Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Kadin Pendidikan Kota Magelang dituduh paling curang dalam penerimaan siswa baru 2015

Magelang-KoPi| Abdurahman, aktivis LKOD Kota Magelang menyebut Kepala Dinas Kota Magelang Djawardi, sebagai penanggung jawab atas kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah SMP dan SMU di Kota Magelang.

Menurut Abdurahman, Djawardi telah membebani kepala sekolah sejumlah SMP dan SMU untuk menerima siswa titipan yang seharusnya tidak berhak masuk di sekolah-sekolah tersebut karena nilainya dianggap kurang.

"Semua ini diakui oleh semua kepala sekolah yang bermasalah tersebut. Semua atas perintah kepala dinas," kata Abdurhaman.
Sebelumnya, dikabarkan sejumlah wali murid melakukan aksi beberapa kali menuntut agar "murid siluman" yang diterima oleh sejumlah sekolah menengah tersebut harus dikeluarkan.

Kecurangan yang direstui oleh Kepala Dinas Kota Magelang tersebut seperti SMA Negeri 4 Kota Magelang, kuota siswa yang seharusnya diterima 256 siswa dengan nilai terendah 34,90, otomatis peringkat 257 dengan nilai 34,85 gagal masuk SMA tersebut. Namun, tiba-tiba ada pengumuman bahwa SMA tersebut menambah kuota 12 siswa baru dengan nilai rendah kurang dari 30,00.

Meskipun selama lebih dari sebulan sudah melakukan empat kali unjuk rasa, Abdurahman bertekad akan terus melakukan aksinya hingga tuntutannya dipenuhi. Hari ini 16 November 2015, wali murid SMUN 2 Kota Magelang ini bahkan melakukan aksi unjuk rasa di depan sekolah anaknya.

"Bila memungkinkan kami juga akan melakukan tuntuan kepada sejumlah sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang," katanya pada wartawan KoranOpini.Com. "Kita masih pelajari kemungkinan menangnya," pungkasnya.

back to top