliti kita tidak ada apa-apanya”, jelasnya pada sosialisasi kebijakan, pengelolaan dan pelaksanaan riset Kemenristekdikti tahun 2017 dan 2018 bertempat di Graha Sabha Permana UGM, Kamis (6/4)

Penelitian di Indonesia hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai pengguguran tugas. Sehingga, penelitian yang dilakukan tidak mendapatkan hak paten dan publikasi.

“Karena banyak cueknya dengan penelitian akibatnya seperti ini, paten kita kurang dari 2000 sekarang. Kalau tidak ada perubahan maka kita tidak ads apa-apanya”, kata Dimyati.

Untuk itu Kemenristek mengajak para peneliti untuk mematenkan penelitiannya dan melakukan publikasi, sehingga tidak kalah dengan negara lain.

“Mari kita ubah penelitian kita untuk melakukan penelitian jangka panjang untuk mendapatkan hak paten dan publikasi”, ujar Dimyati.

Di sisi lain kemenristek juga telah menyederhanakan skema-skema riset yg ada sehingga minim pertanggung jawaban administrasi bagi peneliti.

“Dulu ada 17 skema sekarang menjadi 14 skema. Tiap skema Ada perubahan masing-masing, sekarang menampung doktor by research. Dan dalam penelitian ada luaran wajib dan luaran tambahan”, jelas Dimyati.

Selanjutnya Dimyati juga menjelaskan bahwa untuk mendorong para peneliti melakukan publikasi, kemenristek juga memberikan tambahan insentif bagi peneliti serta pertanggung jawaban keuangan yang minim.

“Kita berikan insentif untuk bergerak. Kalau tidak mau bergerak, ya kita tidak ada apa-apanya dengan peneliti negara lain”, tutup Dimyati.

back to top