Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Magelang-KoPi| Abdurahman, aktivis LKOD Kota Magelang menyebut Kepala Dinas Kota Magelang Djawardi, sebagai penanggung jawab atas kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah SMP dan SMU di Kota Magelang.

Menurut Abdurahman, Djawardi telah membebani kepala sekolah sejumlah SMP dan SMU untuk menerima siswa titipan yang seharusnya tidak berhak masuk di sekolah-sekolah tersebut karena nilainya dianggap kurang.

"Semua ini diakui oleh semua kepala sekolah yang bermasalah tersebut. Semua atas perintah kepala dinas," kata Abdurhaman.
Sebelumnya, dikabarkan sejumlah wali murid melakukan aksi beberapa kali menuntut agar "murid siluman" yang diterima oleh sejumlah sekolah menengah tersebut harus dikeluarkan.

Kecurangan yang direstui oleh Kepala Dinas Kota Magelang tersebut seperti SMA Negeri 4 Kota Magelang, kuota siswa yang seharusnya diterima 256 siswa dengan nilai terendah 34,90, otomatis peringkat 257 dengan nilai 34,85 gagal masuk SMA tersebut. Namun, tiba-tiba ada pengumuman bahwa SMA tersebut menambah kuota 12 siswa baru dengan nilai rendah kurang dari 30,00.

Meskipun selama lebih dari sebulan sudah melakukan empat kali unjuk rasa, Abdurahman bertekad akan terus melakukan aksinya hingga tuntutannya dipenuhi. Hari ini 16 November 2015, wali murid SMUN 2 Kota Magelang ini bahkan melakukan aksi unjuk rasa di depan sekolah anaknya.

"Bila memungkinkan kami juga akan melakukan tuntuan kepada sejumlah sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang," katanya pada wartawan KoranOpini.Com. "Kita masih pelajari kemungkinan menangnya," pungkasnya.

back to top