Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Juara 3 Kontes Fotografi Ajisaka UGM 2016

Juara 3 Kontes Fotografi Ajisaka UGM 2016

Sleman-KoPi| Edwin Victor Suot mahasiswa Ilmu Komunikasi UAJY angkatan 2014 menjuarai kontes fotografi pada perlombaan yang diadakan Ilmu Komunikasi UGM – Ajisaka yang merupakan event tahunan.  

Tahun ini tema besar yang diambil adalah Lost Identity dan sub tema untuk perlombaan fotografi ini adalah kehilangan identitas dari kehidupan sosial.

Ajisaka UGM merupakan perlombaan tahunan yang diadakan oleh mahasiswa FISIPOL UGM setiap tahunnya, dan Edwin mengambil kategori Arjurna – perlombaan khusus bagi para penikmat foto.

Edwin pernah mengikuti perlombaan Arjuna pada tahun 2015 dan kali ini ia terpanggil lagi untuk mengikuti perlombaan tersebut. Edwin mengaku bahwa pada proses perlombaan ini ia benar-benar stuck karena ia berpikir jauh dalam usaha membedah brief yang diberikan panitia.

“Identitas yang dimaksud ini luas, jadi saya berpikir jauh dan luas dalam memaknai identitas yang dimaksud”, ungkap Edwin.

Perlombaan ini meliputi entry karya di mana setiap peserta berhak mengirimkan karya lebih dari satu, dan kemudian karya tersebut dipilih dan kemudian dipajang pada galeri Ajisaka.

“Saya mengirimkan karya itu sudah minus satu jam sebelum penutupan, benar-benar saya stuck dan dikejar waktu. Akhirnya saya juga tidak hunting foto, tapi memakai stock foto saya.”, tutur Edwin.

Menjadi juara tiga ini menurutnya tidak terduga, pasalnya ketika ia mengerjakan brief ia tidak mengerti benar mengenai keidentitasan yang dimaksud dalam brief. “Puji Tuhan saja saya bisa jadi juara 3 dalam ajang kompetisi fotografi nasional.”, kata Edwin.

Selain sibuk kuliah, Edwin juga sibuk mengikuti komunitas fotografi jurnalistik di FISIP UAJY yang bernama FJK (Fotografi Jurnalistik Klub). Pada komunitas ini ia mengembangkan skill dan concept mengenai dunia fotografi.

“Komunitas ini sangat membantu saya di bidang ilmu fotografi, bagaimana cara memegang kamera dan menangkap momen”, ujarnya.

Karya yang diangkat oleh Edwin pada saat mengikuti Arjuna adalah mengenai seseorang yang sedang dalam kerumunan alunan diskotik namun sesaat ia melamun dan seakan hilang akan jati dirinya karena sebenarnya ia tidak menyukai musik diskotik.

Seorang tersebut merasa kehilangan identitasnya karena seharusnya ia tidak berada di tempat tersebut, ia hanya mengikuti arus jaman yang menganggap keren ‘anak diskotik’. Itulah karya yang diangkat oleh Edwin yang kemudian menghantarnya menjadi juara tiga. |Bertha

back to top