Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Kemenristekdikti dorong para peneliti publikasi riset

Jogja-KoPi│Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dorong para peneliti lakukan publikasi riset nasional maupun internasional untuk bersaing dengan peneliti negara lain.

Dr. Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengatakan bahwa para peneliti Indonesia perlu untuk meningkatkan riset dan melakukan publikasi riset.

“Perlu ada peningkatan riset dan publikasi riset yang ada di Indonesia. Potensi publikasi sebanyak 151 ribu tapi baru muncul 11 ribuan. Kalau seperti ini bisa dikatakan peneliti kita tidak ada apa-apanya”, jelasnya pada sosialisasi kebijakan, pengelolaan dan pelaksanaan riset Kemenristekdikti tahun 2017 dan 2018 bertempat di Graha Sabha Permana UGM, Kamis (6/4)

Penelitian di Indonesia hingga saat ini masih cenderung dianggap sebagai pengguguran tugas. Sehingga, penelitian yang dilakukan tidak mendapatkan hak paten dan publikasi.

“Karena banyak cueknya dengan penelitian akibatnya seperti ini, paten kita kurang dari 2000 sekarang. Kalau tidak ada perubahan maka kita tidak ads apa-apanya”, kata Dimyati.

Untuk itu Kemenristek mengajak para peneliti untuk mematenkan penelitiannya dan melakukan publikasi, sehingga tidak kalah dengan negara lain.

“Mari kita ubah penelitian kita untuk melakukan penelitian jangka panjang untuk mendapatkan hak paten dan publikasi”, ujar Dimyati.

Di sisi lain kemenristek juga telah menyederhanakan skema-skema riset yg ada sehingga minim pertanggung jawaban administrasi bagi peneliti.

“Dulu ada 17 skema sekarang menjadi 14 skema. Tiap skema Ada perubahan masing-masing, sekarang menampung doktor by research. Dan dalam penelitian ada luaran wajib dan luaran tambahan”, jelas Dimyati.

Selanjutnya Dimyati juga menjelaskan bahwa untuk mendorong para peneliti melakukan publikasi, kemenristek juga memberikan tambahan insentif bagi peneliti serta pertanggung jawaban keuangan yang minim.

“Kita berikan insentif untuk bergerak. Kalau tidak mau bergerak, ya kita tidak ada apa-apanya dengan peneliti negara lain”, tutup Dimyati.

back to top