Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Magelang-KoPi| Abdurahman, aktivis LKOD Kota Magelang menyebut Kepala Dinas Kota Magelang Djawardi, sebagai penanggung jawab atas kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah SMP dan SMU di Kota Magelang.

Menurut Abdurahman, Djawardi telah membebani kepala sekolah sejumlah SMP dan SMU untuk menerima siswa titipan yang seharusnya tidak berhak masuk di sekolah-sekolah tersebut karena nilainya dianggap kurang.

"Semua ini diakui oleh semua kepala sekolah yang bermasalah tersebut. Semua atas perintah kepala dinas," kata Abdurhaman.
Sebelumnya, dikabarkan sejumlah wali murid melakukan aksi beberapa kali menuntut agar "murid siluman" yang diterima oleh sejumlah sekolah menengah tersebut harus dikeluarkan.

Kecurangan yang direstui oleh Kepala Dinas Kota Magelang tersebut seperti SMA Negeri 4 Kota Magelang, kuota siswa yang seharusnya diterima 256 siswa dengan nilai terendah 34,90, otomatis peringkat 257 dengan nilai 34,85 gagal masuk SMA tersebut. Namun, tiba-tiba ada pengumuman bahwa SMA tersebut menambah kuota 12 siswa baru dengan nilai rendah kurang dari 30,00.

Meskipun selama lebih dari sebulan sudah melakukan empat kali unjuk rasa, Abdurahman bertekad akan terus melakukan aksinya hingga tuntutannya dipenuhi. Hari ini 16 November 2015, wali murid SMUN 2 Kota Magelang ini bahkan melakukan aksi unjuk rasa di depan sekolah anaknya.

"Bila memungkinkan kami juga akan melakukan tuntuan kepada sejumlah sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang," katanya pada wartawan KoranOpini.Com. "Kita masih pelajari kemungkinan menangnya," pungkasnya.

back to top