Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Magelang-KoPi| Abdurahman, aktivis LKOD Kota Magelang menyebut Kepala Dinas Kota Magelang Djawardi, sebagai penanggung jawab atas kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah SMP dan SMU di Kota Magelang.

Menurut Abdurahman, Djawardi telah membebani kepala sekolah sejumlah SMP dan SMU untuk menerima siswa titipan yang seharusnya tidak berhak masuk di sekolah-sekolah tersebut karena nilainya dianggap kurang.

"Semua ini diakui oleh semua kepala sekolah yang bermasalah tersebut. Semua atas perintah kepala dinas," kata Abdurhaman.
Sebelumnya, dikabarkan sejumlah wali murid melakukan aksi beberapa kali menuntut agar "murid siluman" yang diterima oleh sejumlah sekolah menengah tersebut harus dikeluarkan.

Kecurangan yang direstui oleh Kepala Dinas Kota Magelang tersebut seperti SMA Negeri 4 Kota Magelang, kuota siswa yang seharusnya diterima 256 siswa dengan nilai terendah 34,90, otomatis peringkat 257 dengan nilai 34,85 gagal masuk SMA tersebut. Namun, tiba-tiba ada pengumuman bahwa SMA tersebut menambah kuota 12 siswa baru dengan nilai rendah kurang dari 30,00.

Meskipun selama lebih dari sebulan sudah melakukan empat kali unjuk rasa, Abdurahman bertekad akan terus melakukan aksinya hingga tuntutannya dipenuhi. Hari ini 16 November 2015, wali murid SMUN 2 Kota Magelang ini bahkan melakukan aksi unjuk rasa di depan sekolah anaknya.

"Bila memungkinkan kami juga akan melakukan tuntuan kepada sejumlah sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang," katanya pada wartawan KoranOpini.Com. "Kita masih pelajari kemungkinan menangnya," pungkasnya.

back to top