Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Jogja-KoPi│Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dorong para peneliti lakukan publikasi riset nasional maupun internasional untuk bersaing dengan peneliti negara lain.

Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengatakan bahwa para peneliti Indonesia perlu untuk meningkatkan riset dan melakukan publikasi riset.

“Perlu ada peningkatan riset dan publikasi riset yang ada di Indonesia. Potensi publikasi sebanyak 151 ribu tapi baru muncul 11 ribuan. Kalau seperti ini bisa dikatakan peneliti kita tidak ada apa-apanya”, jelasnya pada sosialisasi kebijakan, pengelolaan dan pelaksanaan riset Kemenristekdikti tahun 2017 dan 2018 bertempat di Graha Sabha Permana UGM, Kamis (6/4)

Penelitian di Indonesia hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai pengguguran tugas. Sehingga, penelitian yang dilakukan tidak mendapatkan hak paten dan publikasi.

“Karena banyak cueknya dengan penelitian akibatnya seperti ini, paten kita kurang dari 2000 sekarang. Kalau tidak ada perubahan maka kita tidak ads apa-apanya”, kata Dimyati.

Untuk itu Kemenristek mengajak para peneliti untuk mematenkan penelitiannya dan melakukan publikasi, sehingga tidak kalah dengan negara lain.

“Mari kita ubah penelitian kita untuk melakukan penelitian jangka panjang untuk mendapatkan hak paten dan publikasi”, ujar Dimyati.

Di sisi lain kemenristek juga telah menyederhanakan skema-skema riset yg ada sehingga minim pertanggung jawaban administrasi bagi peneliti.

“Dulu ada 17 skema sekarang menjadi 14 skema. Tiap skema Ada perubahan masing-masing, sekarang menampung doktor by research. Dan dalam penelitian ada luaran wajib dan luaran tambahan”, jelas Dimyati.

Selanjutnya Dimyati juga menjelaskan bahwa untuk mendorong para peneliti melakukan publikasi, kemenristek juga memberikan tambahan insentif bagi peneliti serta pertanggung jawaban keuangan yang minim.

“Kita berikan insentif untuk bergerak. Kalau tidak mau bergerak, ya kita tidak ada apa-apanya dengan peneliti negara lain”, tutup Dimyati.

back to top