Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Jurus Ki Hajar Dewantara hadapi tantangan pendidikan

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Yogyakarta-KoPi, Pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang sangat besar, namun ternyata untuk menghadapinya ada konsep pendidikan zaman dahulu yang masih relevan dengan saat ini, yaitu ajaran Ki Hajar Dewantara mengenai “Tri Pusat Pendidikan”, sebagaimana dipaparkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan Dr. Sukiman, M.Pd. saat ditemui di ruangannya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (14/5).

“Konteksnya terutama terkait HARDIKNAS, saya kira sebenarnya konsep yang dikembangkan oleh Ki Hajar itu sangat bagus, adanya “Tri Pusat Pendidikan” yang antara lingkungan sekolah, keluarga kemudian masyarakat harus bersinergi. Itu saya kira adalah konsep yang sampai sekarang masih relevan untuk dikembangkan. Cuma ini masih belum dilaksanakan oleh semua sekolah dan semua lini pendidikan,” papar Sukiman mengenai cara menghadapi tantangan pendidikan saat ini.

“Artinya memang harus bersinergi antara sekolah, masyarakat kemudian sekolah. Dan ini harus saling memberikan informasi terkait dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing lingkungan itu. Misalnya, sekolah ya harus terbuka kepada orang tua, orang tua pun juga harus care (peduli) terhadap pendidikan anak-anaknya,” tambahnya.

“Jangan sampai nanti mentang-mentang sudah membayar mahal begitu saja menyerahkan tanpa juga ikut bertanggung jawab, mengawasi terus memantau perkembangan anak didik mereka. Jadi saya kira tidak bisa seperti itu sekarang, karena kalau hanya dibebankan kepada pihak sekolah, lembaga pendidikan formal menjadi sangat berat karena tantangannya saat ini kan luar biasa, makanya harus bersinergi untuk saling mendukung,” jelasnya lagi.

“Termasuk yang saya tekuni di bidang agama, misalnya sekolah mengajarkan nilai-nilai moral keagamaan begitu rupa tapi kalau keluarga tidak mendukung ya itu seperti bertepuk sebelah tangan. Demikian juga masyarakat, di sekolah di keluarga dididik bagus tapi masyarakatnya juga menyuguhkan hal yang tidak baik ya itu nanti juga tidak akan maksimal,” ia memberikan contoh.

Sebelum mengakhiri penjelasannya ia menekankan lagi konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, “Saya kira resepnya yaitu pertama mengangkat kembali konsep pendidikan yang  dicanangkan oleh Ki Hajar Dewantara “Tri Pusat Pendidikan”.


Reporter: Fahrurrazi

back to top